BKG

Nugroho, Cahyo Wisnu (2019) Studi Restorasi Pada Sungai Kuncir Kanan Di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Sungai merupakan sebuah sistem yang komplek dan beraturan. Sistem yang komplek merupakan sistem yang tersusun atas banyak komponen, dimana semua komponen saling berhubungan dan berpengaruh dalam suatu sistem yang sinergis. Kerusakan suatu komponen atau perubahan komponen penyusun sungai akan menyebabkan kegagalan dalam sistem sungai yang akan berdampak pada fungsi sungai sebagai suatu sistem yang dapat menyebabkan kerugian bagi manusia seperti halnya banjir, menurunnya kualitas air, kekeringan dan lain sebagainya. Sungai Kuncir merupakan satu dari sekian banyak sungai yang mengalir melintasi Kabupaten Nganjuk dan merupakan sumber daya alam yang penting bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk, namun dalam kurun waktu 15 tahun terakhir kondisi Sungai Kuncir mulai mengkhawatirkan, hal ini dapat dilihat dari sering terjadinya banjir yang terjadi karena luapan Sungai Kuncir. Banjir terbesar yang terjadi pada tahun 2004 dan banjir yang terjadi tiap tahun pada periode musim hujan menunjukan bahwa telah terjadi penurunan retensi sungai terhadap debit pada musim hujan di Sungai Kuncir Kanan. Untuk memperbaiki kondisi sungai dan meningkatkan retensi sungai terhadap debit pada musim hujan di Sungai Kuncir kanan diperlukan studi khusus guna mengetahui penyebab menurunnya retensi sungai yang akhirnya dapat menyebabkan banjir serta mengembalikan sistem sungai sebagaimana mestinya, Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui kondisi hidraulik Sungai Kuncir Kanan saat ini dan mengetahui upaya yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan Sungai Kuncir Kanan dengan konsep berbasis ekologi (Restorasi). Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, maka didapat kondisi hidrolika Sungai Kuncir Kanan existing dari hasil simulasi HEC-RAS pada Q5, Q10, Q25, Q50, dan Q100 terjadi luapan, dengan elevasi muka air saat Q5 setinggi +59,41 di STA 2300, saat Q10 elevasi muka air setinggi +59,60 di STA 2300, saat Q25 elevasi muka air setinggi +59,85 di STA 2300, saat Q50 elevasi muka air setinggi +60,01 di STA 2300 dan +58,10 di STA 2100, dan saat Q100 elevasi muka air maksimum setinggi +59,97 di STA 2300, +59,44 di STA 2200, dan +58,29 di STA 2100. Rencana Restorasi Sungai Kuncir Kanan dibagi menjadi 2 tahap yaitu Restorasi Fisik yang berfokus pada penataan sempadan dan ekologi juga normalisasi badan sungai serta Restorasi Non Fisik yang berfokus pada sosialiasi dan edukasi kepada masyarakat. Kondisi hidraulik setelah dilakukan restorasi dan normalisasi badan sungai menunjukan tidak adanya luapan yang terjadi pada Sungai Kuncir Kanan.

English Abstract

River is a complex and irregular system. The complex system is a system that is composed of many components, where all components are interconnected and influential in a synergistic system. Damage to a component or a change in the constituent components of the river will cause failures in the river system that will affect the functioning of the river as a system that can cause harm to humans as well as flooding, declining Water quality, drought and so forth. Kuncir River is one of the many rivers flowing across Nganjuk Regency and is an important natural resource for the people of Nganjuk regency, but within the last 15 years the condition of Kuncir river decrease into worrying level. It can be seen from the frequent flooding that occurs due to the overflow of the Kuncir River. The largest flood occurred in the year 2004 and the floods that occurred annually in the rainy season period showed that there has been a decrease in river retention to discharge during the rainy season on the right Kuncir river. To improve river conditions and increase river retention of discharge in the rainy season on Kuncir Kanan River, special studies are required in order to determine the cause of declining river retention which can eventually cause flooding and return River system as it should be, the purpose of this study is to know the latest hydraulic condition of Kuncir Kanan river and to know the efforts made in addressing the problem of the right Kuncir River with an ecological-based concept (restoration). Based on the analysis that has been done, the river existing hydraulic condition of Kuncir Kanan river by simulation using HEC-RAS as result Q5, Q10, Q25, Q50, and Q100 occurred overflowing, with the elevation of water level when the Q5 is + 59.41 in STA 2300, when Q10 the elevation of water level as high as + 59.60 in STA 2300, when Q25 the elevation of water level is + 59.85 at STA 2300, when Q50 the elevation of water level is + 60.01 in STA 2300 and + 58.10 at STA 2100, and when Q100 maximum water level elevation as + 59.97 at STA 2300, + 59.44 in STA 2200 , and + 58.29 in STA 2100. River restoration plan is divided into 2 stages, namely physical restoration focusing on the structuring of river borders and ecology also normalization of river channel and Nonphysical restoration that focuses on socialization and education to the community. The hydraulic conditions after restoration and normalization of river channel indicate that there is no overflow occurring in the Kuncir Kanan river.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2019/808/051907746
Uncontrolled Keywords: Hidrolika, HEC-RAS, Restorasi, Hydraulic, Kuncir Kanan River, HEC-RAS, Restoration
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 627 Hydraulic engineering > 627.1 Inland waterways > 627.12 Rivers and streams / Watershed management
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pengairan
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/174259
Text
Cahyo Wisnu Nugroho.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item