BKG

Subakti, Ilham (2019) Adaptasi Kawasan dan Bangunan Terhadap Ancaman Banjir di Dusun Kebondalem Desa Kademangan Kabupaten Jombang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kabupaten Jombang merupakan salah satu kabupaten yang hampir setiap tahun mengalami ancaman banjir. Ancaman banjir tersebut terjadi di Dusun Kebondalem Desa Kademangan. Dusun Kebondalem dibatasi oleh dua sungai yaitu Sungai Catak Banteng dan Sungai Pancir Gunting. Topografi yang rendah dan meluapnya air Sungai Catak Banteng dan Sungai Pancir Gunting adalah faktor penyebab terjadinya banjir yang melanda di permukiman Dusun Kebondalem. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis aspek sosial dan fisik yang mempengaruhi adaptasi kawasan dan bentuk adaptasi bangunan. Aspek sosial yang dianalisis adalah tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan yang bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial dan tingkat ekonomi masyarakat dalam menanggapi ancaman banjir. Sedangkan, aspek fisik yang dianalisis adalah adaptasi fisik kawasan dan bangunan yang sesuai dengan standar kriteria desain. Pada skala kawasan, sedimentasi di sungai yang menjadi penyebab utama banjir di Dusun Kebondalem yang masih belum ditanggulangi. Kondisi tersebut juga didukung dengan konstruksi dinding tanggul yang tidak rata untuk menahan aliran debit air sungai. Ketidakmampuan sungai menahan debit air telah menyebabkan air sungai meluap dan menuju permukiman masyarakat yang memiliki topografi lebih rendah dari bibir sungai. Pada skala bangunan, adaptasi yang dilakukan masih belum sesuai dengan kriteria desain yang ada. Peninggian dasar bangunan yang dilakukan hanya sekitar 30 cm sampai 50 cm. Sedangkan, ketinggian air banjir rata-rata mencapai 1 meter sampai 1,5 meter. Peninggian dasar bangunan yang dianjurkan adalah 50 cm hingga 60 cm diatas permukaan air banjir rata-rata. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi ancaman banjir yang lebih tinggi. Sebagian besar masyarakat melakukan adaptasi mezzanine dari papan kayu yang disandarkan ke balok dinding dan tidak mempunyai akses keatas. Struktur mezzanine yang dibuat harus memiliki struktur yang kuat untuk menampung beban dan memiliki akses agar pemilik bangunan mudah untuk menjangkaunya. Material bangunan yang digunakan belum menggunakan material bagunan tahan air sehingga banyak bagian bangunan yang mengalami kerusakan akibat direndam oleh air banjir.

English Abstract

Jombang Regency is the one of the districts that almost every year faces the threat of flooding. The threat of flooding occurred in Kebondalem Hamlet, Kademangan Village. Kebondalem Hamlet is also limited by two rivers, namely Catak Banteng River and Pancir Gunting River. The low topography and overflowing of the Banteng Catak River and Pancir Gunting River are the causes of the flooding in the Kebondalem Hamlet settlement. This study used a descriptive qualitative method by analyzing social and physical aspects that influence regional adaptation and the shape of buildings adaptation. The social aspects analyzed are the level of education and type of occupation that aims to determine the social condition and economic level of the community in responded to the threat of flooding. Whereas, the physical aspects analyzed are the physical adaptation of the regions and buildings in accordance with the standard design criteria. On the scale of the river sedimentation region which is the main caused of flooding in the Kebondalem Hamlet has not been overcome. This condition is also supported by the construction of uneven embankment walls to hold the flow of river water discharge. The inability of the river to hold back the flow of water has caused the river to overflow and lead to community settlements that has a lower topography than the river lip. At the buildings scale, adaptation carried out still not in accordance with the existing design criteria. The basic elevation of the buildings is only about 30 centimeters to 50 centimeters. While the flood water level reached an average of 1 meter to 1.5 meters. Recommendation of elevation buildings is 50 centimeters to 60 centimeters above the average of flood water level. It aims to anticipate the threat of a higher flood. Most people adapt mezzanines from wooden boards that are leaning against a wall beam and do not have access to it. The mezzanine structure that is made must has a strong structure to accommodate the load and has access so that building owner is easy to reached. The building materials used has not yet used waterproof building materials so that many parts of the building are damaged due to being soaked by flood water.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2019/625/051905187
Uncontrolled Keywords: Adaptasi Kawasan, Adaptasi Bangunan, Ancaman Banjir, Regional Adaptation, Building Adaptation, Flood Threat
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 578 Natural history of organism and related subjects > 578.4 Adaptation
Divisions: Fakultas Teknik > Arsitektur
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/172879
Text
Ilham Subakti (2).pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item