BKG

Sembodo, Arya Bima (2019) Analisis Viabilitas Lactobacillus acidophilus Pada Mikrokapsul Tersalut Semi Refined Carrageenan (SRC) Kappa dan Maltodekstrin dengan Konsentrasi yang Berbeda. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang memiliki pengaruh menguntungkan terhadap kesehatan melalui peningkatan keseimbangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan. Efek fungsional probiotik ditunjukkan dengan probiotik yang mencapai saluran pencernaan hingga 107 CFU/mL. Lactobacillus acidophillus merupakan mikroflora yang dapat memproduksi asam laktat sebagai hasil utama fermentasi gula. Bakteri ini dapat pula menghasilkan bakteriosin yang dapat merangsang pembentukan antibodi tubuh. Enkapsulasi merupakan proses dimana sel probiotik dimasukkan ke dalam penyalut atau membran untuk melindungi sel probiotik dari kerusakan. Mikroenkapsulasi adalah teknologi penyalutan untuk melindungi bahan inti dari ancaman lingkungan yang dapat merusak. Karaginan yang biasa digunakan sebagai penyalut mikrokapsul adalah Semi Refined Carragenan (SRC) kappa yang merupakan polisakarida yang diekstraksi dari rumput laut Eucheuma cottonii. Maltodekstrin merupakan produk hidrolisis pati yang berfungsi sebagai agregat untuk memperlambat proses gelling pada saat pembuatan mikroenkapsulasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan SRC kappa dan maltodekstrin dengan konsentrasi yang berbeda sebagai penyalut memberikan pengaruh terhadap viabilitas Lactobacillus acidhophillus. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan variabel bebas yaitu penambahan SRC kappa dan maltodekstrin dengan konsentrasi yang berbeda sebagai bahan pengenkapsulat pada double coating mikrokapsul L. acidophilus dan variabel terikat yaitu pengujian viabilitas L. acidophilus. Ada 6 perlakuan pada penelitian ini, yaitu A1B1 (SRC kappa 5% : Maltodekstrin 6%), A1B2 (SRC kappa 5% : Maltodekstrin 7%), A1B3 (SRC kappa 5% : Maltodekstrin 8%), A2B1 (SRC kappa 5,5% : Maltodekstrin 6%), A2B2 (SRC kappa 5,5% : Maltodekstrin 7%), A2B3 (SRC kappa 5% : Maltodekstrin 8%). Penelitian pendahuluan meliputi pembuatan SRC kappa, pengujian FTIR SRC kappa dan maltodekstrin, uji pewarnaan gram. Penelitian utama meliputi pembuatan mikrokapsul dengan menggunakan metode gel partikel oven vakum, uji viabilitas L. acidophilus, uji diameter mikrokapsul, uji kadar air mikrokapsul, dan uji aktivitas air mikrokapsul. Hasil penelitian penggunaan SRC kappa dan maltodekstrin dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh nyata terhadap viabilitas L. acidophilus. Viabilitas L.acidophilus pada perlakuan A1B1 sebesar 7,048 CFU/mL, A1B2 sebesar 7,100 CFU/mL, A1B3 sebesar 7,158 CFU/mL, A2B1 sebesar 7,130 CFU/mL, A2B2 sebesar 7,188 CFU/mL, A3B3 sebesar 7,216 CFU/mL. Viabilitas terendah yaitu pada perlakuan A1B1 dengan perbandingan konsentrasi SRC kappa 5% dan maltodekstrin 6% yaitu 7,048 CFU/mL. Viabilitas. tertinggi yaitu pada perlakuan A2B3 dengan perbandingan konsentrasi SRC kappa 5,5% dan maltodekstrin 8% yaitu 7,216 CFU/mL. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan penulis menyarankan penelitian selanjutnya untuk penggunaan Semi Refined Carragenan (SRC) kappa dan maltodekstrin dengan metode yang berbeda, peningkatan konsentrasi, serta pengaplikasiannya pada produk pangan.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/450/051904020
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 664 Food technology > 664.02 Processes > 664.024 Manufacturing processes
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/170670
Text
Arya Bima Sembodo.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item