BKG

Septiyani, Kistin (2019) Makna Tradisi Kirim Punden (Studi Etnografi Di Dusun Gondanglegi, Kel. Tambakmerang, Kec. Girimarto, Kab. Wonogiri, Jawa Tengah). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tradisi kirim punden menjadi salah satu tradisi yang masih lestari dan dilaksanakan secara rutin di Dusun Gondanglegi, Kelurahan Tambakmerang, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Tradisi ini didasarkan pada sebuah mitos yang tak memiliki dasar pasti tentang seorang pendiri dusun bernama Jogoreti. Di tengah perkembangan jaman dan masuknya nilai-nilai baru di masyarakat, tradisi ini masih lestari hingga kini. Oleh sebab itu peneliti ingin meneliti bagaimana makna tradisi kirim punden bagi masyarakat Dusun Gondanglegi dengan menggunakan teori interaksionisme simbolik sebagai alat bantu untuk menguraikan fenomena tersebut. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode etnografi. Peneliti menggunakan metode ini karena ingin memahami tradisi kirim punden sebagai salah satu unsur budaya secara padat dan menyeluruh dengan melihat interaksi yang terjadi antara anggota masyarakat dusun Gondanglegi. Penelitian ini menunjukkan bahwa mitos tentang pendiri Dusun Gondanglegi bernama Jogoreti menjadi sebuah pesan sosial yang memiliki nilai moral di masyarakat. Mitos ini memang tidak memiliki dasar atau asal usul yang cukup jelas, namun keberadaan mitos ini memiliki sebuah peran penting sebagai dasar kegiatan kolektif. Mitos ini juga menjadi sebuah warisan yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Mitos yang dengan asal-usul yang tidak jelas ini membuat tradisi kirim punden tetap lestari dan terjaga hingga kini. Namun perkembangan jaman dan masuknya nilai-nilai baru dalam masyarakat Dusun Gondanglegi, termasuk ajaran agama dan ilmu pengetahuan, mempengaruhi bagaimana masyarakat memaknai tradisi tersebut. Makna yang berubah ini juga memberikan motif atau tujuan yang berbeda-beda bagi setiap anggota masyarakat dalam melaksanakan tradisi kirim punden. Peneliti juga menemukan perbedaan makna, motif serta tujuan ini memberikan sedikit perubahan pada tradisi dan kehidupan sosial dalam mayarakat.

English Abstract

Kirim Punden become one taditions that still exist and regulary being held on Gondanglegi, one of vilages in Region Wonogiri. This traditions based on an urban legend about a man called Jogoreti. Ini this modernization era this tradition still being hold every year in Sasi Ruwah, day called Selasa Kliwon. That is why writer want to observed this traditions as a fenomena of communications. This is a kualitative descriptive research with ethnography as a methodology. This riset shows that Jogoreti becom a social values for society in Gondanglegi. This myth and urban legend becomes a social mesage that have a moral value for the society. They believes Jogoreti more than just a myth and urban legend. That is why Kirim Punden still exist until this day. On the other side, the growth of technology and new values that comes itu the society, specialy religion and science can changes the way people in Godanglegi look and give a meaning towards Kirim Punden. This changes give the society the new motives to do Kirim Punden.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: 0520110046
Uncontrolled Keywords: Tradisi Kirim Punden, Intertaksionisme Simbolik, Makna Tradisi, Etnografi., Kirim Punden Tradition, Symbolic Interactionism, Tradition‟s Means, Ethnography
Subjects: 300 Social sciences > 306 Culture and institutions > 306.4 Spesific aspects of culture > 306.44 Language
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/182061
Text
Kistin Septiyani (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item