BKG

Justitia, Riztya and Maulana, Luthfi Farhan (2017) Analisis Perencanaan Trase Jalan Tol Gempol-Mojokerto. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan merupakan daerah dengan perkembangan perindustrian yang cukup pesat. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor terutama kendaraan pribadi tidak diikuti dengan perkembangan infrastruktur jalan, sehingga menyebabkan kepadatan lalu lintas pada jalan eksisting Gempol, Pasuruan-Mojokerto. Oleh karena itu dibutuhkan pembangunan jalan Tol Gempol-Mojokerto dan menjadi bagian dari rencana pembangunan infrastruktur Tol Trans-Jawa. Perencanaan trase dalam pembangunan jalan tol Gempol – Mojokerto merupakan hal yang penting dimana trase yang terpilih nanti adalah trase dengan alignement dan geometrik jalan yang nyaman bagi pengguna jalan tol, jarak tempuh yang lebih pendek dan pembebasan lahan yang paling minim. Analisis perencanaan trase jalan tol Gempol-Mojokerto menggunakan metode analitycal hierarchy process, yaitu mengkalikan bobot kriteria dari aspek-aspek terpilih dengan penilaian teknis dari hasil survei kondisi lapangan. Aspek terpilih ditentukan berdasarkan kuisioner yang diisi oleh stakeholder atau para ahli yang berkaitan dengan perencanaan jalan tol Gempol – Mojokerto. Aspek yang digunakan dalam perencanaan trase ini adalah aspek jarak tempuh, pengembangan wilayah & tata ruang, pembebasan lahan, aksesibilitas, teknis. Aspek terpilih yang digunakan dalam pemilihan trase didapatkan dari hasil responden pada survei pra-AHP. Bobot kriteria dari hasil perhitungan didapatkan untuk aspek jarak tempuh sebesar 15,10% , aspek pengembangan wilayah dan tata ruang sebesar 28,7 % , aspek pembebasan lahan sebesar 18,5 %, aspek aksesibilitas sebesar 17,3 %, dan aspek teknis sebesar 23,4%. Berdasarkan hasil survei kondisi lapangan, perhitungan bobot kriteria, perhitungan konsistensi responden, dan penilaian kriteria pada masing masing alternatif dapat kita ketahui bahwa alternatif trase dengan skor tertinggi adalah alternatif trase 2 dengan skor 1,041. Sedangkan skor tertinggi selanjutnya adalah alternatif trase 1 dengan skor 1,0006, dan terakhir dengan skor terendah adalah alternatif trase 3 dengan skor 0,4225. Sehingga alternatif trase 2 adalah trase terpilih unuk rencana pembangunan jalan Tol Gempol-Mojokerto. Perkerasan yang direncanakan pada jalan tol Gempol – Mojokerto adalah perkerasan kaku mengacu pada Manual Desain Perkerasan Jalan Nomor 02/M/BM/2013 dan AASHTO 1993 sebagai pembanding. Menurut Manual Desain Perkerasan Jalan Nomor 02/M/BM/2013 perkerasan kaku yang digunakan adalah perkerasan beton bersambung tanpa tulangan dengan tebal plat beton 24 cm sedangkan menurut AASHTO 1993 tebal plat beton 14 inch atau 35,56 cm.

English Abstract

Mojokerto and Pasuruan is a region with rapid industrial development. Increasing the number of motor vehicles, especially private vehicles is not followed by the development of road infrastructure, causing traffic density on existing roads Gempol, Pasuruan - Mojokerto. Therefore, it is needed to build Gempol-Mojokerto highway and become part of Trans-Java highway road infrastructure development plan. Route’s planning in the construction of the Gempol - Mojokerto highway is important where the selected route will be a path with convenient alignment and road geometric for highway users, shorter travel distance and minimal land acquisition. Route’s planning analysis of Gempol – Mojokerto highway is using the analitycal hierarchy process method, which is to multiply the criteria weighting from selected aspects with technical assessment from field condition survey results. Selected aspects were determined based on a questionnaire filled with stakeholders or experts related to the planning of the Gempol - Mojokerto highway. Aspects used in planning this route is the aspect of distance or mileage, area development & layout, land acquisition, accessibility, technical. The selected aspects used in the selection of trace were obtained from respondents' results in pre-AHP surveys. The weight of criteria from the calculation result is obtained for the distance aspect of 15.10%, the aspect of area development and layout is 28.7%, the land acquisition aspect is 18.5%, accessibility aspect is 17.3%, and the technical aspect is 23,4%. Based on the survey of field conditions, calculation of criteria weight, respondent's consistency calculation, and criteria assessment on each alternative we can know that route alternative with highest score is route alternative number 2 with score 1,041. While the next highest score is the route alternative number 1 with a score of 1.0006, and the last with the lowest score is the route alternative number 3 with a score of 0.4225. So route alternative number 2 is the chosen route for the development plan of Gempol-Mojokerto highway. The planned pavement on the Gempol - Mojokerto highway is used a rigid pavement based on the Road Pavement Design Manual No. 02 / M / BM / 2013 and AASHTO 1993 as a comparison. According to the Road Pavement Design Manual No. 02 / M / BM / 2013 the rigid pavement used is concrete pavement concrete with no thickness of 24 cm concrete plate while according to AASHTO 1993 thick 14 inch or 35.56 cm concrete plate.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2017/650/051707243
Uncontrolled Keywords: Pemilihan Trase, Analitycal Hierarchy Process (AHP), Perkerasan Kaku, AASHTO, Jalan Tol, Gempol, Mojokerto
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 625 Engineering of railroads and roads > 625.7 Roads
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Yusuf Dwi N.
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/1756
Text
Justitia, Riztya and Maulana, Luthfi Farhan.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item