BKG

Pradidhyatama, Mahardikha (2019) Optimaliasi Penentuan Jalur Evakuasi Dengan Metode Algoritma Asiklis Berdasarkan Rambu Evakuasi. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

PT. PINDAD (Persero) berlokasi di daerah Turen, kabupaten Malang, Jawa Timur. PT. PINDAD (Persero) memiliki total jumlah karyawan ± 1194 orang dan terfokus dalam proses produksi produk-produk militer seperti amunisi,senjata,TNT, dan lain sebagainya. PT. PINDAD (Persero) mempunyai kapasitas produksi peluru sebanyak 165 juta butir per tahunnya. Sebuah kapasitas yang lumayan besar bagi industri amunisi.Kapasitas mesin yang besar dengan penggunaan listrik yang banyak dapat memicu untuk terjadinya arus pendek pada seluruh areal perusahaan. Proses produksi dan juga kapasitas yang besar pada perusahaan membutuhkan kinerja yang ekstra untuk memenuhi kebutuhan militer baik di Jawa Timur ataupun di seluruh Indonesia.Proses produksi yang ada di perusahaan melibatkan banyak bahan-bahan material yang mudah terbakar dan meledak.Dengan itu dibutuhkan seperangkat alat-alat rambu evakuasi untuk membantu pekerja keluar dari sumber bahaya ke tempat yang aman apabila kecelakaan itu terjadi. Penggunaan rambu-rambu evakuasi yang benar dan tepat sangat dianjurkan untuk meminimalisir kerugian baik secara jangka pendek ataupun panjang.Rambu evakuasi dapat berupa papan dengan bertuliskan “JALUR EVAKUASI”, terlihat masih memiliki beberapa kekurangan dalam mengaplikasian rambu jalur evakuasi baik itu diluar gedung maupun di dalam gedung.Diantaranya adalah material yang digunakan untuk rambu evakuasi dilihat memiliki kekurangan karena menggunakan material yang rapuh dan tidak tahan lama.Dalam penelitian ini, jalur evakuasi yang ada di luar gedung dapat di tentukan dengan menggunakan metode di dalam shortest path pada operation research yaitu algoritma asiklis. Pada keseluruhan area di PT.PINDAD (Persero) memiliki total alternatif 33 jalur evakuasi diluar gedung yang didapat dari perhitungan asiklis dari 24 gedung yang tersebar di area pabrik. Ke 33 jalur didapatkan karena jalur evakuasi yang di rancang mengikuti jumlah pintu atau jalan keluar dari masing-masing gedung. Sehingga ketika satu gedung memiliki lebih dari satu pintu, maka gedung tersebut akan memiliki lebih dari satu jalur evakuasi juga. Pada desain titik kumpul (assembly point) dan rambu arah titik kumpul baik yang diluar ruangan maupun di dalam ruangan beberapa masih tidak terdapat pictogram yang digunakan mempermudah pekerja mengenali dan menggunakan rambu . Selain itu, belum diterapkannya penggunaan sticker vnyl photoluminescent yang dapat membuat rambu berpendar saat malam atau kondisi gelap.Untuk jalur evakuasi di dalam ruangan di sarankan dibuat jalur dengan lebar minimal 0,71 meter dengan menggunakan cat berbahan epoxy yang tahan panas.

English Abstract

One of military manufacture industry company that located in Turen, Malang district, PT.PINDAD (Persero) have a number of workers more less than 1194 people and majority focused on the production of amunition, weapon, TNT, and other military product.This company have a big size capacity of amunition production, for a year this company could produce as many as 165 milion bullets. The big capacity of production affect the amount of machines capacity and the electric ussage.This impact the risk of having electrical short sircuit problem and caused fire.The production processes of making the one military product need a lot of reactive material,such as NH4. From the capacity itself, no wonder if PT. PINDAD (Persero) have the risk or danger of a large accident. One of the example in 2010 there are detonators exploding inside detonator maker’s building, 3 of the workers found dead and the rest was injured, if there was an proper evacuation way connected to this building,it may reduce the number of victims.So,it is important to apply a set of evacuation signs and route to help workers get out from the source of danger to a safer place if the accident occurs. The right ussage of the evacuation sign is highly recommended to minimize the losses both short or long term. In PT.PINDAD company, it was seen to be having some minuses on the application of evacuation way sign.Because ,it usually applied with paper as its main material and it is not durable. The evacuation route can be determined with various way, started with the simpliest way until the complicated one with time,distance,and the safety consideration. In this research, the evacuation for the outside route can be determined by using the shortest path method in the operational research dicipline,the acycilc algorithm. As the result,the whole area of PT.PINDAD company is having 33,the total of the evacuation route outside the building that earned from acyclic algorithm calculation from 24 buildings scattered in the area of the company. The 33 routes are earned because of the design of the evacuation routes are following the amount of each building door or the exit way.So, if discovered one building is having more than one door, means this building must have more than one evacuation route.For the some of the assembly point sign and the way to assembly point sign both inside or outside the room,don’t have a pictogram inside the sign that can easily make worker recognize and using the sign. Besides, not yet applied the ussage of vnyl photoluminescent sticker that could glowing while in night or in the dark condition.

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FT/2019/146/051904619
Uncontrolled Keywords: Jalur Evakuasi, K3, Algoritma Asiklis, Assembly Point, Rambu Evakuasi, Shortest Path. Evacuation Way, Health Safety Work, Acyclic Algorithm, Assembly Point, Evacuation Sign,Shortest Path.
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 629 Other branches of engineering > 629.8 Automatic control engineering
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/170934
Text
Mahardikha Pradidhyatama (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item