BKG

Nurcahyani, Niken Pramitha (2019) Analisis Tindak Lanjut atas Rejection Certificate of Origin (Studi Analisis pada KPPBC TMP Tanjung Perak). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Perdagangan bebas di kawasan ASEAN terutama dalam rangka impor dapat menggunakan form fasilitas yang merupakan hasil kerjasama internasional. Fasilitas itu disebut dengan certificate of origin (COO) yang berfungsi untuk pembebasan atau pengurangan bea masuk. Proses impor di KPPBC TMP Tanjung Perak yang melampirkan form COO akan melalui pemeriksaan kepabeanan oleh pihak pejabat bea dan cukai. Pemeriksaan dilakukan terhadap dokumen impor termasuk form COO sebagai dokumen pelengkap dari importir. Dalam hal ini, penelitian yang dibahas adalah form COO, form yang memiliki kriteria atau ketentuan sesuai PMK yang berlaku agar dapat digunakan berdasarkan fungsi pembebasan bea masuknya. Form ini diteliti oleh pihak pejabat bea dan cukai terkait kebenaran pengisian oleh negara penerbitnya. Pejabat bea dan cukai sering menemukan kesalahan terhadap COO sehingga menimbulkan 2 (dua) jenis respon yaitu rejection dan retroactive serta mereka juga berhak menetapkan nilai dan/atau tarif pabean berupa Surat Penetapan Tarif dan/atau Nilai Pabean yang berisikan tagihan bea masuk. Keputusan dalam bentuk SPTNP tersebut dapat diajukan keberatan oleh importir yang kurang setuju dengan hasil pemeriksaan pihak pejabat bea dan cukai. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan pada situs penelitian. Sumber dan jenis data yang digunakan yaitu data primer diperoleh melalui wawancara terhadap KPPBC TMP Tanjung Perak dan Importir serta data sekunder diperoleh dan data-data pada KPPBC TMP Tanjung Perak. Metode analisis data yang digunakan berdasarkan Miles dan Huberman (1992) yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dan penelitian ini memmjukkan bahwa tingkat rejection terhadap form certificate of origin di KPPBC TMP Tanjung Perak meningkat. Form COO dan negara China yaitu form E yang paling sering dan paling banyak jumlahnya mengalami respon rejection. Faktor penyebab timbulnya respon rejection ini dikarenakan kebenaran form tidak sesuai dengan PMK yang berlaku dan fasilitas tarif preferensi tidak dapat diberikan kepada importir yang melakukan kesalahan. Pembebasan bea masuk yang seharusnya tarif menjadi 0% maka dikembalikan seperti tarif mum 5% atau 10% yang ditentukan di buku tarif kepabeanan indonesia. Importir yang mendapat respon rejection maupun retroactive, keduanya diberikan SPTNP dan harus dibayar. SPTNP yang dikeluarkan dapat diajukan keberatan apabila importir kurang berkenan dengan keputusan pihak bea dan cukai. Keberatan diproses dibagian perbendaharaan dan selanjutnya melakukan sidang di Kanwil DJBC. Dilihat dan seringnya importir kurang teliti terhadap form COO maka pihak KPPBC TMP Tanjung Perak diharapkan memberikan sosialisasi yang lehih efektif agar pemahaman mereka maksimal serta tingkat kejelian dan negara penerbit juga harus ditingkatkan guna meminimalisir kesalahan form COO yang menyebabkan kerugian bagi pihak importir

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIA/2019/426/051906440
Uncontrolled Keywords: impor, rejection, certificate of origin, SPTNP, keberatan.
Subjects: 300 Social sciences > 352 General considerations of public administration > 352.4 Financial administration and budgets > 352.44 Revenue administration > 352.448 Customs administration
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Ilmu Administrasi Bisnis / Niaga
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/172811
Text
Niken Pramitha Nurcahyani.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item