BKG

Margareta, Anggy Via (2019) Studi Pengunaan Lumpur Sidoarjo Untuk Media Pembibitan Sengon (Paraserianthes falcataria L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Peristiwa semburan lumpur sidoarjo yang terjadi pada 29 Mei 2006 berlokasi di Kecamatan Porong, Sidoarjo masih berlangsung hingga saat ini. Ini menyebabkan banyak jalan, pemukiman, lahan dan infrastruktur lainya terendam oleh lumpur dan tidak dapat dimanfaatkan kegunaannya seperti yang seharusnya. Terutama dalam dunia pertanian, lahan-lahan yang terkena dampak luapan lumpur panas sidoarjo ini tidak dapat digunakan untuk bercocok tanam karena tercemar oleh logam berat yang terkandung dalam lumpur tersebut. Menurut Dagdag et al., (2015), kandungan pada lumpur sidoarjo antara lain logam Pb sebesar 2,69 ppm, Hg sebesar 0,59 ppm, dan Cd 0,03 ppm. Unsur logam berat dalam jumlah yang tinggi dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan keracunan pada tanaman. Namun selain logam berat ditemukan juga unsur hara esensial yaitu N sebesar 0,07%, unsur P sebesar 5,96 ppm, dan unsur K sebesar 0,46 cmol kg-1 serta Ca, Mg, Na, da nilai kapasitas pertukaran kation yang tinggi (Rahayu, 2008). Adanya unsur-unsur yang diperlukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman dalam kandungan lumpur sidoarjo dapat dimanfaatkan sebagai media tumbuh tanaman sehingga dapat dijadikan alternatif penanggulangan endapan lumpur sidoarjo. Pemilihan jenis tanaman perlu diperhatikan mengingat adanya unsur logam berat pada lumpur sidoarjo yang dapat meracuni tanaman. Sengon merupakan salah satu tanaman berkayu yang dikenal dapat digunakan untuk rehabilitasi lahan. Adanya kemampuan tersebut dapat dijadikan pilihan untuk kegiatan fitoremediasi. Dijelaskan dalam penelitian Nadeak et al., (2015) bahwa sengon tanpa adanya penambahan mikoriza dapat mengakumulasi logam Pb sebesar 8,39 ppm di bagian tajuk tanaman dan 78,64 ppm di bagian akar. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri pada bulan Januari sampai dengan April 2019. Alat yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari papan label, polybag ukuran 15 x 15 cm, meteran, timbangan analitik, jangka sorong, Leaf Area Meter (LAM) dan oven. Bahan yang digunakan yaitu bibit sengon laut, lumpur sidoarjo, tanah, dan air. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Sederhana (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Perlakuan tersebut terdiri dari penggunaan media pembibitan dari 100% tanah (M0), 20% lumpur Sidoarjo + 80% tanah (M1), 40% lumpur Sidoarjo + 60% tanah (M2), 60 % lumpur Sidoarjo + 40% tanah (M3), 80% lumpur Sidoarjo + 20% tanah (M4), dan 100% lumpur Sidoarjo (M5). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, berat kering, laju pertumbuhan relatif, serta kandungan logam berat pada media dan tanaman. Data di transformasikan menggunakan rumus X=√Xi+0,5 kemudian dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5%. Apabila terdapat perlakuan yang berbeda nyata dilanjutkan menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lumpur sidoarjo memiliki potensi untuk digunakan sebagai media tanam dengan campuran lumpur sidoarjo sebesar 20% (perlakuan M1). Batas pertumbuhan tanaman ditunjukkan pada media dengan campuran hingga 40% (perlakuan M2). Semakin tinggi volume lumpur sidoarjo yang digunakan sebagai media tanam menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi semakin terganggu. Serapan logam berat pada tanaman paling tinggi dimiliki oleh media dengan volume lumpur sidoarjo yang paling rendah, yaitu pada perlakuan M1 (20% lumpur sidoarjo + 80% tanah).

English Abstract

The Sidoarjo mud event that occurred on 29 May 2006, located in Porong District, Sidoarjo still on going. This caused many roads, settlements, land and other infrastructure to be submerged by the mud, and its use could not be used as it should. Especially in agriculture, lands affected by the Sidoarjo mud cannot be used to grow crops because contained heavy metal pollutions. According to Dagdag et al., (2015), contents of Sidoarjo mud include Pb of 2,69 ppm, Hg of 0.59 ppm, and Cd of 0.03 ppm. High amounts of heavy metals can pollute the environment and cause poisoning in plants. But in addition to heavy metals, essential nutrients were also found, there are N by 0.07%, P elements by 5.96 ppm, and K elements by 0.46 cmol kg-1, and also Ca, Mg, Na, and the value of high cation exchange capacity (Rahayu, 2008). The elements needed to support plant growth in the content of Sidoarjo mud can be used as a growing medium of plants so that it can reduce the amount of mudflow in Sidoarjo. Sengon is a woody plant that can be used for phytoremediatio alternative countermeasure for Sidoarjo mud deposits. The choice of plant species need to be considered given the presence of heavy metal elements in Sidoarjo mud which can poison plant. Sengon is one of the woody plants which is known to be used for land rehabilitation. This ability can be used as a choice for phytoremediation activities. Nadeak et al., (2015) explained that sengon without addition of mycorrhizae can accumulate Pb by 8,39 ppm in the plant canopy and 78,64 ppm in the roots. This research took place in Krecek Village, Badas Subdistrict, Kediri Regency on January until April 2019. The tools were used in this research consist of label boards, 15 x 15 cm polybags, meter ruler, analytical scales, calipers, Leaf Area Meters (LAM) and oven. The materials used are sengon laut seeds, Sidoarjo mud, soil, and water. Randomized Block Design (RAK) is utilized in this research consist of 6 treatments with 4 replication to obtain 24 experimental units. The treatment consisted of the use of seedling media there are 100% soil (M0), 20% Sidoarjo mud + 80% soil (M1), 40% Sidoarjo mud + 60% soil (M2), 60% Sidoarjo mud + 40% soil (M3), 80% Sidoarjo mud + 20% soil (M4) and 100% Sidoarjo mud (M5). Variables observed in this study were plant height, diameter of stem, leaf area, dry weight, relative growth rate, and heavy metal content in media and plants. Data was transformed by X=√Xi+0,5 and then continued with analyzed using ANOVA. If there are significant difference, to know the difference between treatments is followed by LSD (Least Significance Difference) test at 5% level. The results showed that Sidoarjo mud has the potential to be used as a planting medium with a mixture of Sidoarjo mud of 20% (M1 treatment). The plant growth limit is indicated in media with a mixture of up to 40% (M2 treatment). The higher volume of Sidoarjo mud which is used as a planting medium causes plant growth to be increasing disturbed. The highest uptake of heavy metals in plants is owned by the media with the lowest volume of Sidoarjo mud, namely in the treatment of M1 (20% Sidoarjo mud + 80% soil).

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2019/296/051907018
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.4 Soil science > 631.42 Soil fertility, acidity, alkalinity
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/173337
Text
Anggy Via Margareta.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item