BKG

Puteri, Annisa Ismi (2019) Analisis Daya Saing Ekspor Tembakau Indonesia. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Keberhasilan dalam perdagangan internasional suatu negara dapat dilihat dari daya saingnya. Daya saing ini merupakan suatu konsep umum yang digunakan didalam ekonomi, yang merujuk kepada komitmen terhadap persaingan pasar terhadap keberhasilannya dalam persaingan internasional. Daya saing telah menjadi kunci bagi perusahaan, negara maupun wilayah untuk bisa berhasil dalam partisipasinya dalam globalisasi dan perdagangan bebas dunia (Bustami dan Hidayat, 2013). Produk atau kelompok produk pertanian yang mempunyai daya saing tinggi akan mampu eksis dan terus berkembang sehingga ekspor negaranegara ASEAN ke kawasan ASEAN sendiri akan semakin besar yang selanjutnya akan dapat mendorong produksi dalam negeri serta meningkatkan pendapatan petani, kesempatan kerja dan devisa negara. Agroindustri yang mengolah produk ekspor diperkirakan juga akan berkembang makin pesat dengan adanya daya saing yang tinggi (Hadi dan Mardianto, 2004). Indonesia di pasar ASEAN, memiliki daya saing untuk beberapa komoditas ekspor andalan dari sektor pertanian. Keunggulan daya saing merupakan kemampuan yang harus dimiliki suatu negara di pasar internasional khususnya ASEAN. Daya saing komoditas dapat diukur melalui pendekatan keunggulan komparatif dan kompetitif. Salah satu komoditas yang dapat diukur yaitu tembakau. Tembakau Indonesia adalah salah satu tembakau yang memiliki kualitas terbaik di dunia. Walaupun demikian, di Indonesia terdapat permasalahan cuaca yang tidak dapat di prediksi. Perubahan cuaca ini diakibatkan oleh fenomena La Nina yang dapat mengurangi harga jual dan kualitas dari tembakau di beberapa daerah di Indonesia. Permasalahan lain adalah volume dan nilai ekspor tembakau Indonesia di pasar ASEAN cenderung berfluktuasi. Posisi ekspor tembakau Indonesia di pasar ASEAN masih dapat dikatakan memiliki peluang yang baik untuk dapat merebut pasar ASEAN. Hal ini dikarenakan Indonesia didukung dengan memiliki areal yang luas dibandingkan dengan negara ASEAN lain. Selain luas areal, tingkat produktivitas tembakau dapat mempengaruhi tinggi rendahnya nilai ekspor tembakau. Jika produktivitas tembakau tinggi, dan didukung dengan adanya daya saing dalam bentuk keunggulan komparatif ataupun kompetitif, maka akan memiliki kemampuan yang lebih besar untuk tetap eksis di pasar internasional. Berdasarkan permasalahan diatas berpotensi mempengaruhi dan berdampak pada daya saing tembakau Indonesia di pasar ASEAN. Hal ini merupakan tantangan sekaligus ancaman bagi ekspor tembakau Indonesia, karena meningkatnya permintaan terhadap produk tembakau berkualitas. Apabila Indonesia tidak mampu meningkatkan daya saing, maka produk impor akan semakin banyak dan mempengaruhi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perkembangan luas areal, produktivitas, produksi, volume ekspor, dan nilai ekspor tembakau Indonesia (2) menganalisis daya saing komparatif komoditas