BKG

Hidayah, Novi Rohmatul (2019) Analisis Dampak Perbedaan Penggunaan Lahan Terhadap Indikator Hidrologi Di Das Mikro Bangsri Kabupaten Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) memiliki potensi sumberdaya air yang sangat strategis untuk kehidupan sebagian besar masyarakat Jawa Timur. DAS Brantas saat ini mengalami degradasi lahan sebagai akibat dari perubahan penggunaan lahan yang mengganggu proses hidrologi lahan. Untuk itu, DAS Brantas termasuk salah satu DAS super kritis di Indonesia. Salah satu inovasi pendekatan rehabilitasi DAS kritis, United Nation Development Programme (UNDP) merekomendasikan dilakukannya pengelolaan DAS Mikro. Untuk itu penelitian ini dirancang sebagai bagian dari baseline studi dengan mengevaluasi dan menganalisis perubahan indikator hidrologi sebagai akibat perbedaan penggunaan lahan di DAS Mikro. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis hubungan perbedaan penggunaan lahan dan indikator hidrologi Total Water Yield dan (2) Menganalisis hubungan perbedaan penggunaan lahan dan indikator penyangga lahan dalam mengatur air hujan untuk diinfiltrasikan ke dalam tanah dalam kawasan DAS. Pelaksanaan penelitian dilakukan di DAS Mikro Bangsri yang terletak di Desa Sanankerto dan Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April sampai dengan bulan Desember 2018. Pengukuran debit sungai dilakukan di empat outlet Sub DAS Mikro, yaitu di Bangsri, Sumberbulu, Bendo dan Bangsri Hulu. Metode hirarki digunakan untuk menganalisis peta landsat tahun 2017 guna menetapkan macam penggunaan lahan. Debit sungai diukur dengan penetapan luas penampang aliran sungai dikalikan dengan kecepatan aliran sungai. Kecepatan aliran sungai ditetapkan dengan metode pelampung dan dikalibrasi dengan alat current meter. Indikator hidrologi DAS dianalisis dengan model yang dikembangkan oleh Farida dan van Noordwijk (2004). Indikator hidrologi yang digunakan adalah Total Water Yield (TWY), Buffering Indicator (BI), Relative Indicator Hidrologi (RBI) dan Break Peak Even (BPE). Hasil dari penelitian ini yaitu pola curah hujan yang terjadi di DAS Mikro Bangsri adalah pola curah hujan monsunal karena memiliki dua puncak kejadian hujan yaitu di awal dan akhir tahun. Penggunaan lahan yang terluas keseluruhan adalah agroforestri dan penggunaan lahan hutan yang terluas terdapat di sub DAS Bendo dan Bangsri Hulu. Nilai TWY tertinggi di Bendo yaitu 0,0278 mm.hari-1 dan terendah di Bangsri dengan nilai 0,0085 mm.hari-1. Sedangkan nilai BI, RBI, dan BPE tertinggi yaitu di Bangsri dengan nilai secara berturut-turut 0,9995 mm.hari-1; 0,9408 mm.hari-1; 0,9990 mm.hari-1. Nilai BI terendah di Bendo dengan nilai 0,9962 mm.hari-1, nilai RBI terendah di Sumberbulu dengan nilai 0,8373 mm.hari- 1 dan nilai BPE terendah di Sumberbulu yaitu 0,9922 mm.hari-1. Luas penggunaan lahan di DAS Mikro Bangsri mempengaruhi nilai TWY, BI, dan RBI karena memiliki nilai F hitung lebih besar dari F tabel. Sedangkan luas penggunaan lahan mempengaruhi nilai BPE di beberapa penggunaan lahan. Hal ini dikarenakan DAS Mikro Bangsri memiliki tekstur tanah berpasir dengan fraksi pasir lebih dari 70%.

English Abstract

The Brantas Watershed has the potential for water resources that are very strategic for the lives of most people in East Java. The Brantas watershed is currently experiencing land degradation as a result of land use changes that disrupt land hydrological processes. For this reason, the Brantas watershed is categorized as one of the most critical watersheds in Indonesia. One of the innovative approaches to critical watershed rehabilitation, the United Nations Development Program (UNDP) recommends the management of Micro Watersheds. For this reason, this research was designed as part of a base line study by evaluating and analyzing changes in hydrological indicators as a result of differences in land use in the Micro Watershed The objectives of this study are (1) to analyze the relationship between differences in land use and the hydrological indicator of the Total Water Yield and (2) to analyze the relationship between differences in land use and land buffer indicators to regulate rainwater to be infiltrated into the soil in the watershed area. The research was carried out in the Bangsri Micro Watershed located in Sanankerto and Sumbersongo Villages, Wajak District, Malang Regency. This research was conducted from April to December 2018. Measurement of river discharge was carried out at five Micro DAS sub-outlets, namely at Miro Bangsri Sub DAS outlets, Sumberbulu, Hilir Bangsri, Bendo and Hulu Bangsri. The hierarchical method is used to interpret landsat on year of 2017 in order to determine the type of land use. River discharge is measured by determining the cross-sectional area of the river flow multiplied by the river flow velocity. River flow velocity is determined by the float method and calibrated with the current meter. Watershed hydrological indicators, analyzed with a model developed by Farida and Van Noordwijk (2004). Hydrological indicators used are Total Water Yield (TWY), Buffering Indicator (BI), Relative Hydrological Indicator (RBI) and Break Peak Even (BPE). The results of this study showed that the rainfall patterns that occured in the Bangsri Micro Watershed was monsoonal rainfall patterns because they had two peaks of rainfall events at the beginning and end of the year. The most extensive land use was agroforestry and the broadest forest land use was in the Bendo and Upper Bangsri sub-watersheds. The highest TWY value in Bendo was 0,0278 mm.day-1 and the lowest was in Bangsri with 0,0085 mm.day-1. Where as the highest BI, RBI, and BPE values were in Bangsri with consecutive values of 0,9995 mm.day-1; 0,9408 mm.day-1; 0,9990 mm.day-1. The lowest BI value in Bendo was 0,9962 mm.day-1, the lowest RBI value in Sumberbulu was 0,8373 mm.day-1 and the lowest BPE value in Sumberbulu was 0,9922 mm.day-1. The area of land use in the Bangsri Micro Watershed affected the value of TWY, BI and RBI, because it had a calculated F value greater than the F table. While the area of land use affected the value of the BPE in some land uses. This is because the Bangsri Micro Watershed had a sandy soil texture with more than 70% sand fraction.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2019/719/051907599
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.4 Soil science > 631.43 Soil physics > 631.432 Moisture and hydromechanics
Divisions: Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/173782
Text
NOVI ROHMATUL HIDAYAH (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item