BKG

Fahlevi, Muhammad Reza (2019) Analisis Implementasi PMK Nomor 110/PMK.010/2018 Atas Pemungutan PPh Pasal 22 Terkait Pembayaran Pada Kegiatan Impor (Studi Pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Analisis Implementasi PMK Nomor 110/PMK.010/2018 Atas Pemungutan PPh Pasal 22 Terkait Pembayaran Pada Kegiatan Impor (Studi Pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda), Arik Prasetya S.Sos., M.Si., Ph.D, 230 hal+ xvi. Penelitian ini membahas tentang implementasi pemungutan Pajak Penghasilan pasal 22 terkait pembayaran pada kegiatan impor yang diatur dalam PMK nomor 110/PMK.010/ 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mekanisme pemungutan dan perhitungan Pajak Penghasilan pasal 22, total penerimaan Pajak Penghasilan pasal 22, tingkat impor, hambatan-hambatan, upaya mengatasi hambatan dan dukungan pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Metode analisis yang digunakan adalah analisis data model Miles dan Huberman. Selain itu penelitian ini juga menggunakan teori implementasi dari Van Meter dan Van Horn dengan menggunakan empat indikator. Hasil penelitian ini menunjukkan konsistensi jawaban yang disampaikan oleh ketiga narasumber yaitu Bapak Soedyantoro, Bapak Ahmad Sahlul Fuad, dan Bapak F.X. Bambang Tjahjono. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda telah melaksanakan mekanisme pemungutan dan perhitungan Pajak Penghasilan pasal 22 sesuai dengan PMK nomor 110/PMK.010/ 2018. Total penerimaan Pajak Penghasilan pasal 22 mengalami peningkatan sebesar Rp. 824.763.784 dan tingkat impor berdasarkan dokumen PIB mengalami penurunan total nilai transaksi impor sebesar US$ 43.039.008 dari tahun sebelumnya. Hambatan-hambatan dalam implementasi ini adalah sistem CEISA error, server down atau gangguan jaringan dan importir atau PPJK melakukan kesalahan pengisian data baik sengaja maupun tidak. Upaya untuk mengatasi hambatan adalah adanya seksi PDAD yang dapat menangani masalah sistem CEISA dan kepala seksi atau Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen melakukan penelitian dokumen dan pemeriksaan bukti fisik barang. Apabila ditemukan kesengajaan, importir atau PPJK dapat dilakuan penyitaan barang impor hingga pencabutan izin impor. Sementara dukungan, yakni penggunaan sistem CEISA, adanya kerjasama yang baik, dan sarana prasarana yang memadai sehingga menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan memudahkan pegawai pada saat bekerja.

English Abstract

This Study discusses about implementation regarding Collection of Income Tax Article 22 Related to Payments on Import Activities regulated in PMK number 110/PMK.010/2018. The purpose of this study is to find out how the mechanism of collection and calculation of Income Tax Article 22, total income of Income Tax article 22, the level of import, obstacles, efforts to resolve obstacles and support at the Office of Supervision of Customs and Excise Juanda. This research uses descriptive qualitative research methods. The analytical method are used the analysis of Miles and Huberman model data. In addition this study also uses the theory of implementation of the Van Meter and Van Horn by using four indicators. The results of this study showing the consistency of the answers given by the three speakers, Mr. Soedyantoro, Mr. Ahmad Sahlul Fuad, and Mr. F.X. Bambang Tjahjono. Based on the research, the results show that Office of Supervision of Customs and Excise Juanda has implemented a collection and calculation mechanism of Income Tax article 22 according to PMK number 110/ PMK.010/2018. The total income of Income Tax Article 22 has increased by Rp. 824,763,784 and the level of imports based on PIB documents are decreased the total value of import transactions of US $ 43,039,008 from the previous year. The obstacles in this implementation are the CEISA system error, server down or network disruption and the importer or PPJK is making a mistake in filling out the data either intentoinally or not. The effort to resolve the obstacles are the PDAD division that can solve the CEISA system problem and the head division or the function official of examiner documents to checks the truth of the goods. If found intentionally doing that, importers or PPJK can be foreclosure important items up to revocation of import licenses. While about support, namely the use of the CEISA system, good cooperation, and good adequate infrasturcture thus make a conducive work environment and facilitate employees at work.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIA/2019/776/052000131
Uncontrolled Keywords: Pemungutan, Pajak Penghasilan pasal 22 (PPh 22), Impor Barang-Collection, Income Tax Article 22 (PPh 22), Import of Goods.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 658 General management > 658.1 Organization and financial management > 658.15 Financial management > 658.153 Taxes, insurance, charitable donations
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Perpajakan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/177764
Text
Muhammad Reza Fahlevi.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item