BKG

Akbar, Muhammad Fajaruddin (2019) Sistem Notifikasi Kondisi Cuaca Untuk Keselamatan Take Off Paralayang Menggunakan Metode Naïve Bayes (Studi Kasus: Paralayang Gunung Banyak, Batu). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Paralayang adalah olahraga terbang bebas menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dan mendarat menggunakan kaki yang memanfaatkan angin, angin sendiri memiliki beberapa jenis diantaranya angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik disebabkan thermal (thermal lift). Keadaan angin pada area take off paralayang sangat menentukan para atlet maupun wisatawan yang akan terbang (take off). Di Indonesia, paralayang memiliki induk organisasi PLGI (Persatuan Layang Gantung Indonesia) dan dibawah naungan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia). Minimnya informasi yang didapat dari area take off paralayang bagi orang awam utamanya wisatawan yang hendak terbang, sulit memperoleh informasi tentang kondisi angin pada area take off paralayang Gunung Banyak, Batu. Dari permasalahan tersebut diperlukan adanya penelitian yang terkait dengan notifikasi kondisi cuaca pada area take off paralayang. Pada penelitian ini menggunakan 3 parameter yaitu kecepatan angin dari modul rotary encoder, arah angin dari modul dual axis dan deteksi hujan dari sensor hujan. Parameter tersebut kemudian diproses menggunakan metode naïve bayes yang memiliki keluaran notifikasi, aman, waspada dan bahaya pada LCD. Berdasarkan pengujian kecepatan angin menggunakan rotary encoder memiliki tingkat error 3,53% dengan akurasi 96,47% dan arah angin menggunakan modul dual axis memiliki perbedaan derajat sebesar 7,75° sedangkan pada pembacaan sensor hujan, sensor dapat bekerja dengan baik saat dilakukan pengujian. Keseluruhan sistem memiliki tingkat akurasi 85,71% dari 14 pengujian

English Abstract

Paragliding is a free-flying sport using cloth wings (parachutes) that take off and land using legs that use wind, the wind itself has several types including the rising wind (dynamic lift) and rising wind due to thermal (thermal lift). The wind conditions in the paragliding take-off area really determine the athletes and tourists who will take off. In Indonesia, paragliding has a parent organization PLGI (Persatuan Layang Gantung Indonesia) while PLGI itself is under the auspices of FASI (Federasi Aero Sport Indonesia). The lack of information obtained from the paragliding take-off area for mostly people, especially tourists who want to fly, is difficult to obtain information about the wind conditions in the take-off area of Banyak Mountain Paragliding, Batu. From these problems, research is needed regarding the notification of wind conditions in the paragliding take-off area. In this study using 3 parameters, namely wind speed from the rotary encoder module, wind direction from the dual axis module and rain detection from the rain sensor. The parameters are then processed using the naïve Bayes method which has notification, safe, alert and dangerous output on the LCD. Based on wind speed testing using a rotary encoder has an error rate of 3.53% with an accuracy of 96.47% and wind direction using a dual axis module having a degree difference of 7.75 ° whereas in the rain sensor reading, the sensor can work well when tested. The entire system has an accuracy rate of 85,71% of the 14 tests.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FILKOM/2019/485/051905868
Uncontrolled Keywords: paralayang, parasut, take off paralayang, rotary encoder, dual axis, naïve bay, Paragliding, parachute, take off Paragliding, rotary encoder, dual axis, naïve bayes
Subjects: 000 Computer science, information and general works > 001 Knowledge > 001.4 Research > 001.42 Research methods
Divisions: Fakultas Ilmu Komputer > Teknik Informatika
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/172017
Text
Muhammad Fajaruddin Akbar - Skripsi (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item