BKG

Titalolyta, Nonie Ajeng (2020) Analisis Rantai Pasok Pada Usaha Ikan Asap Di Sentra Ikan Bulak Kota Surabaya. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Besarnya sumberdaya perikanan yang dimiliki oleh Kota Surabaya, mendorong terciptanya peningkatan pemanfaatan sumberdaya ikan yang optimal dan sekaligus memberikan nilai ekonomis yang tinggi. Maka dari itu perlu dilakukan kegiatan pengolahan produk hasil perikanan yang berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki adalah dengan melakukan pengasapan ikan. Pengasapan ikan dilakukan untuk meningkatkan nilai jual dan juga nilai ekonomis yang lebih tinggi. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis kondisi rantai pasok pada produk ikan asap, serta untuk menggambarkan kinerja dan juga efisiensi kinerja rantai pasok pada produk ikan asap di Sentra Ikan Bulak. Skripsi ini dilakukan di Sentra Ikan Bulak yang terletak di Jln. Sukolilo 7 No. 24 Kelurahan Kedung Cowek Kecamatan Bulak Kota Surabaya. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik accidental sampling, untuk jenis data yang diperoleh merupakan data primer dan juga data sekunder. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, sedangkan metode analisis data kondisi rantai pasok menggunakan FSCN, untuk analisis kinerja rantai pasok menggunakan analisis benchmarking dengan SCOR, sedangkan analisis efisiensi kinerja rantai pasok dianalisis menggunakan margin pemasaran, fisherman’s share, dan analisis rasio keuntungan terhadap biaya. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Sentra Ikan Bulak, maka dapat diketahui bahwa jenis ikan yang dijual merupakan ikan musiman, pada saat penelitian jenis ikan yang dijual adalah ikan pari (iwak pe), ikan manyung dan ikan cakalang. Saluran yang dimiliki oleh rantai pasok ikan asap ini ada 3 saluran. Masing-masing saluran dibedakan berdasarkan sumber pasokan ikan segar dan juga status anggota rantai pasok. Saluran 1; pemasok ikan dari pasar pabean, pengolah ikan asap, pedagang, dan konsumen akhir. Saluran 2; pemasok ikan dari pasar pabean, pengolah sekaligus merangkap pedagang, dan konsumen akhir. Saluran 3; pemasok ikan dari nelayan kenjeran, pengolah sekaligus merangkap pedagang, dan konsumen akhir. Berdasarkan analisis kinerja rantai pasok menggunakan SCOR dapat diketahui bahwa beberapa posisi kinerja rantai pasok masih terdapat pada posisi advantage meskipun beberapa lainnya sudah mampu mencapai posisi superior, sehingga pelaku rantai pasok masih harus meningkatkan kinerja yang dimiliki hingga mampu mencapai posisi yang terbaik. Sedangkan berdasarkan analisis efisiensi kinerja rantai pasok dengan menggunakan pendekatan margin pemasaran, fisherman’s share, dan analisis rasio keuntungan terhadap biaya diketahui bahwa nilai margin yang paling kecil adalah pedagang ikan asap pada saluran 1 yaitu sebesar Rp 1.125 dan nilai margin yang paling besar ada pada pengolah yang merangkap pedagang saluran 3 yaitu sebesar Rp 6.360. Biaya yang paling kecil dikeluarkan ada pada pedagang ikan asap di saluran 1 yaitu sebesar Rp 5.323 sedangkan biaya yang paling besar dikeluarkan ada pada pengolah yang merangkap pedagang ikan asap pada saluran 3 yaitu sebesar Rp 31.650. Besar keuntungan yang didapat paling kecil ada pada pengolah ikan asap di saluran 3 yaitu sebesar Rp 1.423 sedangkan keuntungan yang paling besar ada pada pedagang ikan asap di saluran 1 yaitu sebesar Rp 29.052. Berdasarkan nilai analisis rasio keuntungan terhadap biaya pada seluruh pelaku rantai pasok hampir seluruhnya tidak menguntungkan kecuali pada pedagang ikan asap di saluran 1 didapatkan hasil yang menguntungkan. Nilai fisherman’s share yang paling besar didapatkan pada saluran 2 yaitu sebesar 90%. Maka saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian rantai pasok ikan asap di Sentra Ikan Bulak ini adalah, untuk pelaku usaha diharapkan untuk meningkatkan kinerja yang dimiliki agar dapat mencapai posisi yang terbaik atau superior, sedangkan untuk pemerintah Kota Surabaya diharapkan agar mampu memberikan sarana dan prasarana tambahan yang dapat digunakan untuk membantu kegiatan rantai pasok ikan asap, yaitu mesin pendingin yang digunakan sebagai tempat penyimpanan ikan segar maupun sebagai penyimpanan ikan asap yang belum habis dijual pada hari tersebut dan juga diharapkan pemerintah Kota Surabaya kembali mengadakan kegiatan pameran maupun kegiatan lainnya di Sentra Ikan Bulak, karena pada saat kegiatan itu berlangsung dapat menarik pembeli ikan asap lebih banyak, sehingga dapat meningkatkan pendapatan pedagang ikan asap.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2020/93/052003939
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.3 Culture of cold-blooded vertebrates > 639.31 Fish culture in fresh water
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/181828
Text
Nonie Ajeng Titalolyta (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item