BKG

Wakhida, Yunita Wahyu Nur (2019) Pemanfaatan Kearifan Lokal Dan Modal Sosial Masyarakat Pesisir Kulon Progo, Yogyakarta Dalam Menghadapi Bencana Al. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan bencana alam (Risk Disaster). Hal ini disebabkan oleh letak geografis Indonesia yang berada di daerah yang menjadi pertemuan 4 lempeng tektonik. Salah satu bencana alam yang terjadi adalah gelombang pasang yang menerjang kawasan Pesisir Kulon Progo, Yogyakarta. Gelombang pasang yang terjadi pada bulan Juli 2018 di Wilayah Pesisir Kulon Progo merupakan bencana alam yang mengakibatkan kerusakan terparah sepanjang sejarah. Dimana salah satu dampak terparahnya adalah rusaknya laguna di Kawasan Pantai Trisik yang menjadi salah satu investasi masyarakat sebagai kawasan wisata pantai. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pemanfaatan kearifan lokal dan modal sosial masyarakat pesisir di daerah Kulon Progo, Yogyakarta dalam menghadapi bencana alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan kearifan lokal masyarakat dalam menghadapi bencana alam, untuk mengetahui pemanfaatan modal sosial masyarakat dalam menghadapi bencana alam dan untuk mengetahui kesiapsiagaan masyarakat pesisir dalam mengahadapi bencana alam. Skripsi ini dilaksanakan di kawasan Pantai Trisik dan Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta pada bulan Januari 2019 sampai dengan bulan Februari 2019. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian skripsi ini menggunakan empat metode yaitu wawancara, observasi, kuesioner dan juga dokumentasi. Ke empat metode tersebut digunakan untuk mendapatkan data yang mendukung isi dari skripsi. Sedangkan metode penentuan responden untuk kuesioner adalah dengan menggunakan metode Random Sampling. Pada bulan Juli 2018 lalu, seluruh pesisir di Yogyakarta termasuk di Kulon Progo mengalami bencana alam berupa gelombang pasang setinggi 6 – 7 meter. Gelombang pasang ini merupakan gelombang tersebesar yang pernah terjadi. Akibat gelombang pasang ini, membuat masyarakat di kawasan pesisir Kulon Progo yang diperkirakan sebanyak 3,5 – 4 Miliyar Rupiah. Namun pada dasarnya, warga masyarakat di pesisir Kulon Pogo mempunyai kearifan lokal yang menjadi salah satu hal yang dijadikan acuan dalam kebencanaan. Kearifan lokal sendiri berasal dari dua sumber yaitu kearfian yang berasal dari nenek moyang secara turun – temurun dan juga kearifan lokal yang berasal dari Sri Sultan Hamengku Buwono X. Salah satu bentuk kearifan lokal yang digunakan sebagai pertanda akan adanya bencana adalah dengan melihat keberadaan cleret dan burung sandang lawe sebagai tanda akan adanya angin besar. Selain itu, masyarakat di kawasan pesisir Kulon Progo juga mengenal ilmu titen yang merupakan perhitungan orang – orang Jawa pada jaman dahulu. Ilmu titen tersebut digunakan oleh para nelayan saat akan melaut. Mereka akan menghindari hari – hari sakral seperti Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Nelayanviii juga tidak akan melaut saat awal bulan, dan juga saat bulan purnama untuk menghindari malapetaka yang akan terjadi. Modal sosial yang terdapat di antara masyarakat di pesisir Kulon Progo terasa begitu erat. Salah satu bentuk dari nyata dari pemanfaatan modal sosial ini adalah adanya kegiatan gotong royong hal ini terbukti dengan kesediaan para warga untuk berbondong – bondong memberikan bantuan saat ada tetangga mereka yang mengalami musibah. Kesiapsiagaan masyarakat di kawasan pesisir Kulon Progo masih belum begitu baik walaupun masyarakat disana sudah memiliki pengetahuan dalam kebencanaan. Hal ini dikarenakan kurang adanya bentuk pelatihan simulasi bencana alam yang bertujuan agar masyarakat mampu mengevakuasi diri mereka. Oleh karena itu, BPBD Kulon Progo dibawah naungan BNPB membuat sebuah program bernama DESTANA (Desa Tangguh Bencana) dan juga program PDPT (Pengembangan Desa Pesisir Tangguh). Adapun kegiatan dari program ini adalah memberikan pelatihan evakuasi bencana, pembangunan jalur evakuasi dan penanaman vegetasi pantai berupa cemara udang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah salah satu fungsi kearifan lokal yang terdapat di kawasan pesisir Kulon Progo adalah sebagai peringatan bencana alam. Selain itu dalam menghadapi bencana alam di kawasan pesisir Kulon Progo, terdapat dua acuan penting yang digunakan oleh masyarakat pesisir disana. Dua acuan tersebut antara lain berasal dari : Pengetahuan dan pengalaman masyarakat lokal secara turun temurun dan Petuah dari Sri Sultan Hamengku Buwono X. Salah satu fungsi pemanfaatan modal sosial Masyarakat di Kawasan Pesisir Kulon Progo adalah sebagai manajemen menghadapi bencana alam. Peran modal sosial sangat signifikan baik dalam kesiapsiagaan bencana (preparedness), darurat atau tanggap bencana (response), maupun pemulihan (recovery). Kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana masyarakat di Kawasan Pesisir Kulon Progo bisa dikatakan belum cukup baik oleh karena itu, pemerintah setempat membuat program bernama DESTANA dan PDPT. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah, Institusi baik dari Pemerintah maupun Swasta diharapkan untuk memberikan perhatian lebih besar terutama dalam segi kebencanaan sehingga mampu meminimalisir kerugian yang terjadi saat bencana melanda di kawasan tersebut. Bagi para akademisi diharapkan untuk melakukan riset – riset yang berkaitan dengan daerah rawan bencana sehingga masyarakat nantinya mampu membuat perencanaan tanpa khawatir akan kerusakan akibat bencana alam. Masyarakat diharapkan lebih meningkatkan jiwa kebersamaan dan gotong royong serta mampu melakukan evakuasi mandiri sehingga dapat menghindari dampak bencana alam dan mampu meminimalisir kerugian.

English Abstract

-

Other Language Abstract

-

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/108/051903147
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 577 Ecology > 577.5 Ecology of miscellaneous environments > 577.51 Coastal Ecology
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/169856
Text
YUNITA WAHYU NUR WAKHIDA (2).pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item