BKG

Ulfah, Nabila (2019) Evaluasi Penerapan Prinsip Pendinginan Pasif Terhadap Penurunan Suhu Pada bangunan Kantor Karya Delution Architect. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan semakin meningkatnya kebutuhan energi listrik. Peningkatan penggunaan energi listrik tersebut menurut Japan International Corporation Agency (JICA), disumbangkan oleh penggunaan AC yang berlebih (sebesar 47%). Penggunaan AC yang berlebih pada bangunan dianggap kurang efisien mengingat bangunan dapat berkontribusi dalam upaya penghawaan alami. Hal tersebut dapat diantisipasi dengan menerapkan prinsip desain pasif pada bangunan. Pendinginan pasif merupakan salah satu aspek desain pasif yang umumnya diterapkan pada bangunan di negara iklim tropis, salah satunya Indonesia. Semakin banyak penerapan pendinginan pasif dalam upaya efisiensi energi diusung oleh arsitek-arsitek di Indonesia, salah satunya Delution Architect. Bangunan karya Delution Architect secara visual, menerapkan beberapa prinsip pendinginan pasif. Namun, dalam penerapan prinsip tersebut perlu memperhatikan lingkungan sekitar. Objek penelitian yang dipilih yaitu kantor DPD Golkar Cikini dan kantor Himaya Studio. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dan kualitatif. Metode kualitatif menilai analisis visual dengan parameter dari kajian pustaka, sedangkan metode kuantitatif dengan pengukuran suhu di ruang luar, koridor, dan ruang kerja untuk melihat kinerja termal di kedua objek. Pada analisis visual, prinsip pendinginan pasif yang diobservasi yaitu, ruang buffer, orientasi bangunan, bentuk dan massing bangunan, selubung bangunan (material), penataan lansekap (topografi, material permukaan, vegetasi, dan elemen air), naungan (shading device), dan bukaan. Penggabungan analisis visual dan hasil pengukuran menunjukkan bahwa kinerja termal di kantor DPD Golkar tergolong baik karena sebagian besar berada pada suhu netral, dan mengalami penurunan. Rekomendasi pada objek tersebut belum diperlukan. Meskipun demikian, penerapan prinsip pendinginan pasif kantor Himaya Studio belum maksimal pada ruang kerja karena selalu berada di atas suhu netral dan sebagian besar mengalami kenaikan suhu. Namun, koridor kantor Himaya Studio memiliki kinerja termal yang baik karena selalu mengalami penurunan suhu. Berdasarkan analisis visual, yang paling menonjol pada bangunan karya Delution Architect adalah penerapan sistem cross ventilation.

English Abstract

Along with the development of science and technology, the needs of electrical energy is increasing. The increase in the use of electrical energy, according to the Japan International Corporation Agency (JICA), was contributed by the use of AC (by 47%). The use of excess AC in buildings is considered not efficient, considering the building can contribute to natural ventilation. This can be anticipated by applying passive design principles to buildings. Passive cooling is one of passive design aspects that generally applied in buildings in tropical countries, such as Indonesia. The increasing number of passive cooling applications as a way of energy efficiency, is carried by several architects, one of which is Delution Architect. Visually, Delution Architect building’s applied several principles of passive cooling. However, in applying these principles, it’s necessary to observe the existing environment around the objects. The chosen objects to this research are Golkar office and Himaya Studio office. This research use quantitative and qualitative methods. The qualitative method assesses visual analysis with parameters from literatures, the quantitative method is done by measuring the temperature in: outdoor, corridor, and workspace to analyze thermal performance in both objects. In visual analysis, the principles of passive cooling is observed, from buffer space, building orientation, building shape and massing, building envelope (material), landscape arrangement (topography, surface material, vegetation, and water elements), shading device, and openings. The combination of both methods shows that the thermal performance in Golkar office is good because most of the temperature is at neutral temperature and decreased. Therefore, recommendations on this object aren’t needed yet. The thermal performance of Himaya Studio office hasn’t been maximized in the workspace because its temperature always above the neutral temperature and most of the temperature increases. Based on visual analysis, the most dominant element in Delution Architect buildings is the application of cross ventilation system.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2019/816/051908330
Uncontrolled Keywords: Pendinginan Pasif, Kinerja Termal, Analisis Visual, Passive Cooling, Thermal Performance, Visual Analysis
Subjects: 700 The Arts > 725 Public structures > 725.1 Government buildings
Divisions: Fakultas Teknik > Arsitektur
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/174275
Text
Nabila Ulfah.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item