BKG

Hasan, Muhammad Fathur Rouf (2018) Identifikasi Pola Aliran Sungai Bawah Tanah Dengan Metode Self Potential (Sp) Dan Geolistrik Resistivity (Studi Kasus : Desa Druju Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang). Magister thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kekeringan menjadi salah satu masalah besar bagi masyarakat, masalah tersebut akan sedikit teratasi ketika suatu daerah memiliki sumber air tanah. Penelitian ini telah dilakukan pada kawasan Karst yaitu Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan pola aliran sungai bawah serta pola kaitan antara sungai bawah tanah sumur Wonorejo dan sumber mata air pada sungai Kaligoro. Metode yang digunakan yaitu Self Potential (SP) konfigurasi elektroda berpindah dengan 104 titik pengukuran dan metode geolistrik resistivitas konfigurasi psoudodepth dipole-dipole dengan 7 line pengukuran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai potensial listrik yang terdeteksi berkisar antara 0-13,5 mV, dengan menganggap nilai potensial rendah (0-1 mV) merupakan indikasi air bawah tanah. Indikasi keberadaan air bawah tanah ditunjukkan dengan adanya perbedaan ketinggian pada batuan karbonat yang diduga akbiat proses penggerusan oleh air, dengan didukung nilai potensial rendah pada derah tersebut. Adapun keberadaan sungai bawah tanah terdeteksi menggunakan metode geolistrik resistivitas pada line 1 kedalaman lebih dari 23,6 meter dan line 2 kedalaman 35 meter, serta line 6 pada permukaan tanah. Jika melihat korelasi antara peta kontur isopotensial dan ke tujuh line resitivity aliran air sungai bawah tanah mengalir dari line 2 menuju line 1 atau dari arah Barat Daya menuju Timur Laut dan dimungkinkan berakhir ke Sungai Lesti yang berada pada daerah utara lokasi penelitian. Sedangkan keberadaan umbulan yang muncul disekitar sungai Kaligoro kemungkinan tidak berada dalam satu aliran dengan sungai bawah tanah yang mengalir pada sumur warga.

English Abstract

The drought has become one of the major problems of society; it can be overcome when an area has groundwater resources. This research has been taken at the karst area of Druju Village, Sumbermanjing Wetan Subdistrict, Malang District. The purpose of this research is to identify the underground river flow pattern and the relation between the Wonorejo well and the spring water at Kaligoro River. The method used is Self Potential (SP), Leap Frog configuration with 104 measurement points and resistivity method, dipole-dipole configuration with seven measurement lines. The contour map indicate that the value of the SP ranged from 0 to 13.5 mV, assuming a low potential value (0-1 mV) is an indication of underground water. The indication of the presence of groundwater (underground river) is indicated by the depth of the carbonate rock suspected to be the scouring process by water, and this is also supported by the low potential (SP) value of the area. The existence of underground rivers was detected using geoelectrical resistivity method on line 1 at depth of more than 23.6 meters and line 2 at depth of 35 meters, as well as line 6 on the ground surface. The underground river flows from line 2 to line 1, or the Southwest to Northeast direction, and it is possibly end up to the Lesti River in the Northern area of the study site. While the existence of spring that appears around the Kaligoro River does not have correlation with Wonorejo well.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Magister)
Identification Number: TES/551.49/HAS/i/2018/041804506
Uncontrolled Keywords: GROUND WATER, GROUND WATER - ANALYSIS
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 551 Geology, hydrology, meteorology > 551.4 Geomorphology and hydrosphere > 551.49 Groundwater (Subsurface water)
Divisions: S2 / S3 > Magister Fisika, Fakultas MIPA
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/177267
Text
Muhammad Fathur Rouf Hasan (2).pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item