BKG

Oktavia, Vivi (2020) Pengaruh Aplikasi Benang Bedah Polyglycolic Acid (PGA) terhadap Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dan Tebal Epidermis pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Model Luka Incisi. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Luka incisi adalah luka terbuka yang disebabkan oleh alat tajam yang sering ditemukan dalam operasi bedah. Benang bedah multifilamen yang sering digunakan yakni Polyglycolic Acid (PGA). Madu adalah bahan herbal yang mengandung flavonoid sehingga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh benang PGA yang diperkaya madu terhadap ekspresi VEGF dan ketebalan epidermis pada proses penyembuhan luka. Penelitian ini merupakan studi eksperimental menggunakan Rangkaian Acak Lengkap (RAL). Hewan model yang digunakan yakni tikus putih (Rattus norvegicus) wistar jantan sebanyak 30 ekor dengan berat badan 150-200 gram. Perlakuan yang diberikan yaitu incisi dorsal dengan panjang 1,5 cm. Terdapat enam kelompok percobaan, yaitu: K- (tidak diincisi), K+ (incisi dan jahit menggunakan benang Vicryl Plus®), P1 (incisi dan jahit menggunakan benang Vicryl®), P2, P3,dan P4 (incisi dan jahit menggunakan benang yang dilapisi madu konsentrasi masingmasing 2%, 4%, dan 8%). Parameter penelitian ini adalah VEGF yang dihitung menggunakan metode immunohistokimia dan tebal epidermis yang diukur metode pewarnaan hematoxylin-eosin. Analisis menggunakan uji one-way ANOVA (Analysis of Variance) dan Tukey test dengan α=5%. Hasil penelitian ini yaitu benang yang diperkaya madu 2% (P2) memiliki ekspresi VEGF dan tebal epidermis yang tidak berbeda signifikan dengan K- (P<0,05) dan kondisi jaringan telah stabil. Madu 2% mudah di degradasi oleh tubuh sehingga flavonoid bekerja dengan cepat sebagai antiinflamasi dan proangiogenik. Glukosa dalam madu mampu menginduksi sel untuk mengekspresikan VEGF dan mempercepat re-epitelisasi epidermis. Kesimpulan penelitian ini yaitu benang PGA diperkaya madu 2% mampu mempercepat kesembuhan luka incisi karena telah memasuki fase remodelling.

English Abstract

Incision wounds are open wounds caused by sharp instruments that are often found in surgical operations. Multifilament surgical sutures that are often used are Polyglycolic Acid (PGA). Honey is an herbal ingredient that contains flavonoids so it has anti-inflammatory properties that can accelerate the wound healing process. This study discusses honey-enriched PGA threads against VEGF expression and epidermal thickness in the wound healing process. This research is an experimental study using a Complete Random Series (CRD). The animal model used was 30 male Wistar white rats (Rattus norvegicus) with a body weight of 150-200 grams. The treatment given is a 1.5 cm long dorsal incision. There are six experimental groups, namely: K- (not specified), K + (incision and sewing using Vicryl Plus® yarn), P1 (incision and sewing using Vicryl® yarn), P2, P3, and P4 (incision and sewing using yarn with honey concentrations of 2%, 4%, and 8%, respectively). The parameters of this study were VEGF which was calculated using immunohistochemical and epidermal thickness methods which required the hematoxylin-eosin staining method. Analysis using oneway ANOVA test (Analysis of Variance) and Tukey test with α = 5%. The results of this study indicate that PGA with 2% honey (P2) has VEGF expression and epidermal thickness that are not significantly different from K- (P <0.05) and the tissue condition is stable. 2% honey is easily degraded by the body so that flavonoids work quickly as anti-inflammatory and proangiogenic. Glucose in honey is able to induce cells to be activated by VEGF and accelerate re-epithelialization of the epidermis. The conclusion of this research is that the PGA with 2% honey is able to heal incision wounds because it began maturation phase

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FKH/2020/74/052003854
Uncontrolled Keywords: Luka Incisi, Benang Bedah, Polyglycolic Acid (PGA), Madu, Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), Tebal Epidermis, Incision Wounds, Surgical Suture, Polyglycolic Acid (PGA), Honey, Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), Epidermal Thickness.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 617 Surgery, regional medicine, dentistry, ophthalmology, otology, audiology > 617.2 Results of injuries and wounds
Divisions: Fakultas Kedokteran Hewan > Kedokteran Hewan
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/181322
Text
Vivi Oktavia (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item