BKG

Dikatama, Muhammad (2019) Analisis Tinggi Gelombang Ekstrim Dengan Periode Ulang Terkait Keselamatan Pelayaran Di Perairan Selat Bali. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, secara keseluruhan sebagian besar wilayahnya adalah lautan. Kondisi ini menyebabkan jalur transportasi atau perdagangan Indonesia salah satunya melalui jalur laut. Informasi terhadap karakteristik parameter gelombang laut sangat diperlukan untuk aktivitas pelayaran, perencanaan bangunan pantai, dan untuk mengetahui dinamika pantai. Data gelombang yang digunakan untuk informasi tinggi gelombang dan perencanaan bangunan pantai adalah data gelombang secara time series selama beberapa tahun dan juga didapat dari data angin. Data gelombang ekstrim yang terjadi di suatu perairan diperoleh dari hasil peramalan periode ulang dengan menggunakan metode Weibull. Prediksi tinggi gelombang menggunakan periode ulang yang dilakukan pada penelitian ini berlokasi di Selat Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik gelombang di Selat Bali, mengetahui peramalan tinggi gelombang dengan menggunakan periode ulang metode Weibull, dan mengetahui sebaran gelombang tinggi dengan periode ulang dan pengaruhnya terhadap keselamatan pelayaran di Selat Bali. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data tinggi gelombang European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) selama 15 tahun terakhir (2004-2018), data komponen angin berupa u dan v, dan data ketinggian gelombang yang didapatkan dari BMKG selama 5 tahun terakhir (2014-2018) sebagai validasi data. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini berupa data karakteristik gelombang di perairan Selat Bali seperti data gelombang signifikan (Hs), data gelombang maksimum (Hmaks), data gelombang rata rata (H100) dan data ketinggian gelombang periode ulang selama 100 tahun. Ketinggian gelombang tertinggi di Selat Bali terjadi pada musim Timur yaitu bulan Juni-Agustus. Selat Bali bagian Utara memiliki tinggi gelombang signifikan (Hs) 0,3-0,5 meter, ketinggian gelombang maksimumnya (Hmax) 1-1,6 meter dan ketinggian gelombang rerata (H100) yaitu 0,2-0,3 meter. Sedangkan tinggi gelombang signifikan (Hs) Selat Bali bagian Selatan yaitu 2-2,2 meter, ketinggian gelombang maksimum (Hmax) 3-4 meter, dan ketinggian gelombang rerata (H100) yaitu 1,6-1,8 meter. Tiggi gelombang periode ulang di Selat Bali berikisar 2,12-4,31 untuk periode ulang 10-100 tahun. Berdasarkan hasil perhitungan gelombang periode ulang, ketinggian gelombang yang mencapai 4 meter dapat membahayakan keselamatan kapal nelayan, kapal tongkang, dan kapal ferry yang berlayar di sekitar Selat Bali.i KATA PENGANTA

English Abstract

-

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/739/051904470
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 551 Geology, hydrology, meteorology > 551.4 Geomorphology and hydrosphere > 551.46 Oceanography and submarine geology > 551.463 Waves
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/170823
Text
Muhammad Dikatama.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item