BKG

Hardiana, Yosa (2019) Efektivitas Pelaksanaan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) terhadap Pendapatan Petani Jagung (Studi Pada Gapoktan Sembodo Makmur Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kota Batu adalah kota yang memiliki keunggulan kompetitif di sektor pertanian. Pembangunan sektor pertanian Kota Batu yang kurang optimal, ditunjukkan pada menurunnya produktivitas tanaman pangan dari tahun 2016 sampai 2017. Salah satu tanaman pangan di Kota Batu yang mengalami penurunan adalah tanaman jagung, dimana luas panen menurun sebesar 63 Ha dan tahun 2016 hingga 2017. Selain itu, produksi jagung pada tahun 2016 hingga 2017 mengalami penurunan dari 1.104 ton menjadi 883,89 ton (BPS, 2018). Maka dari itu, masalah-masalah di kalangan petani terhadap kurangnya akses permodalan serta turunnya produktivitas tanaman jagung, dapat terselesaikan dengan adanya Program PUAP. Gapoktan Sembodo Makmur merupakan gapoktan yang berada di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur yang mendapatkan dana PUAP pada tahun 2011 sebesar Rp100.000.000,00. Penelitian ini menggunakan penentuan sampel metode sensus dengan total 34 responden, 19 petani peserta program dan 15 petani non peserta program. Penelitian ini menganalisis pelaksanaan program menggunakan analisis dekriptif serta persepsi petani peserta terhadap tingkat keberhasilan Program PUAP yang menggunakan analisis statistik deskriptif, kemudian menganalisis efektivitas program dengan menggunakan rumus realisasi/target x 100% dan pengaruh program terhadap pendapatan menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan di daerah penelitian secara umum telah sesuai dengan petunjuk teknis pendamping PUAP tahun 2015. (2) Persepsi petani peserta telah memberikan tanggapan persetujuan terhadap tingkat keberhasilan Program PUAP yang dikelola oleh Gapoktan Sembodo Makmur dengan skor rata-rata sebesar 3,89 yang tennasuk dalam kategori "tinggi". (3) Efektivitas Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan dalam meningkatkan produksi jagung sebesar 79% dan meningkatkan pendapatan petani jagung sebesar 67%. (4) Analisis regresi menunjukkan bahwa variabel luas lahan adalah signifikan denga taraf signifikan sebesar 0,10 atau 10%, kemudian variabel jumlah tanggungan dan keikutsertaan program adalah signifikan dengan taraf signifikan sebesar 0,25 atau 25%. Namun variabel umur petani, lama pendidikan, dan lama usahatani merupakan variabel yang tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa variabel luas lahan, jumlah tanggungan dan keikutsertaan program adalah variabel yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani jagung. Peneliti mengajukan beberapa saran dengan hasil penelitian ini sebagai berikut : (1) Agar petani peserta program tetap melakukan pengembalian secara tepat waktu. (2) Agar pendapatan petani jagung dapat meningkat disarankan agar petani jagung Desa Mojorejo meninggalkan tradisi yang menggunakan system penjualan tebasan. (3) Disarankan agar petani tidak melakukan peminjaman modal PUAP, dikarenakan peminjaman modal tidak berpengaruh akan meningkatkan pendapatan petani. (4) Diperlukan penelitian lebih lanjut terkait variabel yang belum dapat disimpulkan pengaruhnya terhadap fungsi pendapatan usahatani jagung.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2019/267/051907010
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.1 Agriculture > 338.17 Products > 338.173 15 Products (Corn)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/173520
Text
Yosa Hardiana.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item