BKG

Dwieartha, Megananda Agmie Chandradhipa (2019) Penggunaan Gantt Chart Dalam Perencanaan Proses Produksi Mesin Pipil Cengkeh Berdasarkan Waktu Standar. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

PT Cahaya Agro Teknik merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembuatan mesin mesin teknologi tepat guna yang berdiri lebih dari 10 tahun. Dalam proses fabrikasinya, PT Cahaya Ago teknik menggunakan sistem produksi Make to Order MTO dan ETO Engineering To Order. Hampir 90% dari mesin yang diproduksi oleh PT Cahaya Agro Teknik merupakan mesin yang sudah pernah dibuat sebelumnya atau repeat order. Semakin meningkatnya pertumbuhan perusahaan dari tahun ke tahun maka semakin meningkat pula permintaan konsumen atau order yang diterima baik dari segi kuantitas mesin maupun dari jenis mesin yang diproduksi. Permintaan konsumen yang tinggi dalam waktu yang hampir bersamaan menyebabkan proses produksi yang saling tumpang tindih karena tidak adanya jadwal rencana produksi yang baik. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya keterlambatan fabrikasi mesin. Perencanaan produksi yang menyeluruh dan saling bersinergi antara satu bagian dengan bagian lain diperlukan untuk mengatasi masalah keterlambatan yang terjadi. Penelitian ini merupakan tahap awal untuk menyelesaikan masalah keterlambatan yaitu penentuan waktu standar serta perencanaan proses produksi. Mesin Pipil Cengkeh dipilih sebagai objek amatan karena memiliki frekuensi keterlambatan yang tinggi dan merupakan produk yang telah berpaten. Waktu standar pada tiap proses fabrikasi mesin Pipil Cengkeh ditentukan dengan menggunakan metode work sampling. Kemudian setelah mengetahui waktu standar dalam fabrikasi mesin Pipil Cengkeh dibuatlah gantt chart untuk menampilkan bagaimana alur proses fabrikasi, waktu yang dibutuhkan serta alokasi pekerja dari proses fabrikasi. Pada kondisi saat ini Proses produksi mesin Pipil Cengkeh dikerjakan oleh 5 orang pekerja dengan waktu due date 2,5 Bulan atau sekitar 64 hari kerja. Tetapi dalam prakteknya waktu penyelesain yang dibutuhkan membutuhkan waktu lebih lama. Kebijakan lembur kerja menjadi solusi yang diterapkan untuk mengatasi maslah tersebut. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan 2 alternatif perencanaan proses produksi. Alternatif 1 memiliki waktu produksi yang lebih singkat dari due date keadaan saat ini yaitu 60,46 hari atau sekitar 61 hari tetapi membutuhkan alokasi jumlah pekerja yang lebih tinggi yaitu 13 pekerja pada awal produksi tetapi tanpa adanya jam lembur sedangkan untuk alternatif 2 memiliki waktu yang lebih lama dari due date yaitu 76.63 hari atau sekitar 77 hari dengan jumlah alokasi pekerja yang sama dengan kondisi saat ini tanpa adanya jam lembur yaitu 5 pekerja.

English Abstract

PT Cahaya Agro Teknik is a manufacturing company that produce intermediate technology machinery over a decade. In the fabrication, PT Cahaya Agro Teknik has used make to order (MTO) and engineering to order (ETO) production system. Almost 90% of PT Cahaya Agro Teknik’s machines are repeat orders. It means the customer wants to buy the same type and specification machine that already been made before Align with company growth, customer demand also increasing exponentially. Customer demand varies both in terms of machine quantity and the type of machine produced. This multiple order at the same time force overlapped production process which caused by production scheduling badly performed may occur. All this aspect may be one of many causes that effect in machine fabrication’s delay. To solve this problem requires a comprehensive production planning and synergy between all the company divisions. This study was preliminary research to solve the problem of delay used the determination of the standard time and planning for production process. The object of this study was the Clove Thresher machine because it was a patented product and has a high frequency delay. The standard time for each clove thresher machine fabrication process was determined using the work sampling method. After knew the standard time in clove thresher machine fabrication, a Gantt chart was made to show how the fabrication process flowed, the required time and number of workers allocated in fabrication process. In the current conditions, the production of Clove Thresher machine was conducted by 5 workers within 64 working days. The overtime policy was a solution that is applied to overcome the problem. However, in practice completion, the production process takes longer than predetermined due date Based on the result it was obtained 2 alternatives production process planning without overtime. The first alternative had 60,46 days and 13 workers for the production process. It was shorter than the current production time but required a higher number of workers. On the other hand, the second alternative had longer production time, 76.63 days with the same number of workers with the current condition which was 5 workers.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2019/329/051904925
Uncontrolled Keywords: penjadwalan proses produksi, mesin Pipil Cengkeh, worksampling, waktu standar, gantt chart, production process planning, clove thresher machine, work sampling, standard time, gantt chart
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 679 Other products of specific kinds of materials
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/173084
Text
Megananda Agmie Chandradhipa Dwieartha (3).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item