BKG

Baro’ah, Rizkatul (2019) Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Ibu Hamil dalam Menghadapi Persalinan dengan Skor Prenatal Attachment di PMB Rina Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Ibu hamil trimester III cenderung mengalami kecemasan yang tinggi karena khawatir memikirkan proses persalinan serta kondisi janin yang akan dilahirkan. Jika kecemasan ini terus terjadi, maka akan berdampak negatif untuk ibu maupun janinnya. Ibu akan merasakan proses persalinan yang lebih lama disebabkan karena lemahnya kontraksi otot rahim yang terjadi. Kecemasan juga dapat meningkatkan resiko kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelahiran prematur. Selain itu, kecemasan yang berlebihan juga dapat mempengaruhi hubungan ibu dengan janin, padahal hubungan ini harus terjalin dengan baik selama kehamilan untuk menunjang pertumbuhan kognitif, motorik dan sosial anak setelah dilahirkan. Hubungan ini yang dinamakan dengan prenatal attachment. Penelitian ini memiliki tujuan utama yaitu untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III dengan skor prenatal attachment. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif, metode cross sectional dan menggunakan Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan 72 responden yang dimulai pada bulan Desember 2018 hingga Januari 2019 dengan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan Prenatal Attachment Inventory (PAI). Uji statistik ini menggunakan non parametrik yaitu Kendall Tau. Hasil yang didapatkan menunjukkan p-value 0,019 (<0.05) dan koefisien korelasi sebesar -0.250 yang berarti semakin tinggi tingkat kecemasan ibu hamil, maka skor prenatal attachment ibu semakin rendah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi gambaran bagi tenaga kesehatan untuk tetap memperhatikan kondisi psikologis ibu dengan meningkatkan skor prenatal attachment sehingga dapat meningkatkan kesehatan ibu dan janin.

English Abstract

Woman in the third trimester level most likely has high an anxiety due to worry about labor process and fetus born condition. If the anxiety is continuously allowed to occur, it will have negative impact on both mother and fetus. Women will experience longer labor process due to the weakness of the uterine muscle contractions. Anxiety can also increase the risk of low birth weight (LBW) and pre-term birth. In addition, excessive anxiety can also affect the relationship between mother and fetus, while this relationship should well interwoven during pregnancy to support cognitive, motor and social growth of children after birth. This relationship is known as prenatal attachment. This study aimed to determine the correlation between the anxiety of pregnant women in facing labor with prenatal attachment score. This study used a quantitative research design with cross sectional method and used Purposive Sampling. This study used 72 respondents starting in December 2018 to January 2019, using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) instrument and the Prenatal Attachment Inventory (PAI). The statistic test used nonparametric test, Kendall Tau. Results shows the p-value 0.019 (<0.05) and the correlation coefficient is -0.250 which means the higher anxiety level of pregnant women, the lower of prenatal attachment score. The research hopefully can be representation for care provider to keep take care of woman’s psychology with increasing their prenatal attachment that can improved mother and fetus health.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FK/2019/123/051909223
Uncontrolled Keywords: kehamilan, kecemasan, prenatal attachment, pregnancy, anxiety, prenatal attachment
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 612 Human Physiology > 612.6 Reproduction, development, maturation > 612.63 Pregnancy and childbirth
Divisions: Fakultas Kedokteran > Kebidanan
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/175288
Text
Rizkatul Baro’ah (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item