tembakau Indonesia di pasar ASEAN (3) menganalisis daya saing kompetitif komoditas tembakau Indonesia di pasar ASEAN. Penentuan lokasiii penelitian dilakukan secara purposive pada tingkat nasional dan pasar ASEAN. Hal yang menjadi objek penelitian ini adalah daya saing tembakau Indonesia baik keunggulan komparatif dan kompetitif. Negara pesaing dalam penelitian daya saing tembakau Indonesia adalah seluruh negara anggota ASEAN yang memproduksi tembakau yaitu Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, Kamboja, Vietnam dan Laos. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data time series dalam kurun waktu 2008-2017. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif, Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Competitiveness Index (ECI). Hasil analisis deskriptif berdasarkan data menunjukkan Indonesia memiliki perkembangan yang cenderung menurun terhadap nilai ekspor komoditas tembakau dari tahun 2008-2017. Berbeda dengan seluruh negara pesaing yang mempunyai kecenderungan meningkat terhadap nilai ekspor tembakau. Luas areal tembakau Indonesia cenderung meningkat sebesar 0,4% per tahun dari tahun 2008-2017. Produktivitas tembakau Indonesia cenderung meningkat sebesar 1,3% per tahun dan produksi juga cenderung meningkat sebesar 2,3% karena luas lahan dan produktivitas yang juga meningkat pada tahun 2008-2017. Hasil analisis RCA tembakau Indonesia menunjukkan rata-rata RCA >1 yaitu 2,37 yang mengindikasikan bahwa tembakau Indonesia memiliki daya saing komparatif yang kuat di pasar ASEAN. Posisi daya saing komparatif tembakau Indonesia masih berada dibawah dibandingkan dengan Filipina, Kamboja dan Laos namun masih lebih tinggi dibanding dengan Thailand, Malaysia, Vietnam dan Myanmar. Posisi daya saing ini dipengaruhi oleh nilai ekspor tembakau negara masing-masing dibandingkan oleh nilai ekspor tembakau ASEAN. Selain itu, nilai ekspor total seluruh barang masing-masing negara dibandingkan dengan nilai ekspor total seluruh barang ASEAN juga berpengaruh dalam posisi daya saing ekspor. Nilai rata-rata indeks RCA tembakau Indonesia bernilai 2,37 dibawah negara Kamboja 9,35; Laos 4,85; dan Filipina 4,50 kemudian nilai rata-rata indeks RCA untuk negara Thailand, Malaysia, Vietnam dan Myanmar berturut-turut sebesar 1,06; 0,56; 1,75; dan 0,68. Hasil analisis ECI tembakau Indonesia menunjukkan rata-rata ECI < 1 yaitu 0,94. Posisi daya saing kompetitif tembakau Indonesia berada pada posisi terendah dibandingkan dengan seluruh negara pesaing. Hal ini dipengaruhi oleh nilai ekspor tembakau salah satu negara pada periode sebelumnya apabila dibandingkan dengan nilai ekspor tembakau salah satu negara pada periode berjalan lebih besar. Nilai ECI negara pesaing berturut-turut dimulai dari nilai ECI tertinggi yaitu Laos 3,86; Malaysia 2,74; Myanmar 1,91; Kamboja 1,82; Filipina 1,30; Vietnam 1,16; dan Thailand 1,01. Nilai ECI Indonesia yang kurang dari 1 mengindikasikan bahwa tembakau Indonesia memiliki tren daya saing kompetitif yang menurun di pasar ASEAN.

