BKG

Marthadinata, Adesya Shinta (2019) Pengaruh Penambahan Tepung Tulang Ikan Bandeng (Chanos chonos) Terhadap Karakteristik Kimia, Fisika Dan Organoleptik Kue Semprong. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kue semprong merupakan pangan tradisional yang saat ini masih popular dikalangan Masayarakat Indonesia. Ada beberapa macam bentuk dari kue semprong yaitu berbentuk kipas, persegi dan ada juga yang digulung. Kue semprong terbuat dari tepung beras atau tepung terigu, santan, gula pasir, telur, dan margarin. Proses memasaknya, adonan dimasukkan ke dalam cetakan kue semprong lalu di jepit dan dipanggang, setelah adonan matang dapat dibentuk persegi atau bisa juga digulung. Pemanfaatan tepung tulang ikan bandeng sebagai bahan tambahan merupakan salah satu alternatif untuk menghasilkan suatu menghasilkan produk makanan yang memiliki nilai gizi terutama kandungan kalsium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penamabahan tulang ikan bandeng terhadap karakteristik kue semprong, serta untuk mendapatkan konsentrasi penamabahan tepung tulang ikan bandeng terbaik terhadap karakteristik kue semprong. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perekayasaan Hasil Perikanan Divisi Nutrisi Ikan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang, dan Lboratorium Gizi, Departemen Gizi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Surabaya pada bulan Desember 2018–Februari 2019. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen. Rancangan percobaan dalam penelitian utama adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) sederhana dengan menggunakan 5 kali ulangan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perbedaan konsentrasi tepung tulang ikan bandeng dalam pembuatan kue semprong. Sedangkan variabel terikat terikat pada penelitian ini yaitu karakteristik fisika (aktivitas air, tekstur, dan warna), kimia (protein, air, lemak, abu, karbohidrat dan kalsium) dan organoleptik (penampakan, aroma, rasa dan tekstur) kue semprong. Data yang diperoleh dari penelitian kemudian dianalisa menggunakan aplikasi SPSS versi 20 dengan Kruskal-Wallis pada parameter organoleptik dan ANOVA (Analysis of Variance) untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap parameter fisika yang dilakukan. Apabila nilai P < 0,05 maka perlakuan yang berikan berpengaruh nyata, kemudian dilanjut dengan uji Tukey, apabila P > 0,05 maka perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh nyata. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode De Garmo. Hasil dari penambahan tepung tulang ikan bandeng yang terbaik pada pembuatan kue semprong yaitu pada perlakuan 10% dengan nilai analisa fisika yaitu daya patah 16,87N, warna lightness 49,85%, redness 7,94%, yellowness 42,27%. Kemudian untuk hasil uji kimia yaitu kadar protein 17,25%, kadar air 3,6%, kadar lemak 11,09%, kadar abu 5,18%, kadar karbohidrat 62,87%, kadar kalsium 3,05% dan hasil uji organoleptik yaitu hedonik kenampakan 3,16, hedonik aroma 3,2, hedonik rasa 3,26, hedonik tekstur 3,23.

English Abstract

-

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/322/051903773
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.3 Culture of cold-blooded vertebrates > 639.37 Culture of amphibians and specific kinds of fishes > 639.375 Culture of specific kinds of fishes (Protacanthopterygii)
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/170511
Text
Adesya Shinta Marthadinata.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item