BKG

Wulandari, Dinda Pangesti Afrida (2019) Pengaruh Dosis Pupuk Urea Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) Dalam Sistem Tumpangsari Dengan Sawi (Brassica juncea L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman tomat ialah komoditas hortikultura yang sangat potensial untuk dikembangkan. Produksi tomat pada tahun 2012-2016 mengalami fluktasi yang cenderung mengalami penurunan. Pada tahun 2012 produksi tomat di Indonesia mencapai 893.463 ton kemudian meningkat hingga tahun 2014 yang mencapai 915.987 ton tetapi pada tahun 2015 dan 2016 produksi tomat terus mengalami penurunan hingga mencapai 872.875 ton saja (BPS dan Direktorat Jendral Hortikultura, 2016). Sedangkan permintaan yang sebagian besar untuk memenuhi konsumsi rumah tangga, industri dan kebutuhan lainnya memiliki proyeksi permintaan pada tahun 2014 ketersediaan permintaan sebesar 970.449 ton kemudian permintaan meningkat mencapai 997.667 ton dan pada tahun 2017 mengalami peningkatan lagi hingga mencapai 1.024.949 ton (Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, 2014). Budidaya tomat mempunyai resiko kegagalan yang cukup tinggi karena tomat merupakan tanaman yang sangat peka terhadap perubahan cuaca dan iklim, sehingga memerlukan perawatan yang intensif. Salah satu cara untuk menggurangi resiko kegagalan panen adalah dengan adanya sistem tumpang sari. Selain itu,tumpang sari juga dapat diterapkan pada terbatasnya ketersediaan lahan. Salah satu unsur hara dalam tanah yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah nitrogen. Urea ialah pupuk tunggal yang mengandung N tinggi yaitu sekitar 45-46%. Penelitian dilaksanakaan pada bulan Juli hingga September di jalan Sasando Kepuharjo, Karangploso, kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasi penelitian berada pada ketinggian ±525 mdpl, dengan suhu rata-rata 24-25°C dan curah hujan 2.400 mm/tahun. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya cangkul, bajak, gembor, meteran, timbangan digital, penggaris, knapsack sprayer, jangka sorong dan kamera. Bahan yang digunakan yaitu tomat varietas shinta, sawi varietas shinta, rondup (herbisida), curacron (insektisida), dithane M-45 (fungisida), mulsa hitam perak, urea, SP36 dan KCl. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi, dengan petak utama dan anak petak. Petak utama yaitu pola tanam dan anak petak yaitu dosis pupuk. Perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Petak utama yang terdiri atas 2 jenis pola tanam yaitu: (A1) Tomat monokultur, (A2) Tomat tumpangsari dengan Sawi. Anak petak yang terdiri atas 3 dosis pupuk yaitu: (B1) Tanpa dosis pupuk urea (B2) Dosis pupuk 200 kg (B3) Dosis pupuk urea 400 kg. Variabel pengamatan pertumbuhan tanaman tomat dilakukan dengan cara non destruktif dan destruktif. Pengamatan pertumbuhan tanaman non destruktif meliputi tinggi tanaman dan diameter batang (cm) sedangkan destruktif meliputi luas daun dan bobot kering. Pengamatan hasil tanaman pada tanaman tomat dengan parameter bobot buah pertanaman, bobot buah per petak vi dan bobot buah perha. Sedangkan tanaman tumpangsari dilakukan parameter pengamatan bobot segar dan bobot konsumsi. Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) 5% dan apabila terdapat beda nyata antar perlakuan akan dilakukan uji lanjut menggunakan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) dengan level kesalahan 5%. Perlakuan tumpangsari menghasilkan bobot segar tomat per hektar 11,11 ton ha-1 tidak berbeda nyata dengan perlakuan monokultur yang menghasilkan bobot segar tomat 13,99 ton ha-1. Pemberian dosis pupuk urea 400 kg ha-1 mampu meningkatkan hasil tanaman tomat pada variabel bobot buah segar tomat per tanaman 41,73 % dibandingkan tanpa pupuk urea dan 16,09 % dibandingkan dengan dosis pupuk urea 200 kg ha-1 serta meningkatkan bobot buah segar per hektar 71,50 % dibandingkan tanpa pupuk urea dan 16,87 % dibandingkan dengan dosis pupuk urea 200 kg ha-1.

English Abstract

Tomato plants are horticultural commodities that are very potential to be developed. Tomato production in 2012-2016 experienced fluctuations which tended to decline. In 2012 tomato production in Indonesia reached 893,463 tons and then increased until 2014 which reached 915,987 tons but in 2015 and 2016 tomato production continued to decline to reach only 872,875 tons (BPS and Direktorat Jendral Hortikultura, 2016). While the demand that mostly fulfills household consumption, industry and other needs has a demand projection in 2014, the demand is 970,449 tons, then demand has increased to 997,667 tons and in 2017 it has increased again to reach 1,024,949 tons (Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, 2014). Cultivation of tomatoes has a high risk of failure because tomatoes are plants that are very sensitive to changes in weather and climate, thus requiring intensive care. One way to reduce the risk of crop failure is through an intercropping system. In addition, intercropping can also be applied to the limited availability of land. One of the nutrients in the soil that supports plant growth and development is nitrogen. Urea is a single fertilizer containing high N which is around 45-46%. The research was conducted in July to September on the Sasando Kepuharjo road, Karangploso, Malang district, East Java. The research location is at an altitude of ± 525 masl, with an average temperature of 24-25 ° C and 2,400 mm / year rainfall. The equipment used in this study included hoes, plows, bolts, meters, digital scales, rulers, knapsack sprayers, calipers and cameras. The ingredients used were tomato varieties of Shinta, mustard varieties of Shinta, Rondup (herbicide), Curacron (insecticide), Dithane M-45 (fungicide), Black mulch silver, Urea, SP36 and KCl. The study used a Split Plot Design, with main plots and subplots. The main plot is the planting pattern and subplot, namely fertilizer dosage. The treatment was repeated 4 times. The main plot consists of 2 types of planting patterns, namely: (A1) Monoculture tomatoes, (A2) Tomatoes intercropping with Mustard. The subplots consist of 3 doses of fertilizer, namely: (B1) No dose of urea fertilizer (B2) Dosage of 200 kg fertilizer (B3) Dosage of 400 kg urea fertilizer. The observation variable of tomato plant growth is done by non destructive and destructive ways. Observation of non-destructive plant growth includes plant height and stem diameter (cm) while destructive includes leaf area and dry weight. Observation of plant yields on tomato plants with parameters of fruit weight per crop, fruit weight per plot and perha fruit weight. While intercropping plants were carried out parameters were observed for fresh weight and consumption weight. Observation data were analyzed using variance viii analysis (ANOVA) 5% and if there were significant differences between treatments, further tests would be carried out using the BNJ (Honestly Significant Difference) test with an error rate of 5%. Intercropping treatment produces fresh weight of tomatoes per hectare 11.11 tons ha-1 was not significantly different from monoculture treatment which resulted in fresh weight of tomatoes 13.99 tons ha-1. Provision of 400 kg ha-1 urea fertilizer was able to increase the yield of tomato plants on the variable weight of fresh tomatoes per plant 41.73% compared to without urea fertilizer and 16.09% compared to 200 kg ha-1 urea fertilizer and increase fresh fruit weight per hectare 71.50% compared to urea fertilizer and 16.87% compared to 200 kg ha-1 urea fertilizer.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2019/76/051906771
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 635 Garden crops (Horticulture) > 635.6 Edible garden fruits and seeds > 635.64 Other garden fruits > 635.642 Tomatoes > 635.642 8 Special cultivation methods; Fertilizers, soil conditioners, growth regulators
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/172767
Text
Dinda Pangesti Afrida Wulandari (2).pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item