English Abstract

Success in international trade of a country can be seen from its competitiveness. This competitiveness is a general concept used in the economy, which refers to a commitment to market competition towards its success in international competition. Competitiveness has become the key for companies, countries and regions to be successful in their participation in globalization and free trade in the world (Bustami and Hidayat, 2013). Products or groups of agricultural products that have high competitiveness will be able to exist and continue to grow so that the export of ASEAN countries to the ASEAN region itself will be even greater which will then be able to encourage domestic production and increase farmer income, employment opportunities and foreign exchange. Agro-industries that process export products are also expected to develop more rapidly with high competitiveness (Hadi and Mardianto, 2004). Indonesia in the ASEAN market has competitiveness for several mainstay export commodities from the agricultural sector. Excellence in competitiveness is a capability that must be possessed by a country in international markets, especially ASEAN. Commodity competitiveness can be measured through a comparative and competitive advantage approach. One of the commodities that can be measured is tobacco. Indonesian Tobacco is one of the best quality tobacco in the world. Nevertheless, in Indonesia there are weather problems that cannot be predicted. This weather change is caused by the La Nina phenomenon which can reduce the selling price and quality of tobacco in several regions in Indonesia. Another problem is that the volume and value of Indonesian tobacco exports in the ASEAN market tends to fluctuate. The position of Indonesian tobacco exports in the ASEAN market can still be said to have good opportunities to be able to seize the ASEAN market. This is because Indonesia is supported by having a large area compared to other ASEAN countries. In addition to the area, the level of tobacco productivity can affect the high and low value of tobacco exports. If tobacco productivity is high, and supported by competitiveness in the form of comparative or competitive advantages, it will have a greater capacity to continue to exist in the international market. Based on the above problems it has the potential to affect and impact the competitiveness of Indonesian tobacco in the ASEAN market. This is both a challenge and a threat to Indonesian tobacco exports, due to the increasing demand for quality tobacco products. If Indonesia is unable to increase competitiveness, then imported products will increase and affect the Indonesian economy. Therefore, this study aims to (1) analyze the development of area, productivity, production, export volume, and value of Indonesian tobacco exports (2) analyze the comparative competitiveness of Indonesian tobacco commodities in the ASEAN market (3) analyze competitive competitiveness of tobacco commodities Indonesia in the ASEAN market. Determination of the location of the study was conducted purposively at the national and ASEAN market levels. The object of this researchiv is the competitiveness of Indonesian tobacco both comparative and competitive advantages. Competing countries in the research on competitiveness of tobacco in Indonesia are all ASEAN member countries that produce tobacco, namely Thailand, Malaysia, the Philippines, Myanmar, Cambodia, Vietnam and Laos. The data used in this study are secondary data and time series data in the period 2008- 2017. The analysis used in this study is descriptive analysis, Revealed Comparative Advantage (RCA) and Export Competitiveness Index (ECI). The results of the descriptive analysis based on data show that Indonesia has a downward trend towards the value of tobacco commodity exports from 2008- 2017. It is different from all competing countries which have an increasing tendency towards the value of tobacco exports. The area of Indonesian tobacco area tends to increase by 0.4% per year from 2008-2017. The productivity of Indonesian tobacco tends to increase by 1.3% per year and production also tends to increase by 2.3% because the land area and productivity also increased in 2008-2017. The results of the RCA analysis of Indonesian tobacco showed an average RCA> 1 which is 2.37 which indicates that Indonesian tobacco has strong comparative competitiveness in the ASEAN market. The position of comparative competitiveness of Indonesian tobacco is still below compared to the Philippines, Cambodia and Laos but is still higher compared to Thailand, Malaysia, Vietnam and Myanmar. This position of competitiveness is influenced by the value of the country's tobacco exports compared to the value of ASEAN tobacco exports. In addition, the total export value of all goods of each country compared to the total export value of all ASEAN goods also influences the position of export competitiveness. The average value of the RCA index of Indonesian tobacco is valued at 2.37 under the Cambodian state 9.35; Laos 4.85; and the Philippines 4.50, then the average RCA index for Thailand, Malaysia, Vietnam and Myanmar is 1.06; 0.56; 1.75; and 0.68. The results of the ECI analysis of Indonesian tobacco show the ECI average <1 which is 0.94. The competitive position of Indonesian tobacco is in the lowest position compared to all competing countries. This is influenced by the value of tobacco exports in one country in the previous period when compared to the value of tobacco exports in one country in the larger period. The ECI value of successive competitor countries starts with the highest ECI value, namely Laos 3.86; Malaysia 2.74; Myanmar 1.91; Cambodia 1,82; Philippines 1.30; Vietnam 1.16; and Thailand 1.01. The ECI value of Indonesia which is less than 1 indicates that Indonesian tobacco has a declining trend of competitive competitiveness in the ASEAN market

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2019/688/05197462
Subjects: 300 Social sciences > 382 International commerce (Foreign trade) > 382.6 Export trade
Divisions: Fakultas Pertanian > Sosial Ekonomi Pertanian
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/173835
Text
ANNISA ISMI PUTERI (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item