BKG

Rachmawati, Devi (2019) Analisis strategi coping rumah tangga pembudidaya keramba jaring apung (KJA) di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Akuakultur (budidaya perikanan) merupakan salah satu subsektor yang diharapkan dalam mewujudkan misi kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan. Masyarakat sekitar Waduk Jatiluhur memanfaatkan Waduk Jatiluhur sebagai lahan pembudidayaan karamba jaring apung (KJA). Terjadi peningkatan jumlah pembudidaya KJA setiap tahunnya. Meningkatnya minat masyarakat di bidang budidaya sistem karamba jaring apung, diiringi dengan banyak beralihnya profesi masyarakat yang kian menekuni bidang budidaya. Potensi besar pembudidaya ikan di Waduk Jatiluhur kian terkendala dengan biaya produksi. Selain tekanan dari aspek biaya, para pembudidaya ikan pun harus berjuang dalam masa-masa menunggu panen dimana diketahui kegiatan budidaya merupakan suatu usaha yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu setiap siklusnya. Setiap kali masa menunggu panen, rumah tangga pembudidaya skala kecil tersebut dituntut untuk menyelesaikan berbagai masalah terutama terkait aspek sosial dan ekonomi rumah tangganya. Oleh karena itu setiap rumah tangga perlu adanya upaya dalam mengembangkan strategi adaptasi yang memadai yang disebut dengan strategi coping. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis profil masyarakat pembudidaya KJA di Waduk Jatiluhur. Kedua adalah untuk menganalisis strategi coping masyarakat pembudidaya dalam pemenuhan kebutuhan dasar hidup mereka pada waktu menunggu panen dan terakhir adalah menganalisis tingkat pendapatan rumah tangga pembudidaya pada waktu menunggu panen berdasarkan staretgi coping yang dilakukannya. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling dengan kriteria tertentu. Penelitian ini mengambil sebanyak 42 responden untuk dijadikan sampel. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data dibedakan menjadi analisis data internal dan eksternal. Masing-masingnya dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif seperti diantaranya tingkat pendapatan, curahan waktu dan strategi coping rumah tangga responden. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada umur produktif, dengan pengalaman budidaya sekitar 5-10 tahun dan jumlah keramba rata-rata 4-8 petak. Adapun jenis ikan yang dibudidayakan yaitu ikan mas dan ikan nila. Jumlah biaya total rata-rata responden adalah Rp5.000.000 – Rp10.000.000, dengan rata-rata penerimaan adalah sebesar Rp15.000.000 – Rp30.000.000, dan rata-rata keuntungan yang didapat responden pembudidaya ikan mas adalah sebesar Rp12.282.570 per siklusnya, sebesar Rp9.535.156 untuk responden pembudidaya ikan nila dan sebesa Rp13.158.568 per siklusnya untuk pembudidaya sistem polikultur. Curahan waktu antar anggota rumah tangga berbeda, suami lebih banyak mencurahkan waktunya untuk kegiatan produktif, sedangkan istri lebih banyak mencurahkan waktunya untuk kegiatan reproduktif, adapun anak lebih banyak mencurahkan waktunya untuk kegiatan sosial. Adapun terdapat kenaikan persen rata-rata curahan waktu baik suami, istri, maupun anak. Kenaikan persen rata- rata curahan waktu produktif tersebut dikarenakan adanya upaya pertambahan pekerjaan yang dilakukan oleh responden. Pada strategi coping internal banyak dari responden melakukan pekerjaan pada sektor on aquaculture, off aquaculture dan non aquaculture. Adapun curahan waktu kerja suami, istri, dan anak beragam satu sama lain. Responden memiliki keterkaitan dengan strategi coping menurut Friedman (1998) yang mana banyak dari responden sudah melakukan upaya-upaya tersebut dalam kesehariannya. Adapun dampak dari strategi tersebut berdampak langsung dan tidak lansung terhadap kondisi rumah tangga responden. Pada penelitian ini didapatkaan bahwa rata-rata pendapatan bersih rumah tangga cenderung mengalami kenaikan dari sebelum dan sesudah dilakukannya strategi coping berupa dilakukannya penambahan pekerjaan lain. Adapun rumah tangga yang hanya suami bekerja di sektor budidaya tidak mengalami kenaikan pendapatan karena pendapatan berasal dari pekerjaan utamanya di sektor budidaya. Kenaikan pendapatan dari segi rupiah paling tinggi yaitu terdapat pada rumah tangga dengan suami yang bekerja di sektor budidaya dan menambah pekerjaan lain dengan anak yang melakukan pekerjaan, dimana diketahui pendapatan meningkat sebesar Rp3.312.777. adapun kenaikan persen tertinggi didapatkan pada rumah tangga dengan suami yang bekerja di sektor budidaya dan melakukan pekerjaan lain dengan istri dan anak yang bekerja pula, diketahui persen kenaikan pendapatan sebesar 58,83%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar responden berada pada umur produktif (16 – 55 tahun) dengan tingkat pendidikan beragam rata-rata lama usaha budidaya adalah 5 – 10 tahun dengan rata-rata jumlah keramba adalah 4 – 8 petak. Jenis ikan yang dibudidayakan yaitu ikan mas dan ikan nila dengan sistem budidaya monokultur dan polikultur. dan rata-rata keuntungan yang didapat adalah sebesar Rp12.653.184 per siklusnya untuk pembudidaya ikan mas, sebesar Rp9.535.156 per siklusnya untuk pembudidaya ikan nila dan sebesar Rp13.158.568 per siklus untuk pembudidaya sistem polikultur. Pada strategi coping internal banyak dari responden melakukan berbagai pekerjaan lain diantaranya pada sektor off aquaculture dan non aquaculture. Rata-rata suami memiliki pekerjaan lain di sektor off aquaculture, sedangkan rata-rata istri dan anak bekerja disektor non aquaculture. Rata-rata curahan waktu suami banyak dicurahkan untuk kegiatan produktif, sedangkan istri dan anak lebih banyak mencurahkan waktunya untuk kegiatan non produktif. Pada curahan waktu sosial rata-rata anak lebih banyak mencurahkan waktunya untuk kegiatan sosial dibanding suami dan istri. Adapun berdasarkan hasil tabulasi silang, banyak dari responden yang sudah melakukan berbagai upaya strategi coping baik internal maupun eksternal menurut Friedman (1998). Pada penelitian ini didapatkaan bahwa rata-rata pendapatan bersih rumah tangga cenderung mengalami kenaikan dari sebelum dan sesudah dilakukannya strategi coping. Adapun rumah tangga yang hanya suami bekerja di sektor budidaya tidak mengalami kenaikan pendapatan karena pendapatan berasal hanya dari pekerjaan utamanya di sektor budidaya. Saran dari penelitian ini adalah bagi responden dapat mempertimbangkan untuk menambah pekerjaan lain diluar pekerjaan utama di sektor non aquaculture seperti membuka usaha atau bekerja di bidang pertanian. Bagi responden dapat mempertimbangkan untuk melakukan sisteem budidaya polikultur untuk menambah penghasilan di sektor on aquaculture. Kemudian, perlu adanya upaya untuk memberdayakan kelompok-kelompok masyarakat yang ada, hal tersebut dilakukan agar kelompok yang ada menjadi aktif sarana dan wadah informasi bagi pembudidaya sekitar.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPIK/2019/169/051903300
Uncontrolled Keywords: -
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.3 Culture of cold-blooded vertebrates > 639.31 Fish culture in fresh water
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Agrobisnis Perikanan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/169813
Text
Devi Rachmawati.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item