BKG

Ibrahim, Oktsa Ikbal (2019) Hubungan Lebar Karapas Dan Berat Rajungan (Portunus Pelagicus) Di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Rajungan merupakan salah satu dari family Portunidae dan memiliki komuditas hasil perikanan yang sangat ekonomis. Tahun 2016 dikeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (PERMEN-KP) No. 56 Tahun 2016 sebagai upaya larangan penangkapan dan pengeluaran Lobster, Rajungan dan Kepiting dari wilayah Negara Republik Indonesia. Pada pasal 4 ayat 1 berbunyi “Penangkapan dan/atau pengeluaran rajungan (Portunus spp.), dengan Harmonized System Code 0306.29.10.00, dari wilayah Negara Republik Indonesia hanya dapat dilakukan dalam kondisi tidak bertelur dan ukuran lebar karapas diatas 10 (sepuluh) cm atau berat diatas 60 (enam puluh) gram per ekor. Salah satu pusat pendarata rajungan di Jawa Timur terdapat di Desa Kalianget Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli – Agustus 2018. Tujuan dari penelitian ini dilakukan antara lain ialah untuk mengetahui spesies rajungan apa saja yang didaratkan di Desa kalianget, mengetahui aspek biologi yang berhubungan dengan PERMEN-KP No. 56 tahun 2016 yaitu hubungan lebar karapas dan berat rajungan, nisbah kelamin, distribusi frekuensi lebar karapas dan perbandingan rajungan betina yang sedang bertelur dengan betina yang tidak bertelur sehingga dapat mengetahui terlaksana taua tidaknya PERMEN-KP No.56 Tahun 2016 di kondisi lapang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah diskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik pengambilan data secara acak atau random sampling. Kemudian data dianalisis menggunakan bantuan aplikai Microsoft Exel 2013. Berdasarkan hasil indentifikasi ditemukan tiga spesies rajungan yaitu Portunus pelagicus, Charubdis feriatus dan Charybdis miles. Analisis terhadap parameter hubungan lebar karapas dan berat rajungan pada spesies Portunus pelagicus mendapatkan persamaan W= 0,1486 CW 2,7792 (allometrik negatif) didapatkan perbandingan sex rasio 1:0,79 dengan analisis distribusi frekuensi lebar karapas dibawah minimum legal size sebesar 9%. Pada spesies Charybdis feriatus mendapatkan persamaan W= 0,1486 CW 2,7792 (allometrik negatif) didapatkan perbandingan sex rasio 1:1 dengan analisis distribusi frekuensi lebar karapas dibawah minimum legal size sebesar 69%. Pada spesies Charybdis miles mendapatkan persamaan W= 1,6135 CW 1,9949 (allometrik negatif) didapatkan perbandingan sex rasio 1:1,4 dengan analisis distribusi frekuensi lebar karapas dibawah minimum legal size sebesar 50%. Untuk persentase rajungan betina yang sedang bertelur pada spesies Portunus pelagicus (21%), Charybdis feriatus (33%), Charybdis miles (33%). Dapat dilihat dari hasil data analisis pengolahan rajungan ternyata masih belum efektif dikarenakan masih banyaknya ukuran lebar karapas dan berat rajungan dibawah minimum legal size yang ditangkap.

English Abstract

-

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/731/051904462
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 595 Arthropoda > 595.3 Crustacea
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/170792
Text
Oktsa Ikbal Ibrahim.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item