BKG

Praditya, Handy Rizky (2019) Minimasi Biaya dalam Penentuan Rute Distribusi Capacitated Vehicle Routing Problem With Time Windows Dengan Algoritma Sweep dan MILP. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

PT. Jatim Es Tube Malang (ATLAS) merupakan salah satu cabang perusahaan yang bergerak dibidang produksi es tube, selain produksi perusahaan juga melakukan pendistribusiaan produk ke wilayah Malang Raya. Dalam melakukan proses distribusi terdapat batasan waktu buka dan tutup yang berbeda dari setiap outlet ataupun agen yang telah berlangganan pada perusahaan. Saat ini dalam menentukan rute distribusi perusahaan belum dapat merencanakan secara optimal karena tidak mempertimbangkan faktor jarak antar konsumen, waktu tempuh, kapasitas armada, time windows, dan biaya distribusi. Dengan adanya penentuan rute distribusi yang mempertimbangkan faktor-faktor yang sebelumnya tidak digunakan oleh perusahaan diharapkan rute dari setiap armada lebih optimal dan dapat mengurangi jarak tempuh, waktu tempuh dan biaya distribusi. Permasalahan distribusi di PT. Jatim Es Tube Malang (ATLAS) diselesaikan dengan menggunakan Algoritma Sweep dan Mixed Integer Linier Programming. Jumlah outlet dan agen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 71 outlet diperoleh dari 3 rute pengiriman yang sering mengalami keterlambatan. Selanjutnya, dari 71 outlet tersebut dikelompokkan dengan menggunakan algoritma sweep sesuai dengan urutan sudut polar dari titik geografis outlet, setelah itu dari setiap cluster yang terbentuk diselesaikan dengan metode eksak Mixed Integer Linier Programming. Tahap Mixed Interger Linier Programming diawali dengan memodelkan permasalahan dengan formulasi matematis meliputi fungsi tujuan, fungsi kendala dan variabel keputusan. Fungsi kendala dalam model ini yaitu untuk meminimasi jarak tempuh kendaraan. Fungsi kendala yaitu jalur distribusi, waktu pelayanan, dan time windows. Varibel keputusan digunakan menentukan terjadinya pengiriman antar titik satu dengan titik yang lain. Formulasi matematis yang telah dirumuskan diselesaikan dengan bantuan software Lingo 11.0. Rute yang didapatkan dari pengolahan data tersebut dibandingkan dengan rute existing. Berdasarkan analisis dan perbandingan model existing dengan model Mixed Integer Linier Programming, jarak tempuh dari armada dapat diperpendek sebesar 23,53 Km atau 6,02%. Waktu tempuh perjalanan dapat dipersingkat selama 556,09 menit atau 32,79%. Biaya distribusi dapat dikurangi sebesar Rp. 155.973 atau 22,49% dalam satu hari pendistribusian. Setiap Rute yang terbentuk telah memenuhi batasan kapasitas armada dan time windows dari pabrik maupaun outlet. MILP memberikan perbaikan dari sebelumnya 71 outlet dilayani oleh 3 armada pengiriman berkurang menjadi 2 armada, dimana armada yang pertama mengirim ke 36 outlet dan armada kedua mengirim ke 35 outlet.

English Abstract

PT. Jatim Es Tube Malang (ATLAS) is a company which engage a business in ice tube production, so as product distribution to the region of Malang Raya. In conducting distribution process there are some different opening and closing times between each outlets and agents of the company. Currently, the company still has not been able to determine the distribution route plan optimally because they do not consider some factors such as distance between each customers, travel time, vehicle capacity, time windows, and distribution cost. With the determination of the distribution route that considers factors that were not previously used by the company, it is expected that the routes of each vehicle will be more optimal and can reduce the distribution distance, travel time and distribution costs. The distribution problems at PT. East Java Ice Tube Malang (ATLAS) can be solve using the Sweep Algorithm and Mixed Integer Linear Programming. The number of outlets and agents used in this study were 71 outlets obtained from 3 shipping routes which often experienced delays. Furthermore, from the 71 outlets grouped using the sweep algorithm in accordance with the polar angle sequence of the outlet geographic point, after that each cluster formed is solved by the Mixed Integer Linear Programming exact method. Mixed Linear Interger Programming stage begins with modeling problems using mathematical formulations including objective functions, constraint functions and decision variables. The function of the constraints in this model is to minimize transportation mileage. Function constraints consist of distribution channels, service time, and time windows. Decision variables are used to determine the occurrence of delivery between one point with another point. The mathematical formulation that has been formulated was completed using Lingo 11.0 software. The route obtained from processing the data is compared to the existing route. Based on the analysis and comparison between existing models and Mixed Integer Linear Programming models, the distance traveled from the vehicle can be reduced by 23.53 Km or 6.02%. Travel time can be reduced for 556.09 minutes or 32.79%. Distribution costs can be reduced by Rp. 155,973 or 22.49% in one day of distribution. Each route has met the limits of vehicle capacity and time windows of the factory or the outlets. MILP provided improvements from 71 outlets served by 3 shipping vehicles reduced to 2 vehicles, where the first vehicle sent to 36 outlets and the second vehicle sent to 35 outlets.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2019/436/051905032
Uncontrolled Keywords: Algoritma Sweep, Mixed Integer Linier Programming, Penentuan Rute Distribusi, vrptw Algoritma Sweep, Mixed Integer Linier Programming, Distribution Route Plan, vrptw
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 629 Other branches of engineering > 629.8 Automatic control engineering
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/171000
Text
Handy Rizky Praditya (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item