BKG

Puspasari, Annisa (2019) Penentuan Kondisi Optimum Amobilisasi Enzim Xilanase dari Aspergillus niger pada Matriks Kitosan - Tripolifosfat. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Xilanase merupakan enzim yang berfungsi mengkatalisis reaksi hidrolisis xilan menjadi xilosa. Xilanase banyak diproduksi oleh jamur dan bakteri. Contoh dari jamur penghasil enzim xilanase adalah Bacillus sp., Neurospora Sitophila, Streptomyces halstedii JM8, Aspergillus niger, dll. Pada penelitian ini, amobilisasi enzim dilakukan agar dapat diketahui pengaruh konsentrasi kitosan optimum dan konsentrasi xilanase optimum terhadap aktivitas xilanase dari Aspergillus niger yang diamobilkan pada kitosan-tripolifosfat. Enzim xilanase yang digunakan pada penelitian ini diisolasi dari jamur Aspergillus niger yang diamobilkan pada matriks kitosan-tripolifosfat menggunakan metode penjebakan. Variasi konsentrasi kitosan yang digunakan adalah (1,0; 1,5; 2,0; 2,5; dan 3,0) %, sedangkan variasi konsentrasi xilanase yang digunakan adalah (0,3; 0,4; 0,6; 0,7; dan 0,9) mg/mL. Variasi konsentrasi tersebut kemudian dicampur dengan enzim xilanase hasil isolasi lalu diteteskan ke dalam gelas kimia berisi larutan natrium tripolifosfat 3% dan didiamkan selama 90 menit sehingga membentuk manik-manik sehingga dapat diperoleh konsentrasi kitosan optimum adalah 2,5% dengan aktivitas xilanase sebesar 19,136 unit dan konsentrasi xilanase optimum sebesar 0,9 mg/mL dengan nilai aktivitas xilanase sebesar 13,016 unit. Efisiensi penggunaan berulang enzim xilanase hasil amobilisasi adalah sebanyak 4 kali penggunaan dengan nilai aktivitas enzim xilanase sisa sebesar 7,861 unit dengan prosentase efisiensi penggunaan sebesar 60,395%.

English Abstract

Xylanase is an enzyme that catalyze xylan hydrolysis reactions to xylose. Xylanase is produced by fungi and bacteria. Examples of fungi that produces xylanase are Bacillus sp., Neurospora sitophila, Streptomyces halstedii JM8, Aspergillus niger, etc. The aim of this research is to determining optimum chitosan concentration and optimum xylanase concentration for xylanase immobilization from Aspergillus niger that was immobilized on chitosan-tripolyphosphate. The xylanase enzyme used in this study was isolated from the Aspergillus niger fungus which was immobilized on the chitosan-tripolyphosphate matrix using the entrapment method. Variations in the concentration of chitosan used were (1.0; 1.5; 2.0; 2.5; and 3.0) %, while the variation of the xylanase concentration used was (0.3; 0.4; 0.6; 0.7; and 0.9) mg/mL. The concentration variations then mixed with the xylanase enzyme and then dropped into a beaker glass containing 3% sodium tripolyphosphate solution and let it stand for 90 minutes to form beads so that the optimum chitosan concentration was obtained at 2.5% with xylanase activity in the amount of 19,136 units and optimum xylanase concentration was obtained at 0.9 mg / mL with xylanase activity in the amount of 13,016 units. Immobilized xylanase can be repeated use as much as 4 times with the value of residual xylanase enzyme activity in the amount of 7,861 units with a percentage efficiency is 60,395%.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/MIPA/2019/315/051910986
Uncontrolled Keywords: amobilisasi, xilanase, penjebakan, kitosan-tripolifosfat, Aspergillus niger, immobilization, xylanase, entrapment, chitosan-tripolyphosphate, Aspergillus niger
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 512 Algebra > 512.9 Foundation of algebra > 512.943 4 Matrices
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/179442
Text
Annisa Puspasari (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item