BKG

Fajariyah, Febriani Rizqy (2019) Analisis Pengaruh Typhoon terhadap Kondisi Tinggi Gelombang Perairan Morotai, Maluku Utara. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Gelombang di laut dibedakan menjadi beberapa macam berdasarkan gaya pembangkitnya, salah satu pembangkit gelombang yang sangat umum adalah angin. Salah satu fenomena angin yang terjadi di atmosfer dan dapat membahayakan kehidupan manusia adalah typhoon. Typhoon terbentuk pada lautan tropis yang dipicu oleh perpindahan panas dari perairan yang hangat. Indonesia merupakan salah satu negara yang dilewati oleh garis ekuator, hal tersebut menyebabkan Indonesia memiliki perairan yang hangat. Akan tetapi, Indonesia bukan daerah pembentuk siklon tropis, dikarenakan siklon tropis terbentuk pada kisaran 100 - 200 dari ekuator, pulau Morotai merupakan salah satu pulau di Indonesia yang berada di lintang kurang dari 50 dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang menghadap langsung menuju Samudera Pasifik. Oleh karena itu perlu diketahui dampak dari siklon tropis atau typhoon di Samudera Pasifik terhadap tinggi gelombang di perairan Morotai, Maluku Utara untuk mengetahui apakah perairan Indonesia terkena dampak yang signifikan dari typhoon yang ada di Samudera Pasifik. Metode yang digunakan pada penelitan ini adalah dengan menggunakan metode numerik dengan menggunakan software MatLab. Data yang digunakan berupa data citra satelit Sentinel-1 dan data gelombang ECMWF pada tahun 2017. Citra satelit Sentinel-1 menyediakan visualisasi backscatter dari gelombang laut perairan Morotai, Maluku Utara, dan untuk data gelombang ECMWF menyediakan data significant height of combined wind waves and swell. Keduanya digunakan untuk melihat tinggi gelombang laut, yang dipengaruhi oleh typhoon. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 2 kejadian typhoon dengan bentuk mata siklon sempurna yaitu pada tanggal 27 Juli 2017 dan 19 Oktober 2017. Pada tahun 2017 tinggi gelombang laut rata-rata per-bulan terdapat pada bulan Februari 2017 sebesar 1,89 m sedangkan tinggi gelombang laut rata-rata terendah pada bulan Juni 2017 senilai 0,73 m. Begitu pula untuk tinggi gelombang laut maksimum per-bulan pada tahun 2017 terdapat pada bulan Februari 2017 sebesar 3,17 m. Berdasarkan hasil data gelombang laut ECMWF dan citra satelit Sentinel-1, kejadian typhoon di Samudera Pasifik secara tidak langsung mempengaruhi tinggi gelombang laut di perairan Morotai, Maluku Utara. Tinggi gelombang laut pada tanggal 27 Juli 2017 berdasarkan citra satelit data gelombang laut ECMWF dan Sentinel-1, masing-masing sebesar 0,82 m dan 9 m. Sedangkan, tinggi gelombang laut pada tanggal 19 Oktober 2017 berdasarkan data gelombang laut ECMWF dan citra satelit Sentinel-1 2017 masing-masing sebesar 1,23 m dan 4 m.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/202/051903291
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 551 Geology, hydrology, meteorology > 551.4 Geomorphology and hydrosphere > 551.46 Oceanography and submarine geology > 551.463 Waves
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Ilmu Kelautan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/169817
Text
Febriani Rizqy Fajariyah.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item