BKG

Fitriyah, Lailatul (2020) Bentuk Pengendalian Sosial di Pondok Pesantren D Wilayah J. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Penelitian ini membahas tentang bentuk pengendalian sosial di pondok pesantren D wilayah J. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keterkaitan motivasi santri dan sifat pengendalian sosial di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan konsep bentuk pengendalian sosial dari (Narwoko & Suyanto, 2004) yang memiliki dua sifat yaitu preventif dan represif. Konsep tersebut dirasa cocok dengan penelitian ini karena di pondok pesantren untuk mengatasi perilaku menyimpang santri dilakukan dengan cara mengancam sanksi dan memberi bimbingan atau arahan kepada para santri sebelum terjadi pelanggaran (preventif) dan memberi sanksi ketika santri sudah melakukan pelanggaran (represif). Metode yang digunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemilihan informan secara purposive sampling dengan 11 informan utama dan 7 informan tambahan. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat santri yang melanggar aturan. Seperti pelangaran hamil diluar nikah, pelanggaran tersebut terjadi karena orang tua yang memaksakan anaknya untuk menempuh pendidikan dipondok pesantren, dengan harapan agar anaknya memiliki moral lebih baik. Namun, harapan itu tidak sesuai dengan yang diharapkan, sehingga anak memiliki pemikiran untuk berusaha keras bagaimana ia bisa dikeluarkan dari pondok pesantren, diawali dengan percobaan bunuh diri meminum obat nyamuk, tetapi percobaan itu gagal, dan yang kedua ia kabur ke luarkota, sehingga beberapa bulan kemudian, salah satu santri ditemukan hamil dengan pacarnya, yang mengakibatkan ia dikeluarkan dari pesantren. Pelanggaran tersebut terjadi akibat dari paksaan orang tua kepada anaknya untuk menempuh pendidikan di pondok pesantren, pelanggaran itu juga sangat mudah terjadi akibat dari jumlah keamanan yang minim sehingga tidak mampu mengatasi jumlah santri yang banyak. Tetapi pondok pesantren tetap memberikan hukuman berupa pengendalian yang lebih mendekattan pada nilai-nilai agama dengan tujuan dapat membuat santri merasa jera dan mampu menjadi santri sesuai dengan harapan masyarakat. Pengendalian sosial di pondok pesantren dibagi menjadi 2 yaitu pengendalian sosial preventif melalui bimbingan keagamaan dan menetapkan peraturan, dan kedua adalah pengendalian sosial represif dengan cara memberikan sanksi berupa sanksi fisik, sanksi edukatif dan sanksi denda.

English Abstract

This study discusses the nature of social control in boarding schools D region J. The purpose of this study is to determine the relationship of students' motivation and the nature of social control in boarding schools. This study uses the concept social control from (Narwoko & Suyanto, 2004) which has two characters, namely preventive and repressive. The concept is suitable with this study because in Islamic boarding schools to overcome deviant behavior of students is done by threatening sanctions and giving guidance or direction to students before violations occur (preventive) and sanctions when students have committed violations (repressive). The method used is qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The selection of informants was by purposive sampling with 11 main informants and 7 additional informants. The results of this study found that there were students who violated the rules. Like violations of pregnancy out of wedlock, these violations occur because parents who force their children to study in boarding schools, with the hope that their children have better morals. However, the expectation was not as expected, so the child had thoughts to try hard how he could be expelled from the boarding school, beginning with a suicide attempt to take mosquito repellent, but the experiment failed, and the second he fled to the city, so a few months then, one of the santri was found to be pregnant with his girlfriend, which resulted in him being expelled from the pesantren. The violation occurred as a result of coercion of parents to their children to study in Islamic boarding schools, the violation was also very easy to occur due to the minimal amount of security that was unable to cope with the large number of students. But Islamic boarding schools still provide penalties in the form of control that is closer to religious values with the aim of making students feel deterrent and able to become students in accordance with community expectations. Social control in Islamic boarding schools is divided into 2 namely preventive social control through religious guidance and setting regulations, and second is repressive social control by providing sanctions in the form of physical sanctions, educational sanctions and fine sanctions.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520110048
Uncontrolled Keywords: Pondok Pesantren, Pengendalian Sosial, Preventif dan Represif, Islamic Boarding School, Social Control, Preventive and Repressive
Subjects: 300 Social sciences > 303 Social Processes > 303.3 Coordination and control > 303.33 Social control
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182063
Text
Lailatul Fitriyah (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item