BKG

Primardini, Rifda Azza (2019) A Comparison Analysis of Speech Styles Used by the Main Characters in the movie Dilan 1990 and Teman Tapi Menikah. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Setiap orang memiliki cara atau gaya yang berbeda dalam mengkomunikasikan perasaan, emosi dan opini mereka, yang bisa terjadi secara tertulis dan lisan. Seperti di dalam film, para pemain di dalam film cenderung menggunakan gaya yang berbeda dalam pengucapan mereka untuk menyesuaikan situasi yang ada di dalam dialog. Penelitian ini mendiskusikan tentang analisis perbandingan penggunaan gaya bicara yang dilakukan oleh pemain utama dalam film Dilan 1990 dan Teman Tapi Menikah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan bagaimana penggunaan gaya bicara yang dipakai oleh pemeran utama, untuk menjelaskan faktor-faktor pemicu dalam penggunaan gaya bicara, dan untuk menemukan perbedaan-perbedaan dalam hal penggunaan gaya bicara yang dipakai oleh pemeran utama dalam film Dilan 1990 and Teman Tapi Menikah. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori utama dari Martin Joos (1967) untuk menentukan gaya bicara pemeran utama dalam film Dilan 1990 dan Teman Tapi Menikah.. Lalu teori lain dari Janet Holmes (2001) dan mengkombinasikan teori dari Wardhaugh (2006) untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan gaya bicara pemeran utama dalam kedua film tersebut. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu, terdapat 297 gaya bicara yang dipakai oleh pemeran utama dalam film Dilan 1990 dan 271 gaya bicara yang dipakai oleh pemeran utama dalam film Teman Tapi Menikah dan hal ini menunjukkan adanya perbedaan generasi dalam penggunaan gaya bicara yang diproduksi oleh pemeran utama dari kedua film tersebut. Didalam film Dilan 1990, terdapat 5 gaya beku, 63 gaya formal, 46 gaya konsultatif, 104 gaya kasual dan 78 gaya intim. Sedangkan di dalam film Teman Tapi Menikah, terdapat 26 gaya formal, 49 gaya konsultatif, 102 gaya kasual dan 94 gaya intim. Penulis juga menemukan beberapa faktor yang memicu penggunaan gaya bicara yaitu umur, kelas sosial, konvergensi ucapan, pekerjaan, wilayah dan juga etnisitas. Penulis menyarankan peneliti selanjutnya untuk dapat meneliti lebih dalam lagi penggunaan gaya bicara dan alasan beberapa faktor yang memicu penggunaan gaya bicara melalui fenomena yang lain. Selanjutnya, penelitian ini bisa membantu siapapun untuk menghindari kesalahpahaman saat berkomunikasi dan baik pembicara maupun pendengar mampu mendapatkan maksud dan tujuan dalam berkomunikasi dengan cepat.

English Abstract

Every person has a different way or style in communicating their feelings, emotion and opinion, which can occur in written and spoken. Like in a movie, the characters tend to use different style in their utterances to adapt with the situation in dialogue. This study discusses a comparison analysis of speech styles performed by the main characters in the movie Dilan 1990 and Teman Tapi Menikah. The aims are to elaborate how the speech styles used by the main characters, to explain the factors triggering in using certain types of speech styles and to find out the differences in terms of the use of certain speech styles by the main characters in the movie Dilan 1990 and Teman Tapi Menikah. This study uses descriptive qualitative approach. It uses the main theory from Martin Joos (1967) to find speech styles used by the main characters in the movie Dilan 1990 and Teman Tapi Menikah. The writer also uses the theory from Janet Holmes (2001) combine with the theory from Wardhaugh (2006) to find the factors triggering the use of speech styles’ the main characters in those two movies. The results indicate that there are 297 speech styles used by the main characters in the movie Dilan 1990 and there are 271 speech styles used by the main characters in the movie Teman Tapi Menikah which can show difference generation in the use of speech styles produced by the main characters in both movies. In Dilan 1990 movie, the writer found 5 of frozen style, 63 of formal style, 46 of consultative style, 104 of casual style, and 78 of intimate style. While in Teman Tapi Menikah movie, the writer found 26 of formal style, 49 of consultative style, 102 of casual style, and 94 of intimate style. The factors triggering the use of speech style are the age of addressee, social background of addressee, speech convergence, occupation, region and ethnicity. Also there is difference generation in the use of speech styles that produced by the main characters within Dilan 1990 and Teman Tapi Menikah. The writer suggests that the next researchers use deeper research to figure out the reason why certain speech styles are used and why certain factors are triggering the use of certain speech style in other phenomenon not only in a movie. Further, this research could be helpful for people to avoid misunderstanding in real conversation so both the speaker and the hearer can get the purpose of the conversation easily.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIB/2019/127/051908607
Uncontrolled Keywords: sosiolinguistik, gaya bicara, pemeran utama dalam film, Dilan 1990, dan Teman Tapi Menikah-sociolinguistics, speech styles, the main characters of movie, Dilan 1990, and Teman Tapi Menikah.
Subjects: 300 Social sciences > 306 Culture and institutions > 306.4 Spesific aspects of culture > 306.44 Language
Divisions: Fakultas Ilmu Budaya > Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/174867
Text
Rifda Azza Primardini.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item