BKG

Danintya, Maria Harin (2020) Pengaruh Ekstrak Etanol Powder Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) terhadap Hatching Rate dan Diameter Kepala Zebrafish (Danio rerio) yang Dipapar Kafein. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas janin ialah memperbaiki kualitas asupan gizi, termasuk asupan zat proaktif. Salah satu zat yang kerap digunakan adalah kafein (1,3,7- trimethylxanthine). Pada dosis rendah kafein memiliki sifat antioksidan, namun pada dosis tinggi kafein bersifat prooksidan. Kafein juga dapat menembus sawar darah otak, plasenta, air ketuban, serta ASI sehingga dapat mempengaruhi metabolisme janin secara langsung. Selain itu, kafein dapat memberi efek tidak langsung kepada janin melalui mekanisme stress oksidatif yang menghambat proliferasi sel serta organogenesis, yang menyebabkan terjadinya kasus Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) hingga kematian janin. Indonesia memiliki keragaman flora fauna yang tinggi, salah satu sumber daya yang kurang dimanfaatkan adalah kulit buah delima. Kulit buah delima memiliki kadar antioksidan yang tinggi, oleh karena itu penelitian dilakukan untuk mengamati pengaruh pemberian ekstrak etanol powder kulit buah delima terhadap hatching rate telur dan diameter kepala larva zebrafish yang dipapar kafein. Penelitian ini memilih zebrafish karena kesamaan genetik dan metabolisme yang tinggi dengan mamalia. Penelitian ini membagi zebrafish dalam sembilan kelompok yang terdiri atas : satu kelompok kontrol, satu kelompok negatif berupa kafein (KF), satu kelompok kontrol negatif berupa ekstrak etanol powder kulit buah delima 0.7 ppm (EKD), satu kelompok kontrol positif yang terdiri atas kafein dan Vitamin C (KFVC), serta 5 kelompok perlakuan yaitu kafein 100 ppm dan ekstrak etanol powder kulit buah delima dengan berbagai konsentrasi yaitu: 0,14 ppm (KFKD0,14); 0,28 ppm (KFKD0,28); 0,42 ppm (KFKD0,42); 0,56 ppm (KFKD0,56); dan 0,7 ppm (KFKD 0,7). Hasil uji signifikansi menggunakan uji Kruskall-Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan pada hatching rate dan diameter kepala (p<0.05). Uji post hoc dilakukan dengan uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan pada diameter kepala antara kelompok perlakuan ekstrak etanol powder kulit buah delima dengan kelompok kafein (p=0.00). Pada kelompok perlakuan ekstrak etanol powder kulit buah delima pada konsentrasi 0,28 ppm; 0,56 ppm; dan 0,7 ppm menunjukkan hatching rate yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kafein, dan tidak ditemukan perbedaan yang signifikan (p>0.05).

English Abstract

Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia is still high. What can be done to improve the quality of the fetus is to improve the quality of nutrition intake, including intake of proactive substances. One substance that is often used is caffeine (1,3,7- trimethylxanthine). Low doses of caffeine have antioxidant properties, but high doses of caffeine are prooxidant. Caffeine can cross the blood-brain barrier, placenta, amniotic fluid, and breast milk so that it can directly affect fetal metabolism. In addition, caffeine can have an indirect effect on the fetus through oxidative stress mechanisms that inhibit cell proliferation and organogenesis, which can cause Low Birth Weight (LBW) to fetal death. Indonesia has a high diversity of flora and fauna, one of the underutilized resources is the peel of pomegranates. Pomegranate peel has high levels of antioxidants, therefore this research was conducted to observe the effect of ethanol extract of pomegranate peel powder on hatching rate of eggs and head diameter of zebrafish larvae exposed to caffeine. This research chose zebrafish because it has high genetic and metabolic similarities with mammals. This study divided zebrafish in nine groups: one control group, one negative control group with caffeine (KF), one negative control group of ethanol extract powder of pomegranate peel in 0.7 ppm, one positive control group of caffeine and Vitamin C ( KFVC), as well as five treatment groups with 100 ppm caffeine and ethanol extract powder of pomegranate peel with various concentrations namely: 0.14 ppm (KFKD0.14); 0.28 ppm (KFKD0.28); 0.42 ppm (KFKD0.42); 0.56 ppm (KFKD0.56); and 0.7 ppm (KFKD 0.7). Significance test results using the Kruskal-Wallis test showed significant differences in hatching rate and head diameter (p <0.05). The post hoc test carried out with the Mann-Whitney test showed a significant difference in the diameter of the head (p = 0.00) between the treatment group of ethanol extract powder of pomegranate peel with the caffeine group (p = 0.00). In the treatment group, the ethanol extract powder of pomegranate peel with doses at 0.28 ppm; 0.56 ppm; and 0.7 ppm showed a higher hatching rate than the caffeine group, and no significant difference (p> 0.05).

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FK/2020/4/052003444
Uncontrolled Keywords: Kafein, Ekstrak Etanol Powder Kulit Buah Delima (Punica granatum L.), Zebrafish (Danio rerio), Diameter Kepala Larva, Hatching rate telur, Caffeine, Pomegranate (Punica granatum L.) Ethanol Powder Extract, Zebrafish (Danio rerio), Hatching rate of eggs, Head Diameter of larvae.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 615 Pharmacology and therapeutics > 615.3 Organics drugs > 615.32 Drugs derived from plants and mikroorganisms
Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/181353
Text
Maria Harin Danintya (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item