BKG

Trisiana, Erika Dwi Wahyu (2019) Kelimpahan Bakteri Pada Budidaya Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Pada Sistem Aquaponik Dengan Jumlah Tanaman Kangkung (Ipomea Aquatic) Yang Berbeda. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Ikan mas merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai daya adaptasi tinggi terhadap kondisi lingkungan. Selain itu juga memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan karena mudah untuk dipijahkan dan pertumbuhannya cepat. Potensi sumberdaya perairan umum sangatlah luas sehingga mempunyai peluang untuk membuka suatu usaha perikanan salah satunya dapat berupa budidaya. Semakin banyak laju pembangunan maka akan mengakibatkan berkurangnya sumber air bersih, khususnya di daerah perkotaan. Sedangkan, air adalah sumber utama yang sangat dibutuhkan dalam bidang perikanan. Oleh karena itu, perlu adanya teknologi yang murah dan efisien untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah sistem akuaponik yang pada dasarnya memanfaatkan sistem resirkulasi. Akuaponik merupakan suatu sistem yang memanfaatkan secara terus menerus air dari pemeliharaan ikan ke tanaman dan sebaliknya, dari tanaman menuju wadah pemeliharaan ikan. Pada sistem akuaponik, tanaman memanfaatkan unsur hara yang berasal dari kotoran ikan, selanjutnya tanaman akan berfungsi sebagai filter vegetasi yang akan mengurai zat racun tersebut menjadi zat yang tidak berbahaya bagi ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari pengaruh perbedaan jumlah tanaman kangkung (Ipomoea reptans Poir) terhadap kelimpahan bakteri dan identifikasi jenis bakteri pada budidaya ikan mas (Cyprinus carpio) dengan sistem akuaponik. Penelitian ini mengunakan metode eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap sebagai rancangan penelitian. Parameter utama yaitu kelimpahan bakteri dan identifikasi jenis bakteri ikan mas, sedangkan parameter penunjang meliputi pH suhu, DO, TAN, nitrit dan nitrat. Perbedaan jumlah tanaman kangkung terhadap media budidaya ikan mas dengan menggunakan sistem akuaponik tidak berpengaruh nyata terhadap kelimpahan bakteri. Sedangkan hasil identifikasi jenis bakteri yaitu hasil bakteri sebelum diberi perlakuan didapatkan hasil jenis bakteri Streptococcus agalactiae dan Enterobacter cloacae. Sedangkan setelah pemeliharaan selama 30 hari didapatkan perlakuan A diperoleh hasil jenis bakteri Enterobacter cloacae, perlakuan B diperoleh hasil jenis bakteri Enterobacter cloacae, perlakuan C diperoleh hasil jenis bakteri Klebsiella Oxytoca, dan perlakuan K diperoleh hasil jenis bakteri Pantoea agglomerana. Pada kualitas air didapat dengan kisaran suhu antara 23 – 29 0C, pH antara 7,12 – 8,05, oksigen terlarut (DO) antara 5,37 – 5,59 mg/L, , amonia antara 0,127 – 0,171 mg/L., nitrit antara 0,136 - 0,158 mg/L dan nitrat 2,526 - 4,295 mg/L. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa perbedaan jumlah tanaman tidak berpengaruh terhadap kelimpahan jumlah bakteri. Sehingga menyebabkan kelimpahan bakteri pada perlakuan kontrol lebih tinggi dari perlakuan A, B, dan C, serta diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah tanaman yang lebih banyak lagi dengan sistem akuaponik agar mengetahui jumlah tanaman yang optimal untuk budidaya dengan sistem akuaponik.

English Abstract

-

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/842/051911090
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.3 Culture of cold-blooded vertebrates > 639.31 Fish culture in fresh water
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/177243
Text
Erika Dwi Wahyu Trisiana (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item