BKG

Anggraeni, Marita Tri (2019) Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Jagung Di Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang: Menggunakan Pendekatan Stochastic Frontier Analysis (Sfa). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman Jagung (Zea mays L) merupakan kebutuhan pangan yang cukup penting bagi kehidupan dan merupakan komoditi tanaman pangan kedua setelah beras. Komoditas jenis palawija ini harus tersedia dalam jumlah yang cukup banyak dengan mutu yang layak, harga yang terjangkau, dan aman untuk dikonsumsi. Desa Kidangbang memiliki produktivitas jagung lebih rendah dibandingkan Kabupaten Malang. Rendahnya produktivitas jagung di Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak dapat dipengaruhi oleh penggunaan faktor produksi petani yang kurang tepat untuk menghasilkan produksi (output) jagung yang optimal. Faktor lain yang juga berpengaruh terhadap produksi yang dihasilkan petani yaitu faktor sosial ekonomi. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini adalah: 1. menganalisis faktor – faktor produksi yang mempengaruhi efisiensi usahatani jagung, 2. menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani jagung pada masing – masing petani di Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, 3. menganalisis faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap inefisiensi teknis di Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Petani yang dijadikan sampel sebanyak 43 orang dari keseluruhan populasi. Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor – faktor produksi yang berpengaruh terhadap efisiensi usahatani jagung dan tingkat efisiensi teknis yang dicapai pada masing – masing petani menggunakan analisis fungsi Cobb-Douglass Stochastic Frontier, metode estimasi MLE (Maximum Likelihood Estimation) dengan menggunakan Software Frontier 4.1. Sedangkan untuk faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap inefisiensi teknis usahatani jagung menggunakan analisis Regresi Tobit. Hasil analisis yang telah dilakukan diantaranya: 1) faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi jagung di Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang adalah pupuk organik dan tenaga kerja dengan taraf kepercayaan 99 persen dengan masing – masing koefisien sebesar -0,257 dan 0,289. Faktor produksi yang berpengaruh nyata pada taraf kepercayaan 95% adalah benih dan phonska dengan tanda koefisien positif sebesar 0,328 dan 6,134 sedangkan faktor produksi luas lahan dan herbisida tidak berpengaruh nyata terhadap produksi jagung di daerah penelitian. 2) petani jagung di Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang belum mencapai 100 persen efisiensi teknis. Petani yang masuk dalam kategori tinggi sebanyak 22 petani atau 51 persen dari total petani responden, sebanyak 19 petani atau 44 persen dalam kategori sedang dan sisanya 2 petani atau 5 persen dalam kategori efisiensiii rendah. Tingkat efisiensi rata – rata petani di Desa Kidangbang yaitu 0,709. Tingkat efisiensi tertinggi yang dicapai oleh petani di Desa Kidangbang adalah 0,999 sedangkan tingkat efisiensi rendah adalah 0,120. 3) hasil analisis Tobit menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi yang berpengaruh nyata pada taraf kepercayaan 99 persen terhadap inefisiensi teknis produksi jagung adalah umur, lama pendidikan, dan pengalaman usahatani yang memiliki nilai koefisien masing – masing sebesar 0,016, -0,023, dan -0,021. Sedangkan faktor sosial ekonomi jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh nyata terhadap inefisiensi jagung pada taraf kepercayaan 99 persen dan 95 persen. Saran untuk usahatani jagung di Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang sebaiknya petani mengaplikasikan faktor – faktor produksi usahatani jagung sesuai dengan rekomendasi yang dianjurkan sehingga dapat mencapai efisiensi secara teknis. Selain itu agar dapat menurunkan inefisiensi teknis usahatani jagung di Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak sebaiknya pemerintah mengadakan pendidikan non formal seperti penyuluhan, pembinaan kelompok tani, keikutsertaan petani dalam usaha produktif, dan pelatihan usahatani.

English Abstract

Maize (Zea mays L) is a food requirement that is quite important for life and is the second food crop commodity after rice. These secondary crops must be available in sufficient quantities with reasonable quality, affordable prices, and safe for consumption. Kidangbang Village has lower corn productivity than Malang Regency. The low productivity of corn in Kidangbang Village, Wajak Subdistrict can be influenced by the use of farmers' production factors that are not appropriate to produce optimal corn production. Other factors that also influence farmers' production are socioeconomic factors. Based on these problems, the purpose of this study are: 1. analyze production factors that affect the efficiency of maize farming, 2. analyze the level of technical efficiency of corn farming in each farmer in Kidangbang Village, Wajak District, Malang Regency, 3. analyze socioeconomic factors that influence technical inefficiencies in Kidangbang Village, Wajak Subdistrict, Malang Regency. Farmers who were sampled were 43 people from the entire population. The analytical method used to determine the production factors that influence the efficiency of maize farming and the level of technical efficiency achieved by each farmer can be analyzed by Cobb Douglass Stochastic Frontier function is the estimation of MLE (Maximum Likelihood Estimation) using 4.1 Frontier Software. While for socioeconomic factors that influence the technical inefficiency of corn farming, Tobit regression analyzed. The results of the analysis that have been carried out include: 1) production factors that have a significant effect on maize production in Kidangbang Village, Wajak Subdistrict, Malang Regency are organic fertilizers and labor with a 99 percent significance level with each coefficient of -0.257 and 0.289. The production factors that have a significant effect on the 95 percent significance level are seeds and phonska with positive coefficient of 0.328 and 6.134 while the broad factors of land production and herbicides do not significantly affect corn production in the study area. 2) maize farmers in Kidangbang Village, Wajak Subdistrict, Malang Regency have not reached 100 percent technical efficiency. Farmers who are included in the high category are 22 farmers or 51 percent of the total respondents, 19 farmers or 44 percent in the medium category and the remaining 2 farmers or 5 percent in the low efficiency category. The average level of efficiency of farmers in Kidangbang Village is 0,709. The highest level of efficiency achieved by farmers in Kidangbang Village is 0,999 while the low efficiency level is 0,120. 3) the results of Tobit's analysis show that socioeconomic factors that have a significant effect on the 99 percent significance level of technical inefficiencies of corn production age, education,iv and farming experience which have coefficient values of 0,016, -0,023 and - 0,021. While the socioeconomic factor number of family members did’t significantly influence the inefficiency of corn at the significance level of 99 percent and 95 percent. This research suggests that the cultivation of corn on Kidangbang Village, Wajak Subdistrict, Malang Regency requires reallocation of production factors using the recommendations mentioned in this research to increase production efficiency or to decrease production inefficiency. In addition, in order to reduce the technical inefficiencies of corn farming in Kidangbang Village, Wajak District, the government should hold non-formal education such as counseling, fostering farmer groups, participating farmers in productive businesses, and farming training.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2019/283/051907055
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.1 Agriculture > 338.17 Products > 338.173 15 Products (Corn)
Divisions: Fakultas Pertanian > Sosial Ekonomi Pertanian
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/173025
Text
MARITA TRI ANGGRAENI (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item