BKG

Prasetyanto, Nirwikara Widhiwidhana (2019) Analisis Daya Saing dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia dari Negara-Negara Anggota Uni Eropa. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Indonesia adalah negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Indonesia menjadi negara produsen sawit terbesar pada tahun 2016 dengan produksi sebesar 34,52 juta ton. Uni Eropa menjadi salahsatu mitra terpenting dengan menjadi importir sawit terbesar kedua di dunia dengan volume sebesar 6,6 juta ton pada tahun 2016 (Palm Oil Analytics, 2017). Kelangsungan ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia ke negara-negara anggota Uni Eropa terancam dengan adanya kebijakan Renewable Energy Directive yang menerapkan standar ketat pada setiap produk sawit yang masuk ke Uni Eropa. Berdasarkan uraian diatas, tujuan Penelitian ini adalah (1) Menganalisis kondisi daya saing ekspor komparatif CPO Indonesia ke negara-negara Uni Eropa. (2). Menganalisis kondisi daya saing ekspor kompetitif CPO Indonesia ke negara-negara Uni Eropa (3). Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan ekspor CPO Indonesia ke negara-negara Uni Eropa. Basil penelitian ini antara lain: (1) Daya saing komparatif melalui perhitungan Revealed Comparative Advantage (RCA) menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya saing dalam komoditas Crude Palm Oil (CPO) dikarenakan di setiap negara tujuan ekspor, komoditas CPO memiliki nilai RCA lebih dari satu. Daya saing komparatif terdapat di negara Italia dengan rata-rata nilai RCA sebesar 134,50 diikuti dengan Spanyol dengan nilai RCA 100,76, Belanda dengan nilai RCA 53,83, Jerman dengan nilai RCA 48,84 dan Inggris dengan nilai RCA sebesar 38,95. (2) Daya saing kompetititf melalui perhitungan Export Product Dynamic menunjukkan bahwa tidak ada satupun negara yang menempati posisi Rising Star. Posisi terbaik ditempati negara Spanyol dan Inggris yang menunjukkan posisi pasar Lost Opportunity dimana komoditas CPO mengalami peningkatan pertumbuhan pangsa pasar tetapi mengalami penurunan permintaan ekspor CPO. Ketiga negara lainnya yaitu Italia, Belanda dan Jerman berada pada posisi Retreat dimana baik pertumbuhan pangsa pasar dan permintaan ekspor komoditas CPO mengalami penurunan. (3) Berdasarkan pendekatan Gravity Model diketahui bahwa faktor-faktor yang memengaruhi ekspor komoditas CPO ke negara-negara anggota Uni Eropa adalah variabel GDP rill negara tujuan (GDPijt), harga ekspor CPO ke negara tujuan (Pxijt), jarak ekonomi (ECODIST), Real Effective Exchange Rate (REER) negara tujuan dan Trade Openess. Semua variabel berpengaruh secara signifikan. Berdasarkan Peneltian, saran yang diberikan kepada pihak pemerintah meningkatkan kualitas dan kuantitas Crude Palm Oil Indonesia (CPO) agar bisa memenuhi standar Uni Eropa sebgaimana tercantum pada kebijakan Renewable Energy Directive (RED) sehingga dapat memperbaiki posisi pasar komoditas CPO Indonesia di negara-negara anggota Uni Eropa.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2019/494/051907268
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 300 Social sciences > 382 International commerce (Foreign trade) > 382.6 Export trade
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/173534
Text
Nirwikara Widhiwidhana P..pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item