BKG

Nurhasanah, Aditya (2019) Pengaruh Radiasi Sinar Gamma pada Pertumbuhan Dua Varietas Lokal Bawang Putih. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Bawang putih (Allium sativum L) adalah salah satu tanaman potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Perkembangan angka konsumsi bawang putih tingkat rumah tangga di Indonesia selama tahun 2002-2013 cenderung berfluktuatif namun rata-rata mengalami peningkatan sebesar 2,56% per tahun (Anonim, 2016). Penggunaan bawang putih impor lebih disukai oleh petani karena umbinya lebih besar daripada bawang putih lokal. Perbaikan sifat genetik bawang putih tidak dapat dilakukan dengan persilangan karena tanaman ini sulit berbunga (Suriana, 2011). Salah satu upaya perbaikan dapat dilakukan dengan mutasi yaitu pemberian sinar gamma pada suatu tingkat dosis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis radiasi sinar gamma terhadap pertumbuhan dua varietas lokal bawang putih. Hipotesis penelitian ini yaitu terdapat pengaruh nyata pada hasil perlakuan pemberian dosis, perbedaan varietas dan interaksi antara dosis dengan varietas dan lethal dosis tiap perlakuan terdapat pada pemberian radiasi dengan dosis 9 Gy. Radiasi umbi bawang putih dilakukan di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi, Badan Tenaga Nuklir Nasional (PATIR-BATAN), Pasar Jumat, Jakarta Selatan sedangkan penanaman dan penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juni 2016 di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Batu. Alat yang digunakan yaitu cangkul, meteran, spidol, penggaris, kertas label, sprayer, ajiran bambu, timbangan, dan jangka sorong. Bahan tanam yang digunakan pada penelitian ini adalah hasil mutan bawang putih varietas Lumbu hijau dan Lumbu kuning, pupuk kandang (kotoran ayam 10 ton/Ha), pupuk NPK (400 kg/Ha), ZA (200 kg/ha). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor perlakuan dan ulangan sebanyak 3 kali ulangan sehingga terdapat 24 kombinasi perlakuan. Jumlah total siung yang digunakan dalam penelitian ini adalah 600 siung. Pengamatan dilakukan pada semua siung yang ditanam. Karakter pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, presentase pertumbuhan tanaman, waktu inisiasi tunas, jumlah daun, jumlah siung, diameter siung, diameter umbi, berat basah tanaman, berat kering tanaman, berat basah umbi dan berat kering umbi. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis varian (ANOVA) rancangan acak kelompok faktorial (RAKF), apabila terdapat pengaruh nyata perlakuan terhadap hasil pengamatan maka dapat dianalisis uji lanjutan BNJ pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada faktor perlakuan yang dipengaruhi oleh perbedaan varietas, yaitu Lumbu Hijau dan Lumbu Kuning memberikan hasil berbeda nyata hanya pada parameter pengamatan jumlah daun. Pada faktor yang dipengaruhi oleh pemberian dosis memberikan hasil nyata pada semua parameter kecuali pada jumlah siung dan tinggi tanaman. Sedangkan perlakuan yang dipengaruhi oleh interaksi perbedaan varietas dan pemberian dosis menunjukkan hasil tidak nyata pada semua parameter pengamatan. Berdasarkan hasil pengamatan dan uji lanjutan, diduga lethal dosis terdapat pada pemberian radiasi gamma sebanyak 9 Gy pada kedua varietas bawang putih, dimana kondisi perlakuan menunjukkan kondisi yang buruk dan nyata berpengaruh dalam menghambat laju pertumbuhan bawang putih.

English Abstract

Garlic (Allium sativum L) is one of the potential plant to be developed in Indonesia. The development of garlic consumption at the household level in Indonesia during 2002-2013 increased by 2.56% (Anonim, 2016). The use of imported garlic was preferred by farmers because the bulbs were larger than local garlic. Genetic improvement of garlic cannot be done by crossing because this plant was difficult to flower (Suriana, 2011). One of the effective effort to repair is mutation, it could be used by gamma rays at a certain dose level. This study was conducted to determine the effect of gamma ray radiation on the growth of two local varieties of garlic. The research hypothesis there were significant effect on the results of dosing treatment, variety differences and the interaction between doses with varieties and lethal doses of each treatment of radiation with a dose of 9 Gy. Radiation of garlic bulb held at the Center for Applications of Isotopes and Radiation Technology, National Nuclear Energy Agency (PATIR-BATAN), Pasar Jumat, South Jakarta on February while planting held in Punten Village, Bumiaji subdistrict, Batu on February until Juny 2016. The equipment used were hoes, tape measuremenst, markers, rulers, label paper, sprayers, bamboo sticks, scales, and calipers. The materials used were the mutant garlics of the Lumbu Kuning and Lumbu Hijau varieties, fertilizer (chicken’s manure 10 tons / ha), NPK fertilizer (400 kg / ha), ZA (200 kg / ha). The method used was factorial randomized block design (RBD Factorial) with two treatments and 3 replications. There were 24 combinations of treatments. The number of clove used in this research were 600 cloves. Observations were made on all cloves planted. Observation characters consist of included plant height, percentage of plant growth, time of bud initiation, number of leaves, number of cloves, clove diameter, tuber diameter, plant wet weight, plant dry weight, tuber weight and tuber dry weight. The data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) of factorial randomized block design (RBDF), if there was significant effect of treatment on the observation, then followed by Least Significant Different (LSD) at the 5% level. The results showed that the treatment were influenced by differences in varieties, namely Lumbu Hijau and Lumbu Kuning. There was significantly different on the number of leaves. However, the doses level were significantly effect on all parameters, except for the number of cloves and plant heights which showed no significant difference. While, the treatment which was influenced by the interaction of differences and doses level showed no significant effect on all parameters of observation. Based on the results of observations, it could be concluded that lethal doses were present may due to 9 Gy of gamma radiation in both garlic varieties, where the treatment conditions showed poor conditions and significantly affected the growth rate of garlic.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2019/150/051906893
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 635 Garden crops (Horticulture) > 635.2 Edible tubers and bulbs > 635.25 Onions
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/173473
Text
Aditya Nurhasanah (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item