BKG

Rizkyta, Nadira Lola (2019) Pengaruh Pemberian Ekstrak Kasar Bawang Dayak (Eleutherine Palmifolia (L.) Merr) Terhadap Histopatologi Insang Ikan Nila (Orechromis Niloticus) Yang Diinfeksi Bakteri Pseudomonas Fluorescens. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang berpotensi untuk dibudidayakan di Indonesia. Ikan nila mampu beradaptasi pada kondisi lingkungan yang buruk dengan pertumbuhan relatif cepat, membuat ikan ini berpotensi tinggi untuk dibudidayakan. Keberhasilan budidaya ikan nila dipengaruhi oleh pemeliharaan kesehatan lingkungan dan penanganan ikan yang terserang penyakit. Salah satu penyakit yang dapat menimbulkan kerugian besar adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Pseudomonas flourescens. Penanganan penyakit ini umumnya menggunakan antibiotik dan bahan kimia. Beberapa jenis tanaman yang diketahui memiliki senyawa aktif bersifat antibakteri dapat dijadikan sebagai alternatif pengobatan. Salah satu tanaman tersebut yaitu bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.). Bagian umbi bawang dayak mengandung senyawa diantaranya, alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, steroid, dan tanin yang diketahui mampu menyembuhkan penyakit akibat infeksi bakteri. Metode penelitian ini mengunakan metode eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan penelitian dengan pemberian ekstrak kasar bawang dayak dengan dosis perlakuan A (30 ppm), B (50 ppm), C (70 ppm, kontrol positif (K+) ikan uji diberi ekstrak kasar bawang dayak saja tanpa penginfeksian dan kontrol negatif (K-) ikan uji diinfeksi saja tanpa diberi ekstrak kasar bawang dayak. Parameter utama dalam penelitian ini adalah histopatologi insang ikan nila dan kelulushidupan ikan nila. Sedangkan parameter penunjang dalam penelitian ini adalah monitoring kualitas air antara lain suhu, pH dan oksigen terlarut yang dilakukan setiap hari pada pukul 08.00 dan 15.00 WIB. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pemberian ekstrak kasar bawang dayak berpengaruh terhadap histopatologi insang ikan nila. Didapatkan dosis tertinggi dari pemberian ekstrak kasar bawang dayak yaitu sebesar 70 ppm, dibandingkan dengan dosis 30 ppm dan 50 ppm. Namun perlu adanya penelitian lanjutan dengan dosis lebih tinggi, untuk mengetahui dosis optimal pemberian ekstrak kasar bawang dayak terhadap histopatologi insang ikan nila yang diinfeksi bakteri Pseudomonas flourescens. Penelitian ini menemukan kerusakan insang diantaranya hiperplasia, fusi lamela, dan nekrosis pada histopatologi insang ikan nila yang diinfeksi bakteri Pseudomonas flourescens. Hasil yang didapat untuk parameter penunjang yaitu monitoring kualitas air selama penelitan didapatkan pada parameter suhu berkisar antara 22 – 250C, pH 6,8 – 7,26 dan oksigen terlarut 4,01 – 5,22 ppm.

English Abstract

-

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/877/051911125
Uncontrolled Keywords: Bawang dayak, Histopatologi Insang Ikan Nila, Hiperplasia, Fusi lamela, Nekrosis, dan Pseudomonas fluorescens
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.3 Culture of cold-blooded vertebrates > 639.31 Fish culture in fresh water
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/177161
Text
NADIRA LOLA RIZKYTA (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item