BKG

Sitanggang, Kenny Agatha (2019) Analisis Kelimpahan Mikroplastik pada Air dan Ikan Belanak (Mugil cephalus) di Sungai Wonorejo, Surabaya, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Jumlah plastik yang ada di laut mencapai 95% dari keseluruhan sampah di laut. Plastik sulit terdegradasi oleh mikroorganisme hingga dapat bertahan bertahun-tahun dan menyebabkan pencemaran lingkungan. Mikroplastik merupakan partikel plastik yang diameternya berukuran <5 mm. Mikroplastik yang tertumpuk pada suatu wilayah perairan akan menyebabkan terganggunya rantai makanan pada ikan. Mikroplastik berpotensi mengancam lebih serius dibanding material plastik yang berukuran lebih besar karena organisme tropik rendah rentan terhadap proses pencernaan mikroplastik sebagai akibatnya dapat mempengaruhi organisme tropik tingkat tinggi melalui proses bioakumulasi. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan di perairan muara Sungai Wonorejo pada 3 stasiun yang berbeda yaitu muara, mangrove, dan pemukiman selama 3 minggu berturut-turut pada bulan Februari 2019. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan jenis mikroplastik yang ada di perairan Sungai Wonorejo, untuk mengetahui perbandingan kelimpahan mikroplastik yang ada di perairan Sungai Wonorejo, dan untuk mengetahui hubungan kelimpahan mikroplastik pada sampel air terhadap sampel ikan. Manfaat yang diharapkan dengan adanya penelitian ini adalah sebagai data pendukung kelimpahan mikroplastik pada air dan biota serta sebagai referensi terkait analisis mikroplastik pada perairan dan biota dalam hal pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini dimulai dengan pengambilan sampel air dan ikan, kemudian dilakukan analisis laboratorium untuk mengetahui hubungan serta perbandingannya lalu didapatkan hasil, selain itu kualitas air juga diamati dalam penelitian ini. Terdapat 3 jenis mikroplastik yang ditemukan pada sampel air yaitu yaitu film, fragmen, dan fiber, sementara pada sampel ikan, ditemukan 4 jenis mikroplastik, yaitu film, fragmen, fiber, dan pellet. Rata-rata kelimpahan mikroplastik pada sampel air sebanyak 17.875 partikel/m³ dengan masing-masing kelimpahan jenis film yang ditemukan sebesar 7.667 partikel/m³ (42,89%), jenis fragmen sebesar 9.903 partikel/m³ (55,40%), dan jenis fiber sebesar 306 partikel/m³ (1,71%). Kelimpahan rata-rata mikroplastik pada sampel ikan yang ditemukan adalah 44,8 partikel/ind dengan masing-masing kelimpahan jenis film yang ditemukan sebesar 91,23 partikel/ind (36,78%), jenis fragmen sebesar 92,86 partikel/ind (37,44%), jenis fiber sebesar 48,77 partikel/ind (19,68%), dan jenis pellet sebesar 15,13 partikel/ind (6,1%). Hasil analisis data yang pada sampel air didapatkan bahwa rata-rata kelimpahan mikroplastik pada sampel air dari ketiga stasiun adalah sama (P>0,05) dan pada sampel ikan juga didapatkan bahwa rata-rata kelimpahan mikroplastik pada sampel ikan dari ketiga stasiun adalah sama (P>0,05). Hubungan antara kelimpahan mikroplastik pada sampel air dan ikan menunjukkan hubungan korelasi yang rendah.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/426/051903941
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 577 Ecology > 577.6 Aquatic ecology > 577.627 Water Pollution (Effect on natural ecology)
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/170403
Text
Kenny Agatha Sitanggang (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item