BKG

Waskitho, Ahmad Hilmi (2019) Hubungan Kenaekaragaman Jenis Vegetasi Dengan Basal Area Di Sub DAS Bangsri, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Keanekaragaman hayati adalah semua mahluk hidup yang ada di muka bumi (tumbuhan, hewan dan mikroorganisme) termasuk keanekaragaman genetik yang dikandungnya dan keanekaragaman ekosistem yang dibentuknya. Daerah aliran sungai (DAS) mikro Bangsri seluas 2985 ha, Kecamatan Wajak (Kabupaten Malang) terdapat 4 sistem pengunaan lahan (SPL) yaitu: (1) Hutan alami TNBTS, (2) Hutan Produksi (dikelola oleh Perhutani), (3) Hutan Rakyat atau sistem tumpangsari, (4) Tanaman semusim. Luasan hutan di daerah tersebut dilaporkan telah menurun, pada tahun 2016 seluas 1.573 ha dan pada tahun 2017 menjadi 900 ha. Informasi mengenai keanekaragaman hayati pada penggunaan lahan milik/hutan rakyat di sub DAS Bangsri saat ini masih sangat terbatas. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi keanekaragaman hayati, serta mengkaji nilai biodiversitas dalam kaitannya dengan manfaatnya bagi masyarakat di sub DAS Bangsri. Penelitian dilaksanakan di Sub DAS Bangsri, Desa Bambang Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Penelitian di lapangan berlangsung selama 1 bulan yaitu pada bulan April hingga Mei 2018. Desa Bambang merupakan sebuah desa yang ada di Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Strategi pengambilan contoh di lapangan yaitu dengan pembuatan plot pengamatan untuk semua stadia pertumbuhan tanaman) yaitu: semai, sapihan, pancang, dan pohon Ukuran petak pengamatan untuk seluruh stadia adalah 20 m x 100 m, pengamatan keanekaragaman spesies pohon dilakukan menurut metode jalur sedangkan ukuran pengamatan untuk stadia semai, sapihan, dan pancang menggunakan metode garis berpetak dan kemudian dilakukan identifikasi tanaman yang ada di dalam plot. Setelah itu melakukan analisa perhitungan terhadap kerapatan tanaman, frekuensi tanaman, dominasi tanaman dan perhitungan indeks nilai penting. Pada penelitian ditemukan jumlah jenis tumbuhan di berbagai sistem penggunaan lahan berbeda-beda. Komposisi dan struktur vegetasi yang di DAS Bangsri terdiri dari 26 jenis di agroforestri sederhana, 35 jenis agroforestri multistrata, 20 jenis di hutan produksi mahoni tua, 24 jenis di hutan produksi Mahoni muda, 21 jenis di hutan produksi Pinus monokultur, 17 jenis di Hutan Pinus+Semusim, dan 22 jenis di hutan Rekisi. Dapat diketahui bahwa tingkat keanekaragaman dan distribusi jenis tanaman yang tertinggi terdapat pada sistem penggunaan lahan agroforestri multistrata. Hal ini dikarenakan pada sistem agroforestri multistrata tersusun dari banyak jenis tanaman yang hidup di dalamnya dibandingkan dengan sistem yang lain. Tingkat keanekaragaman hayati yang terdapat di DAS Bangsri tergolong rendah hingga sedang (1<H’< 3), dan pada penggunaan lahan agroforestri multistrata nilai indeks keanekaragamannya tergolong lebih tinggi daripada penggunaan lahan yang lainnya.

English Abstract

Biodiversity is all living things that exist on earth (plants, animals and microorganisms) including the genetic diversity they contain and the diversity of ecosystems. Bangsri subwatershed area is 2985 ha, Wajak District (Malang Regency) has 4 land use systems (SPL), namely: (1) TNBTS natural forest, (2) Production Forest (managed by Perhutani), (3) Community Forests or intercropping systems, (4) Seasonal plants. The area of forest in the area has reportedly declined, in 2016 it was 1,573 ha and in 2017 it was 900 ha. Information about biodiversity in land use/community forests in the Bangsri sub-watershed is currently very limited. This research is intended to identify biodiversity, as well as assess the value of biodiversity in relation to its benefits for people in the Bangsri sub-watershed. The research was conducted in Bangsri subwatershed Bambang Village, Wajak Subdistrict, Malang Regency. Research in the field lasted for 1 month, start from April to May 2018. Bambang's village is a village in Wajak District, Malang Regency. The sampling strategy in the field is by making observation plots for all plant growth stages, namely: seedlings, saplings, poles, and trees. Size of the plot of observation for Tree Stadia is 20 m x 100 m, observing the diversity of tree species according to the path method while observing the size of trees. Seedlings, saplings and poles stage using ploting line method. After that, analyze the calculation of plant density, plant frequency, plant dominance and important value index calculations In this research the number of plant species in various land use systems varies. The vegetation composition and structure in the Bangsri watershed consists of 26 species in simple agroforestry, 35 types of multistrata agroforestry, 20 species in old mahogany production forest, 24 species in young Mahogany production forests, 21 species in monoculture Pine production Forest, 17 species in Pine Forest + Season, and 22 species in Rekisi forest. It can be seen that the highest level of diversity and distribution of plant species is found in the land use system of the multisrtrata agroforestry. This is because the Agroforestry Complex system is composed of many types of plants that live in it compared to other systems.v The level of biodiversity found in the Bangsri watershed is classified as low to moderate (1 <H '<3), and in land use complex agroforestry the diversity index value is higher than the other land use.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2019/469/051907243
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/173149
Text
Ahmad Hilmi Waskitho.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item