BKG

Ariesta, Diandra Ayu (2019) Analisis Interaksi Pohon Dan Tanaman Dalam Sistem Agroforestri: Apakah Intensifikasi Manajemen Kopi Menganggu Sistem Perakaran Dan Pertumbuhan Pinus? Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Pohon Pinus merkusii Jungh. Et de Vriese merupakan jenis pinus yang tumbuh asli di wilayah Indonesia. Jenis pinus ini merupakan jenis pinus yang tidak memerlukan syarat-syarat tempat tumbuh yang khusus sehingga mudah untuk dibudidayakan. Pohon pinus memiliki akar tunggang dengan sistem perakaran yang cukup dalam dan kuat sehingga dapat tumbuh di tanah yang dalam atau tebal dengan tekstur tanah ringan sampai sedang dan dapat tumbuh di tanah marginal. Di Pulau Jawa, dengan meningkatnya tekanan penduduk terhadap hutan di lahan Perhutani, tanaman industri kopi diintregasikan di hutan pinus merkusii dalam sistem agroforestri dalam program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Permasalahan yang disinyalir terjadi adalah adanya potensi kompetisi antara tanaman kopi dengan pohon pinus. Perakaran pohon pinus secara umum memiliki daya jelajah lebih dalam daripada tanaman industri kopi sehingga tanaman kopi mendapatkan akses nutrisi tanah dan air yang tidak optimal. Integrasi tanaman kopi dengan pohon pinus merkusii dengan jarak tanam 3x2m dalam sistem agroforestri, dan karakteristik pinus merkusii yang toleran diduga tidak mempengaruhi sistem perakaran dan pertumbuhan pinus, namun menekan sistem perakaran dan pertumbuhan tanaman kopi. Untuk itu dalam upaya peningkatan produksi kopi yang diharapkan akan dapat meningkatkan pendapatan petani dalam program PHBM, kopi yang ditanam dilakukan manajemen. Manajemen petani dalam upaya peningkatan prooduksi kopi yang dipraktekan di UB Forest melalui (1) pemangkasan, (2) perebahan batang kopi, (3) pemangkasan dan dikombinasikan dengan pemupukan organik (Gambar 1). Disisi lain, praktek manajemen Perhutani untuk memperbaiki pertumbuhan pinus adalah dilakukan penjarangan satu baris pinus setelah usia 10 tahun. Keberagaman manajemen di dalam sistem agroforestri ini akan menyebabkan interaksi antar tanaman kopi dan pohon pinus yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengevaluasi keberadaan kopi dan manajemen kopi terhadap pertumbuhan dan perakaran pinus di sistem agroforestri, mengevaluasi intesifikasi manajemen pertanaman kopi terhadap peningkatan sistem perakaran dan pertumbuhan tanaman kopi, menganalisis hubungan antara perakaran tanaman kopi dengan pertumbuhan tanaman kopi, dan menganalisis hubungan antara perakaran pohon pinus dengan pertumbuhan pohon pinus. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan nested dengan satu faktor penelitian yaitu tindakan manajemen kopi. Ada 6 (enam) lokasi penelitian (perlakuan manajemen kopi). Setiap lokasi penelitian ditetapkan pewakil dengan memilih satu pohon pinus dan satu tanaman kopi yang representatif mewakili kondisi perlakuan. Dari setiap perlakuan dilakukan 3 ulangan sehingga keseluruhan terdapat 18 titik penelitian. Kegiatan dilapangan meliputi pengukuranii DBH, menghitung biji kopi, tinggi tanaman, dan kanopi tanaman serta LRV dan DRV pada tanaman kopi dan pohon pinus. Pengambilan sampel menggunakan metode trenching dengan panjang 2 m dan kedalaman 1,2 m. Data yang di peroleh dianalisis keragamannya dengan pertumbuhan tanaman sebagai peubah bebas. Analisis yang digunakan adalah ANOVA dengan menggunakan uji F pada taraf 5%. Selanjutnya apabila perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter yang diukur maka dilanjutkan dengan menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan menggunakan software statistic Genstat versi 10. Untuk menentukan hubungan antara perakaran dan pertumbuhan tanaman kopi dan pohon pinus dilakukan analisis korelasi dan uji regresi dengan menggunakan Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada pengukuran DBH pinus dan kopi, Biomassa pinus dan kopi, produksi kopi, LRV pinus dan kopi, DRV pinus dan kopi, Specrol pinus dan kopi di lokasi pengamatan di berbagai kedalaman dan zona. Pertumbuhan tanaman berjalan seiringan dengan pertumbuhan sistem perakaran. Dalam proses pertumbuhan tanaman membutuhkan air. Korelasi antara LRV dengan biomassa pinus berkorelasi positif dengan tingkat hubungan yang lemah dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,8%. Korelasi antara Specrol pinus dengan Biomassa pinus berkorelasi positif dengan tingkat hubungan yang kuat dan nilai koefisien determinasi sebesar 69%. Hasil uji korelasi antara Lrv kopi dengan biomassa kopi berkorelasi positif dengan tingkat hubungan yang lemah dan nilai koefisien determinasi sebesar 26%. Korelasi dan regresi antara specrol pinus dengan biomassa pinus berkorelasi positif dengan tingkat hubungan yang kuat dan nilai koefisien determinasi sebesar 58%. Namun korelasi antara DRV dan biomassa tidak menunjukkan korelasi yang positif baik pinus maupun kopi.

English Abstract

Pinus merkusii Jungh. Et de Vriese trees is a type of pinus that grows native in the territory of Indonesia. This type of pinus is a type of pinus that does not require special growing conditions so it is easy to cultivate. Pinus trees have taproots with root systems that are deep and strong enough to grow on deep or thick soil with a mild to moderate soil texture and can grow on marginal soil. On Java, with increasing population pressure on forests in Perhutani land, coffee industrial plants are integrated in pinus merkusii forests in agroforestry systems in the Collaborative Forest Management (CBFM) program. The problem that allegedly occurred was the potential competition between coffee plants and pinus trees. Firing of pinus trees in general has a deeper roaming power than coffee industry so that coffee plants get access to nutrients that are not optimal. Integration of coffee plants with merkusii pinus trees with a spacing of 3x2m in agroforestry systems, and characteristics of tolerant pinus merkusii are thought not to affect the root system and pinus growth, but suppress the root system and the growth of coffee plants. For this reason, in an effort to increase coffee production which is expected to increase farmers' income in the CBFM program, the coffee planted is carried out by management. Farmers' management in an effort to increase coffee production practiced in UB Forest through (1) pruning, (2) coffee bar cutting, (3) pruning and combined with organic fertilization (Figure 1). On the other hand, the management practice of Perhutani to improve pinus growth is carried out thinning one row of pinus after the age of 10 years. The diversity of management within the agroforestry system will lead to different interactions between coffee plants and pinus trees. The purpose of this study was to evaluate the presence of coffee and coffee management on pinus root growth and roots in agroforestry systems, evaluate coffee plantations management to increase root system and coffee plant growth, analyze the relationship between coffee plant roots and coffee plant growth, and analyze the relationship between rooting of pinus trees with the growth of pinus trees. This research was conducted with a nested design with one research factor, namely coffee management actions. There are 6 (six) research locations (coffee management treatment). Each research location was determined by a representative by selecting one pinus tree and one representative coffee plant representing the treatment conditions. From each treatment 3 replications were carried out so that there were 18 research points in total. Activities in the field include measuring DBH, calculating coffee beans, plant height, and plant canopies and LRV and DRV in coffee plants and pinus trees. Sampling using the trenching method with a length of 2 m and a depth of 1.2 m. The data obtained were analyzed for diversity with plant growth as independent variables. The analysis used was ANOVA using the F test at the level of 5%. Furthermore, if theiv treatment has a significant effect on the measured parameters, then proceed by using the Smallest Significant Difference Test (LSD) using the Genstat statistical software version 10. To determine the relationship between roots and coffee plant growth and pinus trees, correlation analysis and regression tests were performed using Microsoft Excel. 2010 The results showed significantly different results on measurements of DBH pinus and coffee, biomass pinus and coffee, coffee production, LRV pinus and coffee, DRV pinus and coffee, Specrol pinus and coffee at the observation site in various depths and zones. Plant growth goes hand in hand with the growth of the root system. In the process of growing plants need water. The correlation between LRV and pinus biomass is positively correlated with the level of weak relationship with a coefficient of determination of 0.8%. The correlation between Pinus Specrol and Pinus Biomass is positively correlated with a strong correlation rate and a coefficient of determination of 69%. Correlation test results between coffee Lrv with coffee biomass are positively correlated with a weak relationship level and the coefficient of determination of 26%. Correlation and regression between pinus specrol and pinus biomass are positively correlated with a strong correlation rate and a coefficient of determination of 58%. But the correlation between DRV and biomass did not show a positive correlation both pinus and coffee.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2019/250/051906993
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.4 Soil science > 631.42 Soil fertility, acidity, alkalinity
Divisions: Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/172976
Text
DIANDRA AYU ARIESTA (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item