BKG

Musyayyid, Mohammad Wildan (2019) Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Pembudidaya Polikultur Bandeng dan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) di Desa Wadak Lor, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kabupaten Gresik merupakan kota kecil yang memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat besar dan produk yang menjadi unggulan adalah Bandeng dan udang. Pemerintah berupaya untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor perikanan. Salah satu desa yang menjadi penghasil Bandeng dan udang yaitu Desa Wadak Lor yang terletak di Kecamatan Duduk Sampeyan Kabupaten Gresik dimana mayoritas penduduknya bekerja sebagai pembudidaya ikan karena desa ini dikelilingi pertambakan. Profil Desa Wadak Lor dilihat berdasarkan jenis kelamin, usia, dan jenjang pendidikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mendeskripsikan karakteristik responden, 2) Menganalisis pendapatan dan pengeluaran, serta 3) Menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga pembudidaya polikultur Bandeng dan udang di Desa Wadak Lor, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik yang dapat dijadikan sebagai bahan penelitian lebih lanjut. Metode yang digunakan adalah metode penelitian survei deskriptif dengan teknik pengambilan sampel dengan non probability yaitu purposive sampling dan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat toleransi 20%. Data yang diambil meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif yaitu untuk mengetahui karakteristik responden dan tingkat kesejahteraan berdasarkan BKKBN 2011 dan analisis kuantitatif untuk mengetahui pendapatan dan pengeluaran rumah tangga serta tingkat kesejahteraan berdasarkan NTPRP dan BPS 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden yang diperoleh dalam penelitian ini adalah berdasarkan usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan jumlah anggota keluarga. Sebagian responden berada pada usia produktif (18-55 tahun) dengan tingkat pendidikan yang cukup tinggi (setara SMA) yang menunjukkan bahwa kualitas SDM para pembudidaya cukup baik. Selain menjadi pembudidaya, pekerjaan lain yang dimiliki responden bermacam-macam diantaranya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), guru, perangkat desa, wiraswasta, karyawan, dan buruh. Rata-rata pendapatan rumah tangga pembudidaya polikultur Bandeng dan udang sebesar Rp.4.411.800 per bulan. Rata-rata pengeluaran rumah tangga pembudidaya sebesar Rp.2.999.000 per bulan. Pendapatan rumah tangga pembudidaya terdiri dari pendapatan on farm, off farm, dan non farm yang dijumlahkan untuk mendapatkan nilai pendapatan total, namun tidak semua rumah tangga memiliki tiga pendapatan tersebut. Pendapatan rumah tangga terbesar yaitu berasal dari non farm yaitu sebesar Rp.3.351.200 per bulan. Pengeluaran rumah tangga pembudidaya terdiri dari pengeluaran pangan dan non pangan. Besaran pengeluaran rumah tangga pembudidaya tergantung pada jumlah anggota keluarga dan gaya hidup masing-masing keluarga. Pengeluaran rumah tangga terbesar yaitu berasal dari konsumsi non pangan yaitu sebesar Rp.1.606.000 per bulan. Selama ini, para pembudidaya merasa pendapatan yang diperoleh dari bekerja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan Nilai Tukar Pendapatan Rumah Tangga Pembudidaya (NTPRP), rumah tangga yang termasuk kedalam kategori sejahtera sebanyak 80% dan sisanya 20% termasuk dalam kategori keluarga belum sejahtera. Nilai NTPRP dapat berubah setiap tahunnya sesuai kondisi pada saat itu. Berdasarkan BPS 2014, seluruh rumah tangga pembudidaya termasuk kedalam kategori keluarga sejahtera. Seluruh rumah tangga pembudidaya telah memenuhi kriteria yang ada dan mendapat poin yang tinggi sehingga termasuk kedalam keluarga sejahtera. Begitu pula berdasarkan BKKBN 2011, seluruh rumah tangga pembudidaya termasuk kedalam kategori keluarga sejahtera yang sebagian besar termasuk Keluarga Sejahtera I yaitu sebanyak 43%, sebanyak 37% berada pada tahapan Keluarga Sejahtera III, dan sisanya 20% berada pada tahapan Keluarga Sejahtera III Plus. Tingkat kesejahteraan rumah tangga pembudidaya polikultur Bandeng dan udang di Desa Wadak Lor tergolong cukup tinggi. Akan tetapi masih ada beberapa permasalahan terkait tingkat kesejahteraan yang harus diatasi. Mereka harus senantiasa berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan agar dapat mencapai cita-cita negara yaitu kesejahteraan rakyat. Penelitian ini diharapkan dapat memberi solusi terhadap permasalahan yang ada. Bagi pembudidaya diharapkan agar lebih kreatif untuk mengolah hasil panen menjadi produk yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi agar dapat meningkatkan penghasilan. Bagi Perguruan Tinggi diharapkan agar lebih banyak lagi melakukan penelitian sejenis yaitu penelitian tentang tingkat kesejahteraan agar dapat membantu pemerintah dalam mensejahterakan kehidupan rakyat dengan memberikan informasi yang sesuai dengan keadaan di lapang sehingga dapat direncanakan program yang tepat. Bagi Pemerintah diharapkan memberikan pelatihan kepada rumah tangga pembudidaya agar mampu melakukan diversifikasi produk untuk meningkatkan nilai ekonomis dari Bandeng dan udang.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/487/051904065
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.3 Culture of cold-blooded vertebrates > 639.37 Culture of amphibians and specific kinds of fishes > 639.375 Culture of specific kinds of fishes (Protacanthopterygii)
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Agrobisnis Perikanan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/170562
Text
Mohammad Wildan Musyayyid.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item