BKG

Pertiwi, Ninda Annisa Mufida (2019) Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Karet Alam Indonesia Di Tiongkok. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Aktivitas ekspor dapat meningkatkan pendapatan negara karena pada dasarnya ekspor merupakan salah satu kompenen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ekspor dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu, ekspor non migas (hasil pertanian, perkebunan, manufaktur, otomotif) dan ekspor migas (minyak dan gas). Aktivitas ekspor untuk produk-produk non migas, khususnya hasil dari sektor perkebunan merupakan produk unggulan dari Indonesia. Hasil dari sektor perkebunan yang termasuk dalam komoditas unggulan ekspor adalah karet alam. Karet alam menjadi komoditas unggulan ekspor karena komoditas perkebunan ini termasuk yang paling banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia dan telah dilakukan secara turun-temurun. Perkebunan karet alam terbesar di Indonesia terletak di Provinsi Sumatera Selatan. Provinsi Sumatera Selatan berkontribusi dalam produksi karet nasional sebesar 30,04 persen. Keberadaan perkebunan karet alam juga menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen karet alam terbesar kedua di dunia setelah Thailand. Sejalan dengan adanya potensi dari karet alam Indonesia sebagai komoditas unggulan ekspor dan komoditas dari subsektor perkebunan yang banyak dibudidayakan, maka karet alam Indonesia telah memasuki pasar internasional. Indonesia mengekspor karet alam ke negara-negara industri, seperti Tiongkok, Amerika Serikat dan Jepang. Tiongkok, Amerika Serikat dan Jepang adalah negaranegara tujuan utama untuk ekspor karet alam Indonesia. Permintaan karet alam Indonesia oleh ketiga negara tujuan utama ekspor mengalami fluktuasi setiap tahunnya, khusunya Tiongkok. Pada tahun 2013, permintaan ekspor karet alam Indonesia oleh Tiongkok mencapai 511.700 ton, pada tahun 2014 dan 2015 permintaan ekspor semakin menurun, yaitu hanya mencapai 366.972 ton dan 289.490 ton. Permintaan ekspor karet alam Indonesia oleh Tiongkok kemudian meningkat pada tahun 2016 dan 2017, dengan permintaan ekspor sebesar 302.918 dan 445.359. Berfluktuasinya permintaan ekspor karet alam Indonesia oleh Tiongkok menjadi permasalahan utama dalam penelitian ini. Tiongkok diplih menjadi negara tujuan dalam penelitian ini dikarenakan negara tersebut merupakan negara industri yang membutuhkan karet alam sebagai bahan baku utama, selain itu Tiongkok menjadi negara dengan pertumbuhan eksonomi terbesar di dunia selain Amerika Serikat. Metode analisis yang digunakan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini adalah Vector Error Correction Model (VECM). Vector Error Correction Model menganalisis faktor-faktor yang diduga mempengaruhi permintaan ekspor karet alam Indonesia ke Tiongkok, faktor-faktor tersebut akan menjadi variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Variabel yang digunakan adalah Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok, nilai tukar Yuan terhadap Dollar Amerika iSerikat, harga karet alam dunia, harga ekspor karet alam Indonesia, harga karet sintetis dunia dan konsumsi karet alam di Tiongkok. Variabel-variabel tersebut akan diuji dalam jangka pendek dan jangka panjang sehingga akan menghasilkan faktorfaktor yang berpengaruh terhadap permintaan karet alam Indonesia ke Tiongkok dalam jangka pendek dan jangka panjang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel-variabel yang berpengaruh signifikan dan memiliki hubungan yang positif dalam taraf signifikasi 5 persen dalam jangka pendek adalah PDB Tiongkok, nilai tukar Yuan terhadap Dollar Amerika Serikat, harga karet alam dunia dan konsumsi karet alam di Tiongkok. Harga ekspor karet alam Indonesia memiliki pengaruh signifikan tetapi memiliki hubungan yang negatif, hal tersebut dikarenakan Tiongkok dalam melakukan permintaan karet alam dari Indonesia, melihat harga ekspor yang ditentukan oleh Indonesia. Variabel yang berpengaruh namun tidak signifikan adalah harga karet sintetis yang termasuk ke dalam barang subtitusi dari karet alam. Hasil analisis dalam jangka panjang dengan taraf signifikasi 5 persen menghasilkan variabel-variabel yang berpengaruh secara signifikan dan positif dalam jangka panjang, yaitu nilai tukar Yuan ke Dollar Amerika Serikat, harga karet alam dunia dan harga karet sintetis dunia. Variabel harga ekspor karet alam Indonesia memiliki pengaruh yang signifikan tetapi memiliki hubungan yang negatif, hal tersebut sama seperti hasil analisis dalam jangka pendek. Variabel yang memiliki pengaruh yang tidak signifikan adalah PDB Tiongkok dan konsumsi karet alam di Tiongkok.

