BKG

Ikke, Novi Citra Kom (2019) Analisis Komparatif Profitabilitas Usaha Pembesaran Polikultur Ikan Bandeng – Udang Vannamei dan Ikan Nila – Udang Vannamei di Desa Babatagung Kabupaten Lamongan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Permintaan hasil perikanan tidak datang dari perikanan laut saja, tetapi banyak juga permintaan yang datang dari perikanan air payau. Ikan bandeng, ikan nila, dan udang vannamei merupakan komoditas air payau yang menjadi prospek baik dan sangat diminati pasar (Syamsuddin, 2010). Polikultur merupakan metode budidaya yang digunakan untuk pemeliharaan lebih dari satu jenis ikan dalam satu lahan. Dengan sistem ini diperoleh manfaat yaitu tingkat produktifitas lahan yang tinggi (Suharyanto et.al., 2010). Penelitian skripsi ini dilakukan pada usaha pembesaran tradisional secara polikultur milik Bapak Suparlin di Desa Babatagung Kabupaten Lamongan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil usaha pembesaran polikultur, mengetahui aspek teknis pembesaran polikultur ikan bandeng – udang vannamei dan ikan nila – udang vannamei mulai dari persiapan lahan tambak sampai proses pemanenan, dan menganalisis serta membandingkan profitabilitas antara pembesaran polikultur ikan bandeng – udang vannamei dan ikan nila – udang vannamei. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, menggunakan bentuk data yaitu kuantitatif dan kualitatif derta dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil, usaha pembesaran milik Bapak Suparlin merupakan usaha turun temurun dari keluarga. Sejak dulu Bapak Suparlin selalu memakai cara tradisional dalam proses pembesaran dan menggunakan sistem polikultur. Modal yang digunakan pada tambak merupakan modal sendiri yaitu Rp. 38.000.000. Luas lahan yang dimiliki 4,5 Ha dimana 4 Ha dibagi menjadi dua tambak dan 0,5 Ha digunakan sebagai tandon air. Komoditas tambak yang biasa dibesarkan adalah ikan bandeng, ikan nila dan udang vannamei. Pada dasarnya pemilik tidak memiliki dasar dibidang perikanan, beliau hanya lulusan STM di kabupaten Lamongan Aspek teknis tambak pembesaran, mulai dari sarana hingga prasaran sudah lengkap. Ditinjau dari input dan proses pembesaran mendukung terciptanya output yang sesuai dengan permintaan pasar. Proses pembesaran antara ikan bandeng – udang vannamei dan ikan nila – udang vannamei terbilang sama. Usaha pembesaran milik Bapak Suparlin, untuk biaya total pembesaran ikan bandeng – udang vannamei sebesar Rp. 67.899.625 dengan penerimaan total sebesar Rp. 161.515.000. RC ratio pembesaran ikan bandeng – udang vannamei 2,3 dengan BEP sales sebesar Rp. 5.599.375 dengan keuntungan sebesar Rp. 59.285.375. REC sebesar 8,99%. Rentabilitas pembesaran ikan bandeng – udang vannamei sebesar 87,3%. Usaha pembesaran milik Bapak Suparlin, untuk biaya total pembesaran ikan nila – udang vannamei sebesar Rp. 62.399.625 dengan penerimaan total sebesar Rp.162.215.000. RC ratio pembesaran ikan nila – udang vannamei 2,5 dengan BEP sales sebesar Rp. 5.332.738 dengan keuntungan sebesar Rp. 65.485.375. REC sebesar 11,4%. Rentabilitas pembesaran ikan nila – udang vannamei sebesar 104%%. Berdasarkan perhitungan analisis profitabilitas, pembesaran ikan nila – udang vannamei lebih menguntungkan, karena harga jual ikan nila yang sangat tinggi. Tetapi ikan nila sangat rentan terhadap penyakit. Jadi perlu perhatian yang ekstra jika ingin membesarkan ikan nila. Berdasarkan hasil penelitian tentang profitabilitas ikan bandeng – udang vannamei dengan ikan nila – udang vannamei, maka dapat disimpulkan bahwa desa Babatagung merupakan desa yang 80%-nya adalah area tambak. Komoditas tambak pembesaran adalah ikan bandeng, ikan nila dan udang vannamei. Usaha pembesaran tambak milik Pak. Suparlin merupakan usaha turun temurun dari keluarga. Sejak dulu, tambak milik Pak Suparlin selalu memakai cara tradisional dalam proses pembesaran menggunakan sistem olikultur yang lebih dari satu komoditas yang disebarkan. Aspek teknis tambak pembesaran yang dilakukan oleh Pak Suparlin yaitu dengan sistem tradisional, ini mulai dari sarana hingga prasarana sudah lengkap. Ditinjau dari input dan proses pembesaran mendukung terciptanya output yang sesuai dengan permintaan pasar. Proses pembesaran antara ikan bandeng – udang vannamei dengan ikan nila – udang vannamei terbilang sama. Di tambak milik Pak Suparlin perlakuan antara ikan bandeng dengan ikan nila sama, tidak ada perlakuan khusus antaraikan bandeng dengan ikan nila. Hanya saja selama proses pemeliharaan ikan nila lebih diperhatikan dalam kualitas airnya agar tingkat kehidupan bisa lebih tinggi. Berdasarkan perhitungan analisis profitabilitas, pembesaran ikan bandneg –udang vannamei dengan ikan nila – udang vannamei sama-sama menguntungkan. Tetapi, pembesaran ikan nila – udang vannamei lebih menguntungkan karena harga jual ikan nila yang tinggi. Saran yang dapat peneliti berikan kepada pemilik adalah perlu mensiasati agar tingkat kehidupan ikan nila tinggi. Salah satu cara adalah membeli benih ikan yang bebas virus dan dari induk yang bebas virus (disertai dengan bukti sertifikat) atau dari tempat pembenihan yang bersertifikat CBIB dengan sertifikat yang masih berlaku. Agar usaha berjalan dengan lancar tentunya harus mencatat laporan keuangan secara teratur, dengan begitu akan diketahui posisi keuangan usaha terkini dalam memanfaatkan modal serta pengambilan keputusan kedepan.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/419/051903976
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.3 Culture of cold-blooded vertebrates > 639.37 Culture of amphibians and specific kinds of fishes > 639.375 Culture of specific kinds of fishes (Protacanthopterygii)
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/170388
Text
Novi Citra Kom Ikke (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item