BKG

Satritama, Ignatius Ronald Virandi (2019) Implementasi Program E-Formasi terhadap Perencanaan Pegawai. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pegawai Negeri Sipil atau PNS merupakan aktor penting dalam menjalankan kegiatan pemerintahan, karena PNS memegang peran utama sebagai pelaksana, menjalankan fungsi manajemen pelayanan publik dan lain sebagainya. Dalam hal ini untuk mengoptimalkan dan menjamin efisiensi, efektivitas, dan akurasi pengambilan keputusan dalam manajemen ASN (Aparatur Sipil Negara), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia membuat sistem informasi ASN kebijakan perencanaan pegawai ASN berupa sistem e-formasi. Hal ini merupakan hasil kesepakatan bahwa perencanaan SDM aparatur dalam rangka memenuhi kebutuhan pegawai ASN di lingkungan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam rangka mempercepat proses administrasi serta menjamin keakuratan data terkait peta jabatan, jumlah jabatan, posisi penempatan pegawai, alokasi kekurangan dan kelebihan pegawai. Tujuan meneliti implementasi program e-formasi terhadap perencanaan pegawai adalah untuk mengetahui implementasi program e-formasi terhadap perencanaan pegawai setelah berlakunya Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai implementasi program e-formasi terhadap perencanaan pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Kota Malang dan juga mendeskripsikan dan menganalisis mengenai faktor pendukung dan penghambat implementasi program e-formasi terhadap perencanaan pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Malang. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Kemudian yang menjadi fokus penelitian mengenai penelitian ini ialah implementasi program e-formasi terhadap perencanaan pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Kota Malang yang meliputi analisis kebutuhan pegawai dan program e-formasi sebagai upaya perencanaan pegawai serta faktor-faktor yang terdapat dalam implementasi program e-formasi terhadap perencanaan pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Kota Malang yang meliputi faktor pendukung implementasi program e-formasi terhadap perencanaan pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Kota Malang dan faktor penghambat implementasi program e-formasi terhadap perencanaan pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Kota Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program e-formasi terhadap perencanaan pegawai ini telah berhasil diimplementasikan dengan baik, hal tersebut ditinjau baik melalui perspektif maupun hasil. Dalam implementasi vi program e-formasi tersebut terdapat faktor-faktor pendukung dan penghambat antara lain fasilitas jaringan internet yang menjadi faktor terpenting sekaligus penghambat dikarenakan program e-formasi dijalankan secara daring. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa penghambat, diantaranya masih kurangnya kesadaran beberapa pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Kota Malang akan pentingnya program tersebut sehingga program ini dirasa berjalan tanpa adanya esensi atau tujuan dalam implementasi program e-formasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, beberapa saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah perlunya Bimbingan Teknis (BIMTEK) untuk pegawai agar dapat belajar mengenai teknologi. Di sisi lain, untuk dapat mengoperasikan atau menjalankan program e-formasi juga harus didukung dengan sumber daya manusia yang berkompeten. BIMTEK diharapkan mampu menjadi solusi dari permasalahan tersebut serta perbaikan fasilitas jaringan internet agar implementasi program e-formasi dapat berjalan dengan baik.

English Abstract

Civil servant or Servant is an important actor in the exercise of the activities of the Government, because Civil Servants holding a lead role as executor, runs public service management functions and so on. In this case to optimize and ensure the efficiency, effectiveness, accuracy and decision making in the management of the ASN (Civil Apparatus of the country), the Ministry for administrative reform of the State apparatus and the bureaucracy of the Republic of Indonesia make the system information policy planning officers ASN ASN form e-formation. This is the result of an agreement that Human Resources planning apparatus in order to meet the needs of employees ASN in the environment ministries/agencies and local governments in order to speed up the process of administration and ensure the accuracy of the associated data map the Office, the number of the position, the position of the placement officer, the allocation of the deficiency and excess employees. The purpose of examining the implementation of the programme eformation against planning officers is to know the program implementation eformation against planning officers after the enactment of Law No. 5 of the year 2014 of the civil State Apparatus. This research was conducted with the aim to describe and analyze about the implementation of the programme e-formation against the staffing Agency employees in the Planning Area of Malang and also describe and analyse about the factor endowments and a barrier to the implementation of the programme eformation against planning officer at Staffing Agency Area of Malang. In this study, researchers used a type of descriptive study with a qualitative approach. The study analyzed using interactive analysis models, Miles and Huberman. Then that became the focus of this research is the research on program implementation e-formation against the staffing Agency employees in the Planning Area of Malang that includes a needs analysis and program officer e-formation as an attempt the planning of the employees as well as the factors contained in program implementation e-formation against the staffing Agency employees in the Planning Area of Malang that includes factors supporting program implementation e-formation against planning officers Staffing Agency Area of Malang and factors restricting implementation program eformation against the staffing Agency employees in the Planning Area of Malang. The results of this research show that the implementation of the programme e-formation against planning officers had successfully implemented properly, it is reviewed by the perspective as well as the results. In the implementation of the programme e-formation factors there are supporters and restricting internet network facilities, among others, which became the most important factor at a time barrier because the program e-formation running online. Nevertheless, there are still some viii barrier, which were still lack of awareness of some of the Agency's Staffing employees in the Area of Malang of the importance of the program so that the program is considered running in the absence of essence or purpose in program implementation e-formation. Based on the results of such research, some advice that can be given by researchers is the need for the technical guidance (BIMTEK) for employees to be able to learn about the technology. On the other hand, to be able to operate or run programs e-formation must also be supported by competent human resources. BIMTEK is expected to be the solution of these problems as well as repair facilities internet network in order for the implementation of the programme e-formation can run well.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIA/2019/603/051907741
Uncontrolled Keywords: Implementasi, Perencanaan Pegawai, Program, Formasi
Subjects: 300 Social sciences > 352 General considerations of public administration > 352.6 Personnel management (Human resource management) > 352.63 Civil service system > 352.630 285 Computer apllication
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Ilmu Administrasi Publik / Negara
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/174023
Text
Ignatius Ronald Virandi Satritama (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item