BKG

Listiana, Henri (2019) Studi Alternatif Perencanaan Struktur Komposit Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, semakin berkembang juga pembangunan di negeri ini. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diiringi dengan pendidikan formal yang tinggi dan prasarana yang menunjang. Maka dari itu didirikanlah sebuah perguruan tinggi negeri sebagai sarana untuk memberikan pengetahuan secara luas dan global. Untuk itu perlu adanya usaha peningkatan fungsi bangunan baik itu berupa perbaikan gedung lama, penambahan bangunan gedung baru ataupun pembangunan gedung baru di lokasi yang lebih nyaman dan strategis. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan alternatif pada Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Bangunan tinggi harus mampu menahan beban-beban yang terjadi dan gaya gempa. Sehingga tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan bagaimana perencanaan struktur komposit yang mampu menahan gaya gempa. Perencananan pada skripsi ini menggunakan bahan komposit pada bagian baloknya. Balok berupa beton dan baja, sedangkan kolom berupa baja. Konsep perencanaan menggunakan metode LRFD. LRFD adalah suatu metode perencanaan struktur baja yang mendasarkan perencanaannya dengan membandingkan kekuatan struktur yang telah diberi suatu faktor resistesi (ϕ) terhadap kombinasi beban terfaktor yang direncanakan bekerja pada struktur tersebut (Σγi.Qi). faktor resistensi diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kelebihan beban. Pada perencanaan ini dilakukan beberapa kali percobaan dimensi balok hingga mendapatkan profil baja WF yang tidak mampu menahan gaya-gaya dalam yang terjadi dan menjadikannya komposit agar mampu menahan gaya – gaya dalam yang terjadi serta memenuhi persyaratan yang ada di peraturan.Sedangkan untuk kolom dilakukan percobaan beberapa kali hingga mendapatkan profil baja WF yang mampu menahan gaya-gaya dalam dan memenuhi peraturan. Agar terjadi aksi komposit antara baja dengan beton, maka digunakan penghubung geser. Sambungan untuk antara balok-kolom digunakan las, dan sambungan antar kolom digunakan baut. Keuntungan dari pemakaian struktur komposit ini adalah struktur menjadi lebih kaku serta panjang bentang layan untuk balok semakin besar.

English Abstract

As technology evolves, so does development in this country. The progress of science and technology must be accompanied by higher formal education equipped with the best and capable infrastructure. It must be noted, to achieve this goal, it’s necessary to upgrade the infrastructure. Be it improving existing campus complex, building a new campus—in existing area or in a completely new area, far more comfortable and strategic. For the reason stated before, there is a need for alternative planning. Tall buildings must be able to withstand seismic load and forces generated by earthquakes. The purpose of this undergraduate thesis is to explain how the planning of composite structure can help buildings withstand seismic forces. The study case for this thesis is the Campus of Faculty of Sport Science, State University of Malang. The composite material is used on the beam. The beams use steel and concrete, while the columns use steel. The concept of planning uses the LRFD method. LRFD is a steel structure planning method based on its planning by comparing the strength of the structure that has been given a resistance factor (φ) to the combination of planned loads working on the structure (Σγi.Qi). The resistance factor is needed to anticipate the possibility of overloading. In this planning, several experiments are carried out on the dimensions of beams and columns, to obtain a WF steel profile that can’t resist the inner forces that occur and meet the requirements in the regulations. For the columns, experiments are done several times to attain another WF steel profile that can withstand the inner forces and meet the regulations. For a composite action ensues between steel and concrete, a sliding connector is used. The joint for the beam-column uses weld, whereas the connection between the columns uses bolts. The advantage of using this composite structure is that the structure becomes more rigid and the length of the span for beams become larger.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2019/563/051905231
Uncontrolled Keywords: komposit, gaya gempa, LRFD, composite, seismic force, LRFD
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 624 Civil engineering > 624.1 Structural engineering and underground construction > 624.17 Structural analysis and design
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/172656
Text
Henri Listiana.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item