BKG

Wijaya, Angga Valiansyah (2019) Analisis Target Costing Guna Meningkatkan Laba Perusahaan (Kasus Pada Perusahaan Keripik Sanjai Ol Di Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Keripik Sanjai OL adalah salah satu perusahaan yang memproduksi olahan keripik singkong balado di Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Perusahaan ini menjadikan keripik singkong sebagai produk utama perusahaan. Menurut pemilik perusahaan, Ibu Ikrima mereka menjual untuk kebutuhan daerah sekitar. Keripik Sanjai OL mulai meningkatkan produk keripik singkong mereka dan menjadikannya sebagai produk unggulan sejak tahun 2012 yang dimulai dari bisnis keluarga yang telah dilakukan sejak tahun 2008. Masalah yang dihadapi oleh perusahaan adalah mereka perlu meningkatkan keuntungan penjualan mereka. Masalah ini muncul karena mahalnya biaya produksi. Berdasarkan situasi ini, perusahaan tidak dapat meningkatkan harga jual keripik singkong. Selain biaya produksi yang tinggi, jumlah industri keripik singkong di Kabupaten Lima Puluh Kota selalu meningkat. Oleh karena itu, pasar menciptakan persaingan untuk mencapai target perusahaan dengan memaksimalkan laba atau meminimalkan biaya, sehingga perusahaan akan dapat bersaing dalam persaingan pasar. Selain itu, perusahaan harus menghasilkan inovasi produk dengan harga lebih rendah atau setidaknya sama dengan harga yang ditawarkan oleh pesaing. Persaingan yang terjadi antara industri keripik singkong di Kabupaten Lima Puluh Kota bukan soal kualitas tetapi soal harga. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis biaya produksi dan non-produksi untuk meningkatkan laba perusahaan serta menganalisis perbandingan biaya produksi dan keuntungan yang diperoleh perusahaan selama ini dengan menerapkan metode tradisional. Penelitian ini juga digunakan untuk menemukan strategi terbaik untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh perusahaan saat ini. Target costing adalah sistem yang digunakan untuk menentukan biaya produksi yang sesuai untuk memenuhi harapan target perusahaan (laba) sebagai alasan untuk harga jual produk, atau untuk menentukan harga jual yang dapat diterima bagi konsumen. Berdasarkan sistem ini, proses penetapan target biaya dengan perancangan Laba dan pengendalian biaya. Meskipun demikian, ini dapat menghasilkan harga terbaik yang sesuai dengan permintaan pasar tanpa menimbulkan kerugian finansial perusahaan. Ini berarti ekspektasi perusahaan tentang laba masih bisa dicapai. Berdasarkan perhitungan, total biaya produk keripik singkong Sanjai OL sebelum nilai rekayasa adalah Rp 33.544,15. Rekayasa nilai dilakukan dengan mengurangi biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 2.950,74. Biaya produk keripik singkong pada 2018 setelah rekayasa adalah Rp 30.593,41 per kemasan. Total biaya produk yang diperoleh dengan biaya tenaga kerja langsung lebih rendah daripada biaya yang ditargetkan.ii Berdasarkan perhitungan pada rekayasa nilai di atas, dilakukan pada biaya Overhead pabrik, yaitu biaya tenaga kerja langsung. Setelah rekayasa nilai, margin keuntungan diterima oleh Sanjai OL meningkat menjadi 51,3 % per kemasan. Setelah menghitung metode penetapan target, total biaya produksi keripik singkong menjadi Rp. 363.912.400 dibandingkan dengan metode tradisional perusahaan harus membayar Rp 397.512.400. Demikian pula, laba yang diterima perusahaan dengan metode biaya tradisional lebih kecil, yaitu 46,93 % dari total penjualan Rp 355.029.600. Namun, metode target biaya akan menghasilkan laba yang lebih besar dari yang ditetapkan oleh perusahaan sebesar 51,3 %, dengan laba sebesar Rp. 378.221.000. Perusahaan harus menggunakan target costing sebagai metode untuk merencanakan biaya produksi lebih lanjut untuk mencapai peningkatan laba yang diinginkan. Menggunakan metode penetapan target biaya dalam perencanaan biaya dapat membantu menentukan jumlah biaya yang harus disediakan dan juga untuk mengurangi jumlah biaya yang tidak diperlukan.

English Abstract

OL Sanjai Chips is a company that produces processed Balado cassava chips in Payakumbuh District, Lima Puluh Kota Regency, West Sumatra. This company makes cassava chips as the company's main product. According to the owner of the company, they sell Ikrima for the needs of the surrounding area. OL Sanjai Chips began to improve their cassava chips products and make them as superior products since 2012 starting from a family business that has been conducted since 2008. The problem faced by companies is that they need to increase their sales profits. This problem arises because of the high cost of production. Based on this situation, the company cannot increase the selling price of cassava chips. In addition to high production costs, the number of cassava chip industries in Lima Puluh Kota Regency is always increasing. Therefore, the market creates competition to achieve company targets by maximizing profits or minimizing costs, so companies will be able to compete in market competition. In addition, companies must produce product innovations at lower prices or at least the same as prices offered by competitors. The competition between the cassava chips industry in Lima Puluh Kota Regency is not about quality but about price. The purpose of this study is to analyze production and non-production costs to increase company profits and analyze the comparison of production costs and profits obtained by the company so far by applying traditional methods. This research is also used to find the best strategy to overcome the problems faced by companies today. Target costing is a system used to determine the appropriate production costs to meet the company's target expectations (profit) as a reason for the selling price of a product, or to determine an acceptable selling price for consumers. Based on this system, the process of setting cost targets with profit design and cost control. However, this can produce the best price in accordance with market demand without causing financial loss to the company. This means that the company's expectations about profit can still be achieved. Based on calculations, the total cost of OL Sanjai cassava chips before engineering value was Rp 33,544.15. Value engineering was carried out by reducing direct labor costs by 2,950.74. The cost of cassava chips in 2018 after engineering was Rp 30,593.41 per package. The total cost of products obtained with direct labor costs was lower than the targeted costs. Based on calculations on the value engineering above, it was carried out at factory overhead costs, i.e. direct labor costs. After engineering the value, the profit margin received by Sanjai OL increased to 51.3 % per package. After calculating the target setting method, the total cost of producing cassava chips becomesiv Rp 363,912,400 compared to traditional methods and the company must pay as much as Rp 397,512,400. Similarly, the profit received by the company with the traditional cost method was smaller, which is 46.93 % of the total sales of Rp 355,029,600. However, the target cost method will generate more profit greater than determined by the company by 51.3 %, with a profit of Rp 378,221,000. Companies must use target costing as a method to plan further production costs to achieve the desired increase in profits. Using the target costing method in cost planning can help to determine the amount of costs to be provided and also to reduce the amount of costs that are not needed.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2019/118/051906835
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.5 General production economics > 338.51 Costs
Divisions: Fakultas Pertanian > Sosial Ekonomi Pertanian
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/172905
Text
Angga-Ready-Jilid (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item