English Abstract

Export activities can improve the national income because export is one component of the Gross Domestic Product (GDP). Exports can be divided into two types, that are, non-oil and gas exports (agricultural, plantation, manufacture, automotive) and oil and gas exports. Export activities for non-oil and gas products, especially the results of plantation sector are the superiority of Indonesia. The result of the plantation sector included in the export superior commodities is natural rubber. Natural rubber becomes a superior export commodity because this commodity is the most cultivated by the Indonesian society and has been conducted for generations. The largest natural rubber plantation in Indonesia is located in South Sumatra Province. South Sumatra province can contribute to national rubber production for 30.04 percent. The existence of natural rubber plantations also makes Indonesia one of the second largest producers of natural rubber in the world after Thailand. Equal with the potential of Indonesian natural rubber as a superior export commodity and commodity from plantation subsector that cultivated the most, Indonesian natural rubber has entered the international market. Indonesia exports natural rubber countries with large economic growth, such as China, the United States and Japan. China, the United States and Japan are the main destination countries for Indonesian natural rubber exports. The demand of Indonesia natural rubber by the three main export destination countries has experienced fluctuation every year, especially China. In 2013, export demand of China for natural rubber was 511,700 tons, in 2014 and 2015 the export demand is decrease, which only reached 366,972 tons and 289,490 tons. The demand for exports of Indonesian natural rubber by China then increased in 2016 and 2017, with export demand of 302,918 tons and 445,359 tons. The fluctuating demand for exports of Indonesian natural rubber by China was the main problem in this research. China is chosen as the destination country because this country is an industrial country that needs natural rubber as the main raw material, besides that China is the country with the largest economic growth in the world besides the United States. The analysis method used to answer the problems in this research was Vector Error Correction Model (VECM). Vector Error Correction Model used to analyze the factors that were thought to affect the exports demand of Indonesian natural rubber to China. The variables used were Gross Domestic Product (GDP) of China, the Yuan exchange rate to the United States Dollar, the price of world natural rubber, the price of Indonesian natural rubber exports, the price of world synthetic rubber and the consumption of natural rubber in China. These variables were tested both in the short and long term so that they will have factors that the demand for Indonesian natural rubber exports to China in the short and long term. iiiThis research results indicate that the variables that have a significant effect and have a positive relationship at the 5% significance level in the short term are Chinese GDP, the Yuan exchange rate against the US Dollar, world natural rubber prices and consumption of natural rubber in China. The export price of Indonesian natural rubber has significant effect but has a negative relationship, this is because China is in natural rubber export demand from Indonesia, seeing the export prices determined by Indonesia. The influential but not significant variable is the synthetic rubber price that is included in the natural rubber substitution. The results of long-term analysis with a significance level of 5 percent have the results that variables have long-term significant and positive effect, that the exchange rate of Yuan to US Dollar, the price of world natural rubber and the price of world synthetic rubber. The variable price of Indonesian natural rubber exports has a significant effect but has negative relationship, it is same with the results of analysis in the short term. Variables that have insignificant effect are Chinese GDP and the consumption of natural rubber in China.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2019/247/051906990
Subjects: 300 Social sciences > 382 International commerce (Foreign trade) > 382.6 Export trade
Divisions: Fakultas Pertanian > Sosial Ekonomi Pertanian
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/172970
Text
Draft Skripsi Ninda Annisa Mufida Pertiwi (377660046).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item