BKG

Mayangsari, Novita (2019) Analisis Kualitas Spermatozoa Post Thawing Kambing Senduro dan Profil Kalsium Intraseluler dalam Pengencer Yang Berbeda pada Suhu Pembekuan -80°C. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Spermatozoa akan mengalami kerusakan pada saat perlakuan dan selama proses penyimpanan. Penambahan pengencer perlu dilakukan untuk mempertahankan kualitas spermatozoa. Pengencer yang sering digunakan untuk pengenceran semen adalah Andromed dan Tris Aminomethan kuning telur (TKT). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas spermatozoa post thawing kambing Senduro dan profil kalsium intraseluler dalam pengencer Andromed dan TKT pada suhu pembekuan -80℃. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 26 November 2018 sampai tanggal 25 Januari 2019 di Laboratorium Lapang Sumber Sekar Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang dan Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya Malang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen segar dari kambing Senduro yang berada di Labolatorium Lapang Sumber Sekar. Semen dari pejantan kambing Senduro ditampung dengan menggunakan vagina buatan. Semen yang digunakan dalam penelitian ini memiliki motilitas massa minimal (++), motilitas individu ≥70%, persentase viabilitas spermatozoa ≥70%, persentase abnormalitas spermatozoa ≤10%. Pengencer yang digunakan adalah pengencer Andromed dan pengencer TKT yang didapatkan dari BBIB Singosari Malang selanjutnya disimpan pada suhu pembekuan -80℃. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen laboratorium dengan 2 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan penelitian yaitu P1 (semen + pengencer Andromed) dan P2 (semen + pengencer Tris Aminomethan kuning telur). Data yang diperoleh dianalisis dengan cara statistik deskriptif dan menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pembekuan -80℃ terdapat perbedaan yang nyata (P˂0,05) dalam penambahan pengencer Andromed dan TKT. Terdapat perbedaan yang nyata (P˂0,05) pada rataan persentase motilitas individu spermatozoa antara P1 (32 ± 4,47%) dan P2 (40 ± 7,91%). Terdapat perbedaan yang nyata (P˂0,05) pada rataan persentase abnormalitas spermatozoa antara P1 (18,44 ± 3,09%) dan P2 (16,80 ± 2,44%). Terdapat perbedaan yang nyata (P˂0,05) pada rataan persentase viabilitas spermatozoa antara P1 (22,71 ± 8,21%) dan P2 (28,85 ± 6,42%). Profil kalsium intraseluler dengan penambahan Pengencer TKT memiliki rataan intensitas yang lebih tinggi (327,21 ± 60,923 unit) dibandingkan dengan penambahan pengencer Andromed yang memiliki rataan intensitas sebesar 262,625 ± 95,898 unit. Kesimpulan penelitian ini penambahan pengencer TKT memberikan kualitas spermatozoa yang lebih tinggi daripada penambahan pengencer Andromed terhadap persentase motilitas individu, abnormalitas, viabilitas dan profil kalsium intraseluler pada suhu pembekuan -80℃. Disarankan menggunakan semen segar dari kambing Senduro dengan kondisi ternak yang sehat sehingga dapat diperoleh volume semen dalam kisaran normal dan konsistensi semen yang sedang maupun kental.

English Abstract

The research aimed was to evaluate the quality and profile of intracellular calcium sperm post-thawing Senduro goat diluted with andromed and tris Aminomethane egg yolk at freezing temperature of -80℃. This research was carried out at the Central of Biological Sciences Laboratory and the Sumbersekar Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University from November 26th, 2018 to January 25th, 2019. Semen diluent was divided into two grups, there where P1 (semen + Andromed) and P2 (semen + Tris Aminomethane egg yolk). The method used was the experimental laboratory and the materials used for this experiment were Senduro goat semen with ≤70% motility. Data of this research was analyzed using a paired design t-test. The parameter of this research the % of motility, abnormality, viability, and profile of intracellular calcium sperm. The results showed that after freezing -80℃, was a difference (P˂0.05) on the average % of motility between P1 (32 ± 4.47%) and P2 (40 ± 7.91%). There was significantly different (P˂0.05) on the average the % of abnormality between P1 (18.44 ± 3.09%) and P2 (16.80 ± 2.44%). There was significantly different (P˂0.05) on the average the % of viability between P1 (22.71 ± 8.21%) and P2 (28.85 ± 6.42%). The intracellular calcium profile Tris Aminomethane egg yolk diluted has a higher average intensity (327.21 ± 60.92 unit) compared to the Andromed dilution which has an average intensity of 262.62 ± 95.88 unit. It could be concluded that was addition of tris aminomethane egg yolk diluent gave a higher quality sperm than addition of Andromed diluent.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FAPET/2019/629/051910428
Uncontrolled Keywords: Senduro goat, Andromed, Tris Aminomethane egg yolk, Intracellular calcium
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry > 636.3 sheep and goats > 636.39 Goats > 636.390 82 Goats--Breeding > 636.390 824 Goats--Reproduction > 636.390 824 5 Goats--Artificial insemination
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/175943
Text
Novita Mayangsari.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item