BKG

Septina, Ladya Vinny Bayu (2019) Model Quadruple Helix Dalam Program Smart Health (Studi Kasus Pada Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis model Quadruple Helix dalam program SMART Health di Desa Sepanjang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Governance, Kemitraan, Model Quadruple Helix. Teori tersebut digunakan dalam rangka menganalisis keterlibatan dan peran aktor Quadruple Helix dalam program SMART Health di Desa Sepanjang dan untuk menguraikan faktor pendukung serta penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Kabupaten Malang dengan desa Sepanjang sebagai situsnya. Jenis data yang digunakan berasal dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu peneliti sendiri, pedoman wawancara dan alat penunjang lainnya. Metode analisis data yang digunakan adalah metode studi kasus Yin, dimana ada tiga tahapan utama. Tahapan tersebut adalah pengumpulan data, penulisan kasus, dan kesimpulan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Quadruple Helix dalam program SMART Health di desa Sepanjang melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang yang memiliki peran sebagai penyedia obat dasar dan tenaga kesehatan. Apotek Swasta memiliki peran yaitu sebagai penyedia obat secara komersil. Tim SMART Health UB memiliki peran yaitu melatih tenaga kesehatan, koordinator teknis dan konsultan teknis dalam program SMART Health. Terakhir, adalah masyarakat sebagai kader yang berperan untuk membantu memberikan penyuluhan dan menjembatani pasien dengan tenaga kesehatan. Masyarakat sebagai pasien terlibat secara aktif dalam program SMART Health pada kegiatan Posbindu. Faktor pendukung tersebut adalah adanya rasa berbagi Ilmu dan pengalaman antar pihak yang terlibat dan partisipasi masyarakat yang aktif dalam program SMART Health. Sedangkan untuk faktor penghambatnya yaitu dana penyediaan obat terbatas dan sulitnya menjalin komunikasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dalam pelaksanaan program SMART Health. Hasil penelitian ini memberikan saran agar Dinas Kesehatan Kabupaten Malang lebih aktif di lapangan, maupun dalam membangun komunikasi dengan tim SMART Health UB dan memberikan dukungan penganggaran dana khusus pada program ini, dokter, bidan, perawat, serta kader perlu meningkatkan komunikasi serta koordinasi yang efektif, dan sosialisasi rutin dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masayarakat.

English Abstract

This study aims to describe and analyze the Quadruple Helix model in SMART Health program at Sepanjang Village. These theories used in this research are Governance, Partnerships, and Quadruple Helix model. These theories are used in order to analyze the involvement and role of the Quadruple Helix actors in the SMART Health program at Sepanjang Village and to outline the supporting factors and inhibiting factors in its implementation. This study used a qualitative approach with study case method. The research location of this study is in Malang regency and Sepanjang Village as its site. The type of data used comes from the primary data and secondary data. While data collection techniques using interviews, observation, and documentation. For research instruments, researcher used that researcher herself, interview guides and tools or other supporting devices. Data analysis method used is study case method by Yin, where there are three main stages. These stages are the collection of data, writing case, and the conclusion of the case. The results showed that Quadruple Helix model in SMART Health program at Sepanjang Village involves Malang District Health Office which has roles as a provider of basic drugs and health personnel. Private pharmacies have that role as a provider of commercial drugs. SMART Health UB team has a role that is training health personnel, technical coordinator and technical consultant in the SMART Health program. Finally, the community as a volunteer whose role is to help provide education and bridge the patient's healthcare professional. Society as patients are actively involved in SMART Health program on Posbindu activities. The supporting factors are the sense of science and experience sharing between the parties involved and active participation of community in SMART Health program. As for the inhibiting factor which limited drug supply funds and the difficulty of communicating with the Malang District Health Office in the implementation of the SMART Health program. The results of this study suggest that Malang District Health Office to be more active in the field, as well as in building communication with the SMART Health UB team and providing special funding budgeting support for this program, doctors, midwives, nurses, and cadres need to improve effective communication and coordination. and routine socialization is carried out to increase community participation.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FIA/2019/114/051906061
Uncontrolled Keywords: Quadruple Helix, Pemerintah, Swasta, Perguruan Tinggi, Masyarakat, Quadruple Helix, Government, Private, Universities, Society
Subjects: 300 Social sciences > 352 General considerations of public administration > 352.1 Jurisdictional levels of administration > 352.17 Rural administration
Divisions: Fakultas Ilmu Administrasi > Ilmu Administrasi Publik / Negara
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/172580
Text
LADYA VINNY BAYU SEPTINA (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item