BKG

Royan, Cahya (2020) ANALISIS KUALITAS PERAIRAN DI WADUK SELOREJO, NGANTANG, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Waduk Selorejo berada di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Waduk Selorejo memiliki kegunaan antara lain sebagai pembangkit tenaga listrik, pengendali banjir, irigasi, perikanan dan pariwisata. Dan dalam pemanfaatannya, sumberdaya air dipengaruhi oleh aktivitas manusia, sehingga diperlukan adanya pengelolaan. Penurunan kualitas air terjadi akibat adanya perubahan parameter kualitas air disebabkan oleh adanya aktivitas pembuangan limbah. Kualitas air secara biologis ditentukan oleh beberapa parameter, salah satunya adalah mikroba pencemar seperti bakteri coliform dan fitoplankton. Karena itu, perlu mengadakan penelitian tentang kualitas air dan biomonitoring bakteri coliform dan fitoplankton di waduk dengan judul: “ANALISIS KUALITAS PERAIRAN DI WADUK SELOREJO, NGANTANG, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR”. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui indikator fisika, kimia dan biologi kondisi kualitas perairan di waduk selorejo. Metode dalam penelitian ini adalah secara deksriptif. Penelitian ini terdiri dari pengambilan sampel air untuk analisis pengukuran parameter kualitas air. Adapun lokasi penelitian terdiri dari 3 lokasi dengan 3 kali pengulangan. Parameter kualitas air yang diukur terdiri suhu, kecerahan, TSS, oksigen terlarut, pH, Amonia, BOD dan COD. Sedangkan parameter biologi yang dianalisis adalah total bakteri coliform, kelimpahan coliform dan komposisi fitoplankton. Data parameter kualitas air yang sudah didapatkan dianalisis dengan metode STORET. Hasil pengukuran suhu 26oC – 29oC, kecerahan 51 – 74,5 cm, DO 8,17–8,77 mg/l, pH berkisar antara 7,1 – 8,2, amonia berkisar 0,109 mg/L – 0,184 mg/L, BOD berkisar 6,96 mg/L – 8,36 mg/L, COD berkisar 22,84 mg/L – 46,05 mg/L, total coliform berkisar 210 MPN/100ml – 1100 MPN/100ml, dan kelimpahan coliform berkisar 2,1x104 koloni/gram – 8,2x104 koloni/gram. Hasil analisa dengan metode STORET diketahui waduk selorejo termasuk tercemar sedang. Berdasarkan perhitungan dengan korelasi regresi linier menunjukkan adanya korelasi / hubungan antara bahan organik (COD) dengan total bakteri Coliform. Semakin tinggi bahan organik maka semakin tinggi total bakteri coliform yang didapatkan. Identifikasi fitoplankton yang dilakukan di Waduk Selorejo ditemukan 6 divisi dan 28 genus yang terdiri dari divisi Cyanophyta (7 genus), Chlorophyta (11 genus), Chrysophyta (4 genus), Charophyta (3 genus), Phyrophyta (2 genus) dan Dinoflagellata (1 genus). Saran yang dapat diberikan penulis dari hasil penelitian menunjukan perairan di Waduk Selorejo perlu dilakukan adanya pengontrolan dan pengawasan secara berkelanjutan dari koordinasi antara berbagai pihak stakeholder, baik itu pemerintah daerah, para pemilik industri dan pertanian, serta tokoh masyarakat, dimana hal tersebut terhubung dengan Waduk Selorejo, Sungai Kwayangan dan Sungai Konto. Sehingga tidak terjadi pencemaran bakteri coliform di wilayah waduk selorejo.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520080074
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 577 Ecology > 577.6 Aquatic ecology > 577.627 Water Pollution (Effect on natural ecology)
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Ilmu Kelautan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182298
Text
Cahya Royan.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item