BKG

Fajrin, Erba Rafsanjani (2019) Identifikasi Komposisi Dan Berat Sampah Laut Di Ekosistem Pesisir Pulau Karimunjawa Dan Menjangan Kecil Pada Musim Peralihan 1 Di Wilayah Kepulauan Karimunjawa. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Wilayah pesisir, sesuai dengan karakteristiknya memiliki 3 ekosistem. Ekosistem pesisir terdiri atas beberapa ekosistem, yang pada umumnya terdapat 3 ekosistem yaitu: ekosistem padang lamun, ekosistem terumbu karang dan ekosistem mangrove. Wilayah pesisir memiliki pengaruh penting terhadap perekonomian suatu daerah, antara lain sebagai kawasan perikanan, pariwisata bahari serta sebagai pendukung sarana transportasi. Aktivitas di wilayah pesisir dapat berimplikasi negatif seperti bertambahnya jumlah volume sampah di wilayah pesisir. Ditambah lagi dengan sampah bawaan yang berasal dari aktivitas laut. Sampah yang diterima merupakan sampah yang terbawa oleh arus maupun gelombang air laut secara terus menerus. Sampah tersebut dikenal dengan sebutan sampah laut. Penelitian ini membahas mengenai sampah laut yang dilakukan pada daerah pesisir dan pulau kecil di Kepulauan Karimunjawa yang terbagi menjadi 4 lokasi yaitu Menjangan Kecil, Pantai Lumbung, Mrican, dan Legon Nipah, yang dilaksanakan pada 16-21 Maret 2019. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi komposisi dan mengetahui berat beserta kepadatan dari tiap jenis sampah yang ditemukan pada ekosistem pesisir lamun dan mangrove di kawasan pesisir Karimunjawa, Jawa Tengah. Pengumpulan sampah laut dilakukan dalam sebuah transek yang dibuat secara tegak lurus dari garis pantai pada saat surut lalu dibagi menjadi 3 transek dengan ukuran 100 x 50 meter dengan pembagian 50 meter ke arah laut, 50 meter ke arah darat untuk ekosistem lamun. Kemudian untuk ekosistem mangrove dengan ukuran 50 x 100 meter (50 meter dari mangrove terluar ke arah dalam dengan garis tegak lurus) yang dimana transek dibagi menjadi 5 bagian dengan interval jarak 25 meter pada setiap line transect. Selanjutnya semua sampah laut diambil, dibersihkan, dikumpulkan serta disortir menurut ukuran dan jenis sampah pada setiap lokasi yang telah ditentukan. Kemudian dilakukan analisis berdasarkan jumlah, jenis, berat dan kepadatan sampah laut tersebut. Pada penelitian ini juga menggunakan data sekunder untuk mendapatkan data angin dan menggunakan data dari studi literatur untuk mendapatkan data arus sebagai data pendukung dalam faktor penyebaran sampah laut. Selain itu dilakukan pengamatan vegetasi dilakukan guna melihat implikasi sampah laut terhadap tumbuhan pantai seperti lamun dan mangrove. Berdasarkan dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa Pantai Lumbung merupakan daerah yang paling banyak ditemukannya sampah laut dengan total berat dari hasil akumulasi pada ekosistem lamun dan mangrove sebesar 22,1 kg dan kepadatan sampah anorganik menurut berat pada ekosistem lamun adalah 2,1 g/m2 dan pada ekosistem mangrove adalah 1,8 g/m2, sedangkan kepadatan sampah organik dari masing-masing ekosistem adalah sebesar 0,3 g/m2. Jenis sampah plastik merupakan sampah yang paling dominan didapatkan dari semua lokasi penelitian dengan total sebanyak (483 buah) Pantai Lumbung, (158 buah) Menjangan Kecil, (76 buah) Mrican, (150 buah) Legon Nipah. Berdasarkan jenis ukuran sampah yang paling banyak ditemukan pada semua lokasi penelitian di ekosistem lamun dan mangrove adalah ukuran macro-debris (2,5 cm-1 m). Kata Kunci: Sampah Laut, Plastik, Macro-Debris

English Abstract

-

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/828/051911076
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 577 Ecology > 577.6 Aquatic ecology > 577.627 Water Pollution (Effect on natural ecology)
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/177474
Text
ERBA RAFSANJANI FAJRIN (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item