BKG

Miranda, Diah Ayu (2019) Efek Antimikroba Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Keprok (Citrus reticulata Blanco) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dari Isolat Pus secara In Vitro. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Staphylococcus aureus (S.aureus) adalah bakteri kokus gram positif yang merupakan flora normal pada manusia namun dapat menyebabkan mastitis pada ibu dalam masa nifas. Munculnya Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) yang resisten terhadap berbagai antimikroba mendasari perlunya dilakukan eksplorasi bahan lain sebagai antimikroba alternatif, salah satunya adalah jeruk keprok (Citrus reticulata Blanco) yang diketahui memiliki kandungan zat aktif alkaloid dan flavonoid yang berpotensi sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antimikroba ekstrak etanol kulit jeruk keprok (Citrus reticulata Blanco) terhadap pertumbuhan koloni bakteri S. aureus dari isolat pus menggunakan metode mikrodilusi. Konsentrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0% (Kontrol Bakteri); 0,3%; 0,6%; 1,2%; 2,5%; 5%; 10%; 20% dengan replikasi sebanyak 4 kali untuk setiap konsentrasi. Konsentrasi Hambat Minimal (KHM) terlihat pada konsentrasi 5% dan Konsentrasi Bunuh Minimal (KBM) terlihat pada konsenrasi 10%. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pertumbuhan jumlah koloni S. aureus (p = 0.000) yang diujikan. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan ekstrak etanol kulit jeruk keprok dalam menghambat pertumbuhan koloni S. aureus sebesar 89,5% (p < 0,001). Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit jeruk keprok (Citrus reticulata Blanco) memiliki potensi sebagai antimikroba terhadap bakteri S. aureus dari isolat pus secara in vitro.

English Abstract

Staphylococcus aureus (S.aureus) is a gram-positive coccus bacteria which is normal flora in humans but can cause mastitis in mothers during puerperium. The appearence of Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) which is resistant to various antimicrobials underlies the need to explore other substances as an antimicrobial alternative, one of these is tangerine (Citrus reticulata Blanco) which is known to have alkaloids and flavonoids as active ingredients that have antimicrobial potential. This study aims to determine the antimicrobial potential of ethanol extract of tangerine peel (Citrus reticulata Blanco) on the growth of S. aureus colonies from pus isolates carried out by experimental tests using the microdilution method. The concentrations used in this study were 0% (Bacterial Control); 0,3%; 0,6%; 1,2%; 2,5%; 5%; 10%; 20% tests repetition 4 times for each concentration. Minimal Inhibitory Concentration (MIC) seen at concentration of 5% and Minimal Killer Concentration (KBM) seen at concentration of 10%. One-Way ANOVA test results showed a significant difference in the growth of S. aureus colonies (p = 0.000) tested. The results of simple linear regression showed that ethanol extract of tangerine peel inhibited S. aureus colonies growth by 89.5% (p < 0.001). Based on this study, it can be concluded that the ethanol extract of tangerine peel (Citrus reticulata Blanco) has potential as an antimicrobial against S. aureus bacteria from pus isolates in vitro.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FK/2019/184/051909351
Uncontrolled Keywords: Staphylococcus aureus, jeruk keprok (Citrus reticulata Blanco), antimikroba, Staphylococcus aureus, tangerine (Citrus reticulata Blanco), antimicrobial
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 615 Pharmacology and therapeutics > 615.3 Organics drugs > 615.32 Drugs derived from plants and mikroorganisms
Divisions: Fakultas Kedokteran > Kebidanan
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/175339
Text
Diah Ayu Miranda